Jumat, 11 Desember 2009
STOP Memojokkan Diri Sendiri! (1)
Mereka yang merendahkan diri sendiri sebenarnya menegaskan, “Tidak usah repot-repot memojokkan saya. Toh, saya sudah memojokkan diri sendiri. Malah sudah lebih keras ketimbang yang dilakukan orang lain.” Bukan itu saja, mereka juga menciptakan suasana menyakitakan dengan mempertajam kritik pada diri sendiri. Suatu saat, bukan tak mungkin orang seperti ini berusaha membuat masalah mereka tampak begitu besar sehingga rasanya tidak ada harapan untuk mengusahakan perubahan.
Selain menimbulkan kepedihan atau kesal, rasa kesakitan itu sering dibenam dan dimunculkan dalam bentuk lain, sebagai suatu gejala. Misalnya, ada yang disebut gejala konversi, di mana suatu bagian tubuh secara simbolik terkena, seperti ibaratnya menjadi buta dan bukannya “melihat” hal-hal yang menyakitkan. Gejala-gejala yang mungkin muncul bisa merupakan sebuah daftar panjang.
Threes/Dok. NOVA
