Print

Kamis, 26 Januari 2012

Bahaya Tali Pusat yang Tidak Terawat (2)

Foto: Getty Images

Menjemur Bayi

Menjemur bayi sangat disarankan dilakukan sejak bayi lahir, dengan lama bervariasi antara 15-30 menit. Tujuan menjemur bayi adalah supaya bayi mendapatkan vitamin D yang penting bagi tulang bayi. Berhubung jumlah vitamin D pada ASI tidak terlalu mencukupi, maka bayi memang disarankan untuk dijemur. Selain itu, menjemur bayi juga bisa membantu mempercepat hilangnya kuning pada bayi.

Menyisir Rambut Bayi

Tidak ada studi yang menunjukkan bahwa rambut bayi harus dipotong (dicukur) agar bisa tumbuh lebat dan subur. Mitos yang beredar selama ini, orangtua selalu menganggap rambut bayi harus dicukup agar bisa tumbuh lebat. Dicukur atau tidak, rambut bayi akan berganti sendiri. Secara alamiah, rambut akan rontok dan berganti sendiri. Untuk menyisir rambut bayi, sebaiknya gunakan sisir khusus untuk bayi.

Bayi Muntah  

Harus dibedakan antara muntah dan gumoh . Diartikan sebagai gumoh  jika bentuk muntahan bayi keluarnya tidak menyemprot dan hanya mengalir. Ini terjadi karena isi lambung  keluar dan mengalir keluar melalui mulut.

Gumoh biasa terjadi pada bayi di bawah usia tiga bulan yang tidak disendawakan atau disendawakan kurang lama. Untuk menangani gumoh  yang normal, cukup disendawakan dan diposisikan sedemikian rupa untuk mempercepat penurunan isi lambung. Sesekali gumoh  sebenarnya wajar, tapi kalau gumohnya terlalu sering, misalnya lebih dari 10 kali dalam sehari, tentu tidak wajar juga. Bisa jadi bayi mengalami GERD (gastroesophageal reflux disease ) yang membutuhkan konsultasi atau penanganan lebih lanjut.

Sementara muntah yang harus diwaspadai dan bisa dibilang tidak wajar adalah muntah yang berwarna hijau dan menyemprot. Ini tidak wajar dan harus segera ditangani karena kemungkinan besar ada sumbatan pada saluran pencernaan. Misalnya, malrotasi (usus melilit) atau juga invaginasi. Muntah seperti ini biasanya timbul pada bayi baru lahir atau bayi di bawah enam bulan.

Mewaspadai BAB Bayi

Normal atau tidaknya buang air besar (BAB) bayi tergantung salah satunya dari susu yang ia minum. Jika anak hanya minum ASI eksklusif, maka range  BAB yang normal adalah 8 kali sehari atau 8 hari sekali. Yang penting tidak ada keluhan lain. Tapi, jika bayi minum susu formula, sebaiknya setiap hari BAB, paling lama 3 hari sekali. Kalau bayi BAB lebih dari 3 kali sehari, bisa jadi susunya kurang cocok.

Kualitas feses juga harus diwapadai. Bentuk feses yang bagus seharusnya seperti bubur, bulat-bulat padat, atau lancip dengan permukaan licin. Bentuk feses yang kurang bagus adalah yang berlekuk-lekuk atau sangat cair. Sementara warna feses yang bagus adalah cokelat. Selain itu, orangtua harus segera berkonsultasi kepada dokter jika feses berwarna seperti dempul untuk mencari tahu kemungkinan levernya bermasalah. Namun feses berwarna hijau atau kuning tidak masalah dan biasanya karena makanan.

Memilih Popok

Pada prinsipnya, popok (baik popok kain atau popok sekali pakai/diaper) harus terbuat dari bahan yang mampu menyerap air. Jadi, permukaan atas harus selalu kering. Pasalnya, jika tidak kering, akan menyebabkan iritasi di daerah selangkangan dan daerah kemaluan bayi.

Sebetulnya, bayi tidak dipakaikan popok justru lebih bagus. Masalahnya, kebanyakan orangtua tidak mau repot mengganti mengganti popok setiap 1-2 jam. Dr. Elizabeth menyarankan, pada malam hari  sebaiknya memakai popok yang menyerap air (diaper), sementara siang hari bisa memakai popok kain. Pasalnya, jika bayi sering terbangun di malam hari, maka perkembangan otaknya bisa terganggu.

 Hasto Prianggoro

Dilihat : 1161 orang
  • Rating :
  • 1/5 (5 votes)
blog comments powered by Disqus




Copyright © Tabloid Nova , All Rights Reserved 2012