Print

Minggu, 29 Januari 2012

Ming Ming, Karyawan Pabrik Yang Jadi Wedding Singer

Foto: Rini Sulistyati

Di kawasan Jawa Tengah, DIY, dan Surabaya, nama Ming Ming (31) sebagai MC, penyanyi, dan pemilik wedding organizer  (WO) sudah amat populer. Padatnya jadwal menyanyi pria yang juga karyawan pabrik elektronik ini bisa ditengok di Facebook dan blognya.

B oleh tahu, siapa nama aslinya?

Wang Ming Shun. Terjemahan bebasnya adalah raja, terang, lancar. Nama Indonesianya, Sunandar Cahaya Wijaya. Kesatuan nama itu merupakan doa kedua orangtua saya. Oh ya, saya lahir di Yogya, 1 Septeber 1981.

Selain MC, penyanyi, dan punya WO, apa pekerjaan pokoknya?

Saya karyawan pabrik elektronik ternama. Basis pekerjan saya di Kudus. Pabrik elektronik ini satu grup dengan pabrik rokok terbesar di sana.

Kok, bisa jadi penyanyi?

Saya memang suka nyanyi sejak kecil, soalnya Mama hobi nyanyi. Saya jadi ikut-ikutan suka nyanyi. Tapi karena tak pernah diikutkan lomba, waktu TK tiap pulang sekolah saya sering ke poskamling dan nyanyi sekeras-kerasnya. Rasanya seolah berada di atas panggung. Saya menyanyi apa saja sampai dua-tiga jam lamanya.

Nah, setelah kuliah tahun 2000 di Jurusan Teknik Industri Universitas Atmajaya, Jogja, saya ikut paduan suara kampus. Ketika salah satu teve swasta mengadakan kontes Pop Star , saya ikut. Oleh jurinya, Imaniar, saya terpilih masuk 60 besar dari 1000 peserta. Sayang, saya tak masuk 20 besar.

Lalu membentuk grup vokal?

Oh, itu awalnya karena saya suka karaoke. Teman-teman suka lagu Mandarin. Padahal saya benci karena enggak tahu artinya. Tapi mereka terus mengajak, jadi saya terpaksa belajar lagu-lagu Mandarin. Agar bisa menghayati, saya tanya ke Papa arti dari syair-syairnya. Sejak itu, kalau ada teman Papa menikah, saya diundang nyanyi gratisan.

Tahun 2000, terbentuk grup Jogja Voice bimbingan Pak Adi. Undangan menyanyi secara profesional bersama grup sudah saya lakoni di wilayah Jogja, Semarang, Magelang. Tapi aktivitas itu terhenti karena tahun 2005 saya diterima kerja di Kudus. Agak menyesal, sih, soalnya grup kami mulai laku di teve.

Selain bersuara merdu, pintar mencairkan suasana di acara pernikahan juga merupakan kemahiran Ming Ming. (Foto: Dok Pri)

Lalu?

Hidup di lingkungan baru di Kudus bikin saya tak kerasan. Pukul 20.00, semua toko sudah tutup. Lalu teman yang mengajak saja aktif berkegiatan di gereja, GKM Indonesia Kenari Kudus. Saya menemukan kumpulan orang yang sering menyanyi secara profesional. Antara lain penyanyi senior Lenny Wijaya. Jadilah saya aktif melakukan pelayanan di gereja. Suatu kali saya diajak teman menyanyi di acara wedding . Saya dibayar Rp 150 ribu. Di saat yang sama saya juga menyanyi bersama Lenny Wijaya.

Jadi MC pernikahan juga?

Iya. Karena sering bertemu Lenny Wijaya, saya diajari cara ngemsi karena Cik Lenny pandai ngemsi . Saya pelajari cara dia membawakan acara. Saya lalu mulai ngemsi . Sebab di Kudus orang yang menggeluti dunia MC masih terbatas. Suatu kali di tahun 2006 saya dapat job menyanyi di sebuah hotel di Kudus. Tanpa disangka, malam itu saya juga diminta jadi MC. Wah, sebenarnya saya tak siap. Tapi karena sudah terlanjur di lokasi, akhirnya ngemsi dengan gaya saya, termasuk mengajak rekan duet nyanyi asal Semarang, Indah.

Bagaimana membagi waktu antara kerja dan nyanyi?

Biasanya saya dapat job  di hari Sabtu dan Minggu. Jadi tak mengganggu jadwal kerja. Orang kantor juga sudah tahu, kok. Malah pas ada acara-acara intern, saya suka diminta jadi MC dan nyanyi, tapi gratisan. Ini loyalitas saja, ha..ha..ha...

Kini, Ming Ming dan Nancy siap menerima banyak tawaran menjadi wedding singer, terutama dari kalangan keturunan Tionghoa. (Foto: Dok Pri)

Istri penyanyi juga?

Awalnya tidak. Nancy, istri saya, aktivis gereja GMNI Kenari Kudus dan bekerja sebagai tenaga administrasi engenering di pabrik rokok. Tapi sejak 2011 ini kami mulai menganyi dan ngemsi bersama dengan honor masing-masing. Saya beruntung Nancy pintar berbahasa Inggris karena dia lulusan terbaik Universitas Sanatha Dharma, Yogyakarta.

Keterampilannya itu membantu sekali karier ngemsi saya, yang dituntut menguasai trilingual Indonesia-Mandarin-Inggris. Karena itu sekarang saya mengajak istri ngemsi dan duet nyanyi. Kalau ada job , anak kami, Jason, dititipkan ke Omanya di Kudus. Oh ya, saya ketemu Nancy di Kudus. Dikenalkan teman sesama aktivis gereja. Kenalan Agustus 2005, menikah tahun 2008.

Punya WO juga, ya?

Iya, soalnya Nancy tak setuju saya sudah nyanyi, ngemsi , dan diminta mengurus acaranya pula, tapi dengan honor cuma sebagai MC dan penyanyi. Karena itu kami buat WO sekalian.

Masih memberi pelayanan di gereja?

Semetara ini off  dulu. Sebelumnya saya aktif pelayanan di Worship Leader. Tapi sekarang hanya Nancy saja yang aktif. Pernah, saya sedang memberi pelayanan, Jason ikut naik panggung dan minta digendong. Nancy sampai bersimpuh minta Jason turun tapi tak mau. Akhirnya jadi bahan tertawaan. Sampai sekarang Nancy aktif di Tambourine.

Tak ada order menyanyi di malam Natal?

Sebenarnya saya ada job ngemsi di gereja, tapi terpaksa saya tolak karena Jason belum bisa diajak kerja sama setiap saya naik panggung. Jason maunya saya temani terus, ha ha ha... Jadi di hari Natal nanti kami memilih liburan ke Malang bersama keluarga besar, lalu merayakan tahun baru di Jogja.

 Rini Sulistyati

Dilihat : 792 orang
  • Rating :
  • 2.5/5 (368 votes)
blog comments powered by Disqus




Copyright © Tabloid Nova , All Rights Reserved 2012