Sabtu, 29 Agustus 2009
Anggapan Keliru Hambat Wanita jadi Pemimpin (2)
4. Wanita merasa dunia sebagai tempat menakutkan
Sudah begitu banyak laporan mengenai kekerasan pada wanita, mulai dari pelecehan sampai pemaksaan seksual. Sejak kecil, seorang anak perempuan selalu diberi kesan bahwa mereka tidak aman di dunia ini, sehingga pesan yang keluar adalah bahwa mereka harus memandang dirinya lemah dan dependen (tergantung). Tentunya sikap berhati-hati seperti itu masuk akal, tapi wanita sebaiknya dibimbing dan dilatih untuk bisa mengatasi situasi tersebut ketimbang menimbulkan anggapan lemah dan dependen.
5. Wanita butuh lelaki untuk melindunginya
Kepada kita sering diajarkan bahwa baik wanita dan pria butuh lawan jenis sebagai pasangan, dimana pria ditempatkan sebagai pencari uang dan pelindung, sedang wanita sebagai perawat. Hal ini didasarkan pada stereotipe bahwa wanita adalah makhluk yang lemah yang tidak dapat melindungi dirinya sendiri. Anggapan ini menyebabkan banyak wanita yang begitu tergantung pada pria. Pada lingkungan kerja, banyak wanita yang menyingkir bila rekan pria-nya -terutama yang lebih senior- datang mengambil alih. Contoh kecil yang sering terjadi di rumah adalah pria-lah yang memegang dan mengendalikan perangkat kendali jarak jauh teve.
6. Wanita bukanlah pemimpin
Ini jelas tidak menempatkan wanita sebagai orang terdepan, aktor utama, melainkan sebagai pendukung. Anak perempuan biasanya didorong menjadi orang rumahan dan dilarang untuk melakukan "permainan lelaki". Kalau tidak mereka akan di cap tomboi, dan akan terus digoda sampai ia mau menghentikan permainannya. Wanita yang berlaku tegas dan terbuka justru akan dianggap bossy, pemaksa, atau lebih buruk lagi. Padahal, menurut seorang kepala sekolah di Inggris, jika prestasi yang dijadikan ukuran untuk jadi ketua kelas, maka hampir semua ketua kelas adalah murid perempuan. Namun, hal itu tak terwujud karena sekolah mempertahankan kuota separuh anak perempuan dan separuh anak lelaki untuk jabatan ketua kelas.
Kiriman: Bernard Silalahi, S.Psi/dari berbagai sumber.
