Print

Minggu, 7 Maret 2010

Tips Agar Anak Aman Dan Nyaman Dalam Gendongan

B enarkah kaki bayi akan pengkar jika cara menggendongnya tak tepat? Bagaimana sebenarnya posisi menggendong yang aman dan nyaman?

Setiap bayi senang digendong, terutama oleh ayah atau ibunya. Lewat gendongan, ia tak cuma merasa sentuhan kasih orangtuanya, tapi juga memperoleh rasa aman dan nyaman. Hanya saja, tak setiap ayah-ibu "berani" menggendong si kecil. Apalagi jika ia baru lahir. Sampai-sampai, percaya atau tidak, sejumlah RS Bersalin memberikan kursus kilat tentang teknik menggendong bayi, khususnya untuk para ibu baru.

Kekhawatiran itu amat wajar mengingat tubuh bayi yang masih ringkih. Mereka juga takut, salah-salah menggendong, kaki bayi bisa berbentuk X atau O. Padahal, seperti dikatakan dr. Ucok Paruhum Siregar MDFICS dari bagian Orthopedi RSUPN Cipto Mangunkusumo, ketakutan-ketakutan itu tak beralasan. "Tak ada hubungannya antara posisi menggendong dengan bentuk kaki anak!" tegasnya. Soal kelainan bentuk kaki, katanya, sudah didapat sejak lahir. "Jadi, bukan karena salah gendong," tukasnya. Bagaimana dengan kemungkinan cidera? Itu pun dibantah Ucok, "Sangat jarang terjadi."

TIGA PERKEMBANGAN

Meski mungkin awalnya gugup, lanjutnya, seorang ibu baru secara naluriah akan tahu, bagaimana cara menghandle bayi. "Secara otomatis, si ibu pasti dengan lembut akan memegang belakang leher dan menyangga punggung bayinya dengan kedua tangannya," kata dokter ahli orthopedi pada anak ini.

Sebetulnya, yang penting adalah sebelum menggendong si kecil dengan posisi tertentu, lihat dulu perkembangannya. Ada 3 perkembangan yang harus diamati, yakni perkembangan kepala, punggung, dan kekuatan kaki.

"Bayi baru lahir hingga kurang lebih usia 3 bulan, belum punya keseimbangan yang baik. Sebab, kekuatan leher, punggung, dan kakinya belum menyangga dengan baik tubuhnya," jelas Ucok. Nah, untuk masa-masa ini, yang perlu diperhatikan saat menggendongnya adalah menyangga ketiga bagian tadi, terutama leher dan punggung. Setelah 3 bulan, umumnya leher bayi sudah kuat. Ini ditandai dengan tegaknya leher. Begitu pula bagian punggungnya, sudah kuat menyangga tubuhnya, sehingga bayi siap digendong dengan posisi yang lain.

Kendati demikian, Ucok mengingatkan, usia bayi tak selalu bisa jadi patokan. Soalnya,perkembangan bayi berbeda-beda. Tak setiap bayi usia 3 bulan, misalnya, sudah dapat menegakkan lehernya dengan baik. Jadi, tegas pengajar di FKUI ini, "Meski usianya sudah 3 bulan, jika lehernya belum dapat tegak dengan baik, ya, jangan dipaksakan digendong dengan posisi lain. Jika dipaksakan, ini yang bisa bikin cedera."

Nah, sekarang ayah dan ibu tak perlu takut lagi untuk menggendong si kecil. Asal lehernya sudah tegak dan punggungnya sudah kuat menyangga tubuhnya, maka posisi gendong apa pun aman-aman saja. Baik gendong di depan, belakang, maupun samping.

Posisi Menggendong

* GENDONG DEPAN

Jika Anda merasa cukup aman untuk melakukannya, gendonglah si kecil dengan satu lengan. Posisikan satu tangan untuk menahan bokong bayi dan tangan lainnya untuk menyangga punggung, leher, serta kepalanya.

Atau tempatkan satu tangan di bawah tungkai kaki dan bokong, sementara tangan lainnya menyangga punggung, leher, dan kepala bayi. Dengan kata lain, lengan Anda melingkari tubuh bayi, tangan memegangi lengan bayi, dan pergelangan tangan berada di bawah kepala.

Kedua cara di atas dapat juga dilakukan dengan menggunakan kain panjang (jarit) atau alat gendong (sling) yang sekarang populer. Tapi ingat, satu tangan Anda tetap harus menyangga leher dan kepala si kecil. Jika Anda menggunakan alat gendong, perhatikan tali-tali dan pengaitnya. Pilih yang tak licin dan tak mudah lepas. Cari pula yang berbahan lembut dan menyerap keringat, semisal katun.

Beberapa bayi lebih menyukai digendong di pundak. Angkat si kecil sampai ke pundak dengan meletakkan satu tangan Anda di bokong bayi, sementara tangan lain di bawah kepala dan leher. Hal ini dapat dilakukan bahkan dengan hanya satu tangan, jika Anda meletakkan bokong bayi pada bagian dalam siku Anda, lalu lengan depan dan tangan lainnya mendukung bagian punggung, leher, serta kepala.

Anda pun dapat menggendong si kecil dengan posisi wajahnya menghadap ke depan. Ia pasti senang karena jangkauan pandangannya jadi lebih luas. Ia dapat leluasa melihat "dunia" ini. Caranya, hadapkan bayi ke muka, tekan tubuhnya ke arah tubuh Anda, sementara tangan Anda yang lainnya menyangga bagian bokong.

Jika Anda ingin menggendong si kecil di depan dada dengan alat gendong, pastikan alat itu mampu menopang keseluruhan tubuh bayi. Mulai dari leher hingga bagian bawah tubuh.

* GENDONG BELAKANG

Posisi ini boleh dicoba jika si kecil sudah bisa duduk sendiri, meskipun hanya sebentar. Kebanyakan bayi senang digendong di belakang, sebab, posisinya lebih tinggi dan ia bisa melihat sekelilingnya secara leluasa.

Anda dapat menggendongnya dengan menggunakan kedua tangan atau alat gendong. Sebaiknya, gunakan alat gendong agar lebih aman. Pastikan si kecil "terikat" dengan aman. Juga perlu diperhatikan, posisi ini memungkinkan si kecil bergerak lebih banyak. Misalnya, ia dapat menarik benda-benda dari rak yang ada di dekatnya, memetik, dan memakan daun dari pohon di taman jika Anda menggendongnya di halaman/taman. Perhatikan pula ketinggian tempat, misalnya ketika melewati pintu yang pendek.

Para ibu Indonesia zaman dulu, kisah Ucok, umumnya menggendong bayinya di punggung dengan bantuan kain panjang yang dililit di seputar punggung dan pinggang ibu agar tangan sang ibu bebas bekerja. "Jika masih bayi sekali, si ibu akan menutupi si bayi dengan seluruh kainnya. Kain itu ternyata berfungsi menyangga keseluruhan tubuh si bayi. Jadi, meski ibu bergerak ke sana ke mari, bayinya tak akan cidera karena sudah ada penopangnya."

Bila bayi bertambah besar dan lehernya sudah kuat menyangga kepalanya, biasanya si bayi akan memunculkan kepalanya dari balik kain.

* MONKEY POSITION

Yang dimaksud monkey position ialah menggendong bayi di sisi kiri atau kanan ibu/ayah, dengan kedua kaki bayi melingkari pinggul ibu/ayah. Pada posisi ini, ibu/ayah hanya memegang bagian pinggang si anak, sebab kepala dan punggungnya sudah kuat. Di negara Barat, posisi ini ternyata sekarang disukai. Meski konon, cara menggendong model ini berasal dari gaya menggendong suku-suku di Asia.

Dalam istilah kedokteran, seperti diterangkan Ucok, posisi ini disebut abdaction ternal rotation . "Posisi ini bagus. Sebab, dalam posisi kaki mengangkang, kepala panggul si bayi masuk ke dalam mangkok sendi panggul," terangnya.

Keuntungan lain, Anda dapat menggendongnya dengan satu tangan sementara tangan Anda yang lainnya dapat digunakan untuk melakukan pekerjaan lain. Pegangi bayi ke arah tubuh Anda dengan satu lengan, dengan bagian bokongnya "duduk" di panggul Anda.

Menggendong dengan monkey position di bagian pinggang samping atau depan ibu/ayah, menurut Ucok, juga sama saja. "Asal anak tak punya kelainan atau cacat panggul bawaan, safety zone -nya sama saja. Tapi jika punya kelainan atau cacat, ada safety zone -nya, yakni seberapa lebar kaki boleh dikangkangkan. Sebab, jika terlalu lebar, malah merusak kepala panggul si bayi dan bisa bertambah parah," jelasnya.

Untuk bayi yang punya kelainan atau cacat panggul bawaan (yang menurut Ucok masih sangat jarang terjadi di Indonesia) posisi yang paling aman ialah dengan menyangga seluruh tubuhnya. Jika ayah-ibu ingin menggendongnya dengan posisi lain, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter.

Mengangkat Dan Meletakkan Bayi Baru Lahir

Pengalaman pertama mengangkat dan menggendong bayi, bukan hanya membuat ayah/ibu gugup, tapi juga si bayi. Begitu dikatakan Einsenberg dkk. dalam bukunya yang dialihbahasa, Bayi pada Tahun Pertama: Apa yang Anda Hadapi Bulan per Bulan. Tips berikut akan membantu para ayah/ibu yang belum berpengalaman mengangkat dan menggendong bayi, agar bayi merasa aman dan nyaman.

* Meletakkan Bayi
- Saat hendak meletakkannya kembali, pegangi bayi dekat dengan tubuh Anda, sementara Anda membungkuk ke arah tempat tidur atau boks bayi. Satu tangan di bokong bayi, tangan lain menyangga punggung, leher, dan kepala.
- Biarkan kedua tangan Anda untuk beberapa saat, sampai bayi merasa aman dan nyaman, sebelum Anda menariknya keluar dan menyesuaikan posisi tidurnya.
- Beri tepukan lembut atau sentuhan di punggungnya dan sedikit kata-kata untuk memberinya tanda bahwa Anda akan pergi.

Aneka Gaya Gendongan

Tak sedikit bayi yang masih saja menangis dan rewel meski sudah digendong ayah/ibunya. Boleh jadi karena ia tak ingin digendong, tapi bisa juga karena ia "bosan" dengan gendongan yang itu-itu saja. Nah, mengapa tak dicoba menggendongnya sambil bermain?

* Gaya Rocking Games

Tengkurapkan si kecil di satu lengan Anda dengan telapak tangan memegang pinggangnya, sementara telapak tangan yang lain menyangga perutnya. Ayun si kecil dari kiri ke kanan. Ia pasti suka.

* Gaya Melayang Di Udara

Pegang erat si kecil di ketiaknya, lalu ayunkan perlahan ke udara, dengan kepala Anda menengadah kepadanya sehingga terjadi kontak mata. "Gantungkan" sejenak dalam posisi itu dan tersenyumlah kepadanya. Setelah itu turunkan secara perlahan dan lembut, lalu dekap ia di dada Anda.

* Gaya Duduk Di Pundak

Bila keseimbangannya sudah cukup baik, Anda dapat mendudukkan si kecil di pundak Anda sebelah kiri/kanan. Satu tangan Anda memegang erat di ketiaknya, tangan lain menyangga tubuh bagian bawahnya. Ajak ia berkeliling di dalam rumah atau halaman. Ia pasti senang karena mempunyai pengalaman baru. Dalam posisi ini, ia bisa "menjelajah" sekelilingnya lewat matanya.

Bisa juga si kecil didudukkan di tengkuk Anda, dengan kedua kaki dikangkangkan ke depan. Pegang erat kedua ketiaknya. Tapi, hati-hati bila melewati pintu yang rendah.

Santi Hartono/nakita

Dilihat : 990 orang
  • Rating :
  • 1/5 (1 votes)
blog comments powered by Disqus




Copyright © Tabloid Nova , All Rights Reserved 2012