Peristiwa

Sediakan Jasa Masak dan Cabut Duri Ikan
Yuk, Berwisata Ke Pemancingan!
Sabtu, 25 Juni 2011
Kolam Mancing

Selain kolam pemancingan, Delta Fishing juga dilengkapi fasilitas permainan anak. Sepeda air ini salah satunya (Foto: Gandhi Wasono M)

Ketika mata kail Sang Ayah bergerak-gerak, Si Bocah langsung melompat girang. “Wow, itu ikannya sudah ketangkap! Hati-hati Ayah jangan sampai lepas,” pekiknya takjub melihat seekor ikan bandeng menggelepar-gelepar di ujung mata pancing.

Siapa bilang memancing itu kegiatan yang membosankan dan identik dengan dunianya kaum lelaki? Di Sidoarjo, beberapa lokasi pemancingan dijamin membuat istri dan buah hati betah berlama-lama. Dilengkapi dengan fasilitas bermain anak, tempat makan, plus jasa memasak hasil tangkapan.

Salah satunya, di sebuah tambak ikan yang dijadikan kolam pemancingan di Desa Kalanganyar, Sedati, Sidoarjo (Jatim). Siang itu, panas matahari terasa menyengat. Namun, tak mengurangi semangat ratusan pemancing melakukan aktivitasnya. Untuk mengurangi panas sengatan matahari, mereka duduk di bawah peneduh yang mengitari bibir kolam. Yang berbeda, para pemancing itu tidak sendirian, banyak di antara mereka justru didampingi oleh istri dan anak yang masih kecil-kecil.

Wahyudi dan Istri

“Daripada ke mal, lebih baik ke pemancingan. Murah, seru dan menyenangkan buat anak,” papar Wahyudi diamini istri (Foto: Gandhi)

Murah & Seru

Wahyudi (30) salah seorang pemancing mengakui, dulu dirinya yang hobi berat memancing itu selalu sendiri melakoni hobinya. “Justru kalau anak istri diajak kan kasihan, apa mereka tidak bosan mendampingi berjam-jam,” kata lelaki asal Jateng tersebut. Namun, sekali waktu Wahyudi mengajak istri dan anaknya ke lokasi pemancingan, “Eh, enggak tahunya istri saya senang juga. Kebetulan deh, saya bisa menyalurkan hobi sambil didampingi keluarga,” ucapnya yang tinggal di Wedoro, Sidoarjo. Yanti (28), istri Wahyudi mengaku senang dengan suasana alam di lokasi pemancingan. “Daripada ke mal, lebih baik ke kolam pancing. Murah tapi menyenangkan.” Kelebihan lain, sambungnya, ikan hasil tangkapan bisa dimasak di tempat atau dibawa pulang untuk dibagikan ke tetangga.

Cerita serupa juga dirasakan Bambang. Bapak seorang anak yang tinggal di Jalan Bendul Merisi, Surabaya, ini kerap memboyong teman dan keluarganya ke tempat mancing. Suasana bertambah meriah karena masing-masing temannya juga membawa keluarga masing-masing. “Selesai memancing, ikannya dimasak di tempat dan dimakan bareng. Seru sekali,” kisahnya antusias.

Lesehan

Usai dibakar, ikan pun bisa disantap di tempat bersama keluarga dan teman. Hm, nikmat! (Foto: Gandhi)

Konsep Keluarga

Beragam kolam pancing yang tersebar di Desa Kalanganyar ini memang memiliki keunggulan dalam fasilitas. Mulai dari jasa pembakaran ikan hasil tangkapan, tempat makan yang bersih, hingga menu makanan dan minuman.

Salah satunya, pemancingan Gemilang 2 milik Darsono. Awalnya, kolam pancingnya adalah tambak biasa. Tahun 2007 sang pemilik merombak konsepnya. Bukan sekadar sebagai tambak ikan, tetapi bisa dijadikan lokasi wisata. “Maka keluarlah ide untuk membuat tambak ini sebagai kolam pemancingan. Kami yakin kalau dikelola dengan baik, maka pasti bisa dijadikan sarana hiburan murah tapi menyenangkan,” imbuh Darsono.

Untuk mengentalkan konsep wisata, pemancingan dibuat senyaman mungkin. misalnya, di tepi tambak didirikan bangunan-bangunan dan tempat duduk agar para pemancing terlindung dari sengatan panas matahari. Agar para pemancing bersemangat, di tambaknya sengaja dilepas ikan-ikan bandeng ukuran besar yang siap masak.

Selesai memancing, ikan tangkapan ditimbang dan dihargai per kilogramnya. “Kami mematok harga Rp 20 ribu untuk per kilogram ikan bandeng,” jelas Darsono yang di kolamnya khusus ditebari ikan bandeng saja.

Ternyata usaha Darsono berbuah manis. Kolamnya ramai dikunjungi. Darsono pun tak berpuas diri. ia justru melebarkan konsep usahanya menjadi kolam pemancingan untuk keluarga. Salah satu caranya dengan mendirikan rumah-rumah untuk beristirahat, plus menyediakan jasa memasak ikan hasil tangkapan. Hasilnya? “Memang benar, sejak itu para pemancing datang berbondong-bondong memboyong keluarganya. Enak kan, setelah capek mancing, ikan segar langsung bisa dinikmati bersama di tempat.”

Bagaimana dengan biaya jasa memasak ikan? Ternyata, dihitung per ekor ikan bakar sebesar Rp 4.500. Jika ingin jasa cabut duri juga bisa, tinggal tambah Rp 2.500 per ekor. “Itu sudah termasuk sambal dan lalapan, tetapi belum termasuk nasi,” paparnya yang juga menyediakan persewaan kail serta umpan ikan.

Flying Fox

Flying fox, perahu bebek dan aneka permainan di area outbond menjadi salah satu kelebihan Delta Fishing (Foto: Gandhi)

Permainan Anak

Selain di Kalanganyar, pemancingan Delta Fishing (DF) di Desa Prasung Kec. Buduran, Sidoarjo juga memiliki konsep rekreasi keluarga. Di tempat seluas 2 hektar ini fasilitasnya pun cukup lengkap. Berbeda dengan kolam milik Darsono, di sini kolam diisi berbagai jenis ikan mulai nila, gurame, patin, bawal hingga udang. Tersedia juga berbagai fasilitas permainan anak-anak, seperti lokasi outbond, flying fox, sepeda air hingga kolam renang. Ingin mengadakan pertemuan DF pun memiliki aula yang cukup besar.

Tak heran, meski berada jauh di pinggiran jantung Kota Sidoarjo, setiap hari terutama saat liburan, lokasi wisata dijejali pengunjung. “Hari raya (Idul Fitri) tahun lalu, sehari ada 10 ribu pengunjung yang datang kemari,” kata Atrica (21) pengelola DF yang mematok tiket masuk menggunakan sistem tiket terusan.

Atrica mengisahkan, DF baru dua tahun berdiri atas ide H. Chusnul Ghofur, pemilik DF, yang semula hanya ingin mendirikan lokasi pemancingan saja. Saat itu Chusnul menginginkan, bagaimana membuat pemancingan yang bersih, nyaman dan kolamnya berukuran besar. Setelah sukses, barulah Chusnul melengkapinya dengan fasilitas outbond yang tersedia dalam berbagai paket dengan panduan seorang instruktur.

Untuk makanan, restoran yang ada di tepian kolam pancing juga menyediakan berbagai makanan dan minuman, termasuk menerima jasa pengorengan atau bakar ikan untuk dinikmati disana. “Pokoknya kita berusaha bagaimana DF menjadi salah satu pilihan tempat hiburan yang murah dan meriah,” kata Atrica.

Syamsul (55) dari Sepanjang, Sidoarjo, sore itu sangat menikmati suasana DF. Ia datang memancing bersama keponakannya. Sambil lesehan dia asyik menunggu saat-saat umpannya termakan ikan. “Saya baru sekali ini datang, tapi rasanya menyenangkan,” ujarnya.

Gandhi Wasono M

Views : 1894

blog comments powered by Disqus
Polda Metro Jaya Gagalkan Perdagangan Perempuan di Malaysia
Tersinggung Diminta Bekerja, Suami Aniaya Istri
Kronologi Singkat Tindak Kekerasan Seksual di JIS
Nadya Hutagalung Ajak Masyarakat Tolak Gading Gajah
JIS Membenarkan William Vahey Mantan Guru
Izin Tinggal Tenaga Kerja Asing di JIS Akan Diselidiki
JIS Boleh Renovasi Kamar Mandi, Asal....
JIS Melakukan Pelanggaran Hukum Lain?
Mantan Guru di JIS Diduga Perkosa 90 Anak
Tersangka Pedofil Buronan FBI Pernah Jadi Guru di JIS
Kecaman untuk Dinda Makin Deras Mengalir di Media Sosial
Fenomena "Dinda", Cermin Kultur Kelas Menengah Saat ini
AW, Tersangka Kekerasan Seksual Dikenal Taat Beribadah
Akhirnya Dinda Minta Maaf
Pengamat: Berhentilah Menghujat Dinda!
JIS Tutupi Tindak Kekerasan Seksual di Sekolahnya?
Kasus Kekerasan Seksual di JIS Tarik Perhatian Seleb
Dugaan Korban Lain Selain AK Memang Benar?
Sudah Dilaporkan Polisi, Mahasiswa Kepolisian Ini Masih Saja Selingkuh
Orangtua AK Mendatangi Polda Metro Jaya
Powered by eZ Publish™ CMS Open Source Web Content Management. Copyright © 1999-2010 eZ Systems AS (except where otherwise noted). All rights reserved.