Print

Sabtu, 17 Desember 2011

Campak Jerman: Mudah Sembuh tapi Mudah Menular (2)

Foto: Getty Images

Tentang Virus Rubella

Virus rubella seringkali disandingkan dengan tiga virus lainnya yang biasa disebut TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalo Virus, dan Herpes). Keberadaan virus dan parasit ini berasal dari hewan yang berada di sekitar kita, seperti ayam, kucing, burung, tikus, merpati, kambing, sapi, anjing, babi, dan lain-lain. Meskipun tidak secara langsung menjangkiti manusia, virus ini bisa “datang” melalui perantara (tidak langsung), misalnya sayuran, daging setengah matang, udara, dan lain sebagainya.

Rubella adalah salah satu golongan virus yang dapat menginfeksi janin dalam kandungan. Efek yang ditimbulkan sama dengan toxoplasma, tapi pada rubella dapat menyebabkan katarak bawaan (jika ibu terinfeksi virus rubella). Virus rubella yang juga salah satu faktor penyebab campak Jerman, juga bisa menimbulkan kerusakan otak atau pengapuran pada otak, bibir sumbing, tuna rungu dan sulit bicara. Maka, ketika anak Anda mengeluh matanya sakit, jangan segera menyimpulkan ini dikarenakan anak terlalu sering menonton televisi. Sebab bisa saja kebutaan disebabkan oleh infeksi TORCH.

Selain menghindari kontak dengan penderita TORCH, salah satu cara menghindari virus dan parasit ini adalah dengan menggunakan sarung tangan setiap kali Anda membersihkan kotoran binatang peliharaan dan selalu menjaga kebersihan tangan sebelum makan. Juga, menghindari makanan yang dimasak setengah matang atau half-cooked. Jadi, ketika mengolah makanan, usahakan suhu minimal 70 derajat Celsius selama 10 menit agar virus rubella bisa mati.

Atasi dengan Imunisasi MMR

Campak Jerman pada anak tidak memerlukan perawatan khusus dan dapat sembuh secara spontan (swa-sirna). Pada umumnya, pasien cukup dirawat di rumah dan hanya membutuhkan obat demam jika suhu badannya sangat tinggi. Pasien juga bisa tetap mandi seperti biasa. Dan yang terpenting, pasien harus mengupayakan istirahat yang cukup dan makan makanan yang bergizi agar daya tahan tubuhnya tetap terjaga baik sehingga dapat melawan infeksi virusnya.

Namun meski mudah disembuhkan, campak Jerman ternyata bisa menular antarmanusia secara langsung atau melalui percikan cairan tenggorok dari pengidap. Apalagi proses penularan (virus rubella) biasanya terjadi beberapa hari sebelum dan seminggu setelah ruam muncul.

Oleh karena itu, kalau anak Anda menderita campak Jerman, usahakan agar anak tidak masuk sekolah hingga tujuh hari terhitung sejak awal munculnya bercak agar tidak menularkan penyakit ini terhadap orang lain.

Bayi yang terlahir dengan rubella congenital juga berisiko tinggi menulari orang di sekitarnya sampai dengan bayi berusia satu tahun. Yang harus diwaspadai adalah betapa mudahnya ibu hamil dan bayi atau anak-anak tertular penyakit ini. Maka, sekali lagi, ketika Anda mengetahui terdapat orang yang sedang menderita campak Jerman, bayi dan anak-anak serta ibu hamil diupayakan untuk tidak kontak langsung dengan penderita. Ingat, virus ini mudah sekali menyebar melalui kontaminasi dari udara dan makanan.

Risiko terkena penyakit campak jerman bisa dihindari dan dikurangi. Salah satunya dengan imunisasi MMR (Measles, Mumps, Rubella). Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan agar pemberian imunisasi MMR diberikan pada anak di usia 15 bulan dan diulang kemudian pada usia 5-7 tahun.

 Ester/Dari Berbagai Sumber

Dilihat : 2181 orang
  • Rating :
  • 3/5 (89 votes)
blog comments powered by Disqus




Copyright © Tabloid Nova , All Rights Reserved 2012