Peristiwa

Titip Barang Hingga Burung (2)
Sabtu, 19 September 2009
titip 4.ok

Bersama adiknya, Aep, Wawan menggeluti bisnis penitipan peliharaan ini sejak 10 tahun lalu.

Burung & Iguana
Bagaimana dengan hewan peliharaan selain kucing dan anjing? Enggak usah khawatir! Wawan (42), pemilik kios hewan di Pasar Burung Barito, tiap menjelang Lebaran menerima penitipan iguana, kucing, kelinci, juga burung. Pemilik usaha One Pet Shop ini, sudah sejak 10 tahun lalu menerima jasa titip hewan peliharaan.

Tempat penitipan milik Wawan berada di rumahnya, daerah Kreo, Ciledug. “Di tanah sekitar 150 m2, saya mendirikan sekitar 100 kandang untuk kucing dan penuh terisi pada hari H-5 sampai H+2 Lebaran. Kalau burung, biasanya kandang mereka sudah disiapkan langsung oleh pemiliknya.”

Titip kucing, dikenakan biaya Rp 50 ribu per hari. Sementara iguana Rp 20 ribu dan burung Rp10 ribu per hari. Biaya penitipan sudah termasuk makanan dan perawatan. “Alhamdulillah, omzet penitipan ini bisa mencapai Rp 10 juta. Lumayan, kan, buat tambah-tambah belanja Lebaran.”

Soal perawatan, Wawan mengaku kesulitan merawat kucing. Apalagi kalau sakit. “Mau tidak mau harus saya bawa ke dokter hewan. Saya juga sebisa mungkin tidak menerima titipan kucing ras Sphinx. Harganya sangat tinggi, jadi risikonya juga tinggi. Ya, daripada ada apa-apa, mending saya enggak terima. Kalau burung dan iguana, sih, sangat mudah perawatannya,” kata bapak seorang putri ini.

Salah satu pelanggan setia Wawan adalah warga asli Belanda yang selalu menitipkan 20 kucingnya menjelang Lebaran. “Biasanya saya kasih harganya borongan. Sekitar Rp 3 juta untuk 7-10 hari. Ada juga pelanggan asal dari Malaysia dan Filipina. Kalau orang kita (Indonesia. Red.) jarang.”

Saat Lebaran, umumnya Wawan mendapat titipan 4 ekor iguana, burung 40 ekor, dan kucing di atas 50 ekor. “Alhamdulillah, selama ini belum pernah dapat komplain dari pelanggan. Belum pernah juga ada hewan yang mati saat dititipkan ke saya. Paling cuma sakit. Biasanya, karena si hewan stres atau kangen sama tuannya.”

Titip Bisa, Gadai Silakan
Pegadaian dengan motto Mengatasi Masalah Tanpa Masalah,

titip 5.ok

Sama halnya seperti manusia, binatang juga bisa stres jika harus beradaptasi lagi di lingkungan baru.

memberi solusi pada mereka untuk menggadaikan barang berharganya. “Kalau Pegadaian yang ada di Jakarta, kebanyakan tidak memberikan Jasa Titip. Pun kalau ada, hanya di Pegadaian cabang Jatinegara. Jasa Titip ini biasanya hanya ada di luar Jakarta yang banyak mahasiswanya, seperti Yogyakarta dan Bandung. Umumnya para mahasiswa menitipkan motor atau komputernya karena takut hilang selagi ditinggal pulang kampung,” ujar Haman H, Asisten Manajer Pegadaian Cabang Pasar Minggu, Jaksel.

Biaya Jasa Titip ditentukan berdasar nilai taksiran barang itu sendiri. “Minimal Rp 5 ribu per 15 hari dan maksimalnya disesuaikan nilai taksiran barang. Cara menaksir barangnya sama seperti kalau ingin menggadaikan.

Kata Maman, konsumen di Jakarta lebih senang menggadaikan barang berharganya karena uangnya bisa dimanfaatkan memenuhi kebutuhan hari raya. “Apalagi bunga yang diberikan pegadaian juga sangat ringan.” Usai Lebaran, begitu dapat rezeki, barang yang digadaikan bisa ditebus kembali. Asyik, kan?
Ester Sondang

Views : 1756

Artikel Terkait
blog comments powered by Disqus
Bandar Judi Online Beromset Milyaran Rupiah Ditangkap
Polda Metro Jaya Ungkap Penipuan Kupon Berhadiah
Kapal Ziarah Tenggelam di Flores, 7 Orang Tewas
AW, Tersangka Kekerasan Seksual Dikenal Taat Beribadah
Keluarga Tak Yakin AW Terlibat Kasus Kekerasan Seksual
Sudah Dilaporkan Polisi, Mahasiswa Kepolisian Ini Masih Saja Selingkuh
Akhirnya Dinda Minta Maaf
Kasus Kekerasan Seksual di JIS Tarik Perhatian Seleb
Orangtua AK Mendatangi Polda Metro Jaya
Belum Ada Laporan Lain Menyusul AK
AK Diduga Menjadi Korban Sejak Februari
Tersangka Wanita Bertugas Mengunci AK di Toilet
Murid TK Disodomi Petugas Kebersihan
Kecaman untuk Dinda Makin Deras Mengalir di Media Sosial
AK Jadi Enggan Memakai Celana
Polisi Periksa Intensif Pelaku Sodomi terhadap AK
Pembunuh Tukang Bakso Tertangkap
Fenomena "Dinda", Cermin Kultur Kelas Menengah Saat ini
Polisi Periksa Rekaman CCTV JIS
JIS Tutupi Tindak Kekerasan Seksual di Sekolahnya?
Powered by eZ Publish™ CMS Open Source Web Content Management. Copyright © 1999-2010 eZ Systems AS (except where otherwise noted). All rights reserved.