Print

Jumat, 6 Mei 2011

Trik Meminta Kenaikan Gaji (2)

Foto: Agus Dwianto

Agar Terkabul

Sebenarnya, tak ada tips khusus agar kenaikan gaji dikabulkan, namun, Menurut Niki, ada 4 hal yang perlu diperhatikan:

1. Peka dan pintar memilih waktu yang tepat untuk mengajukan permohonan kenaikan gaji pada atasan. Misalnya, pada saat Anda sukses menyelesaikan tugas penting. Pada saat seperti ini, atasan bersikap lebih terbuka. Juga, jangan memilih hari pertama dan akhir kerja karena ini adalah saat-saat sibuk atasan.

2. Jaga emosi dan tetap tenang saat negosiasi kenaikan gaji. Yang biasanya terjadi, banyak karyawan tidak mampu menjaga emosinya ketika berhadapan dengan atasan, sehingga berakhir frustasi dan sakit hati ketika ditolak.

3. Jadikan faktor kinerja sebagai dasar permintaan kenaikan gaji. Anda juga perlu sampaikan komitmen dan kontribusi Anda ke depan bagi tim kerja dan perusahaan. Sampaikan yang pantas Anda terima, bukan yang Anda butuhkan (tentu berdasarkan pada hasil kinerja selama bekerja).

4. Tetap realistis apabila semua upaya sudah dilakukan secara maksimal namun hasilnya tidak sesuai harapan. Tanyakan alasannya dan mintalah komitmen bahwa permintaan Anda akan dikabulkan segera bila kondisi perusahaan memungkinkan.

Jika atasan/perusahaan memberikan alasan yang tidak pasti, Anda mungkin perlu mempertimbangkan kemungkinan perusahaan tidak menghargai Anda sebaik Anda menghargai diri Anda sendiri. Mungkin inilah saat yang tepat untuk melangkah ke perusahaan lain.

Yang Perlu Disiapkan

Berikut beberapa hal yang perlu disiapkan pada saat meminta kenaikan gaji, seperti disampaikan Niki:

1. Kumpulkan informasi

Tanyakan kepada atasan ketentuan-ketentuan/syarat yang harus dipenuhi agar karyawan mendapatkan peluang untuk kenaikan gaji.

2. Lakukan survei

Cari tahu berapa besar gaji atau benefit yang diperoleh karyawan dengan jabatan/posisi yang sama dengan Anda di perusahaan lain yang sejenis yang mempunyai latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, dan tanggung jawab serta wewenang yang sama dengan posisi Anda saat ini.

Bisa jadi, perusahaan Anda tidak memberikan gaji yang besar, namun memberikan benefit lain yang tidak ada di perusahaan lain, seperti asuransi kesehatan, program pensiun, situasi kerja yang kondusif, program kepemilikan mobil, rumah, dan sebagainya. Ini juga mesti Anda pertimbangkan sebelum berniat meminta kenaikan gaji.

3. Evaluasi kondisi keuangan perusahaan

Perhatikan kesehatan keuangan perusahaan saat ini. Terkadang, apa yang tampak di permukaan tidak menunjukkan keadaan yang sesungguhnya. Tidaklah tepat meminta kenaikan gaji pada saat kondisi perusahaan sedang krisis. Andaipun perusahaan mendapatkan keuntungan, tidak serta merta gaji karyawan bisa dinaikkan segera, karena adanya sistem keuangan yang berlaku. Misalnya, permintaan kenaikan gaji Anda disetujui, tapi tidak akan melebihi grade pengggajian pada posisi Anda saat ini.

4. Lihat performa atau kinerja Anda

Ini adalah bagian yang paling penting. Perhatikan kinerja Anda sampai saat ini dan bandingkan dengan tuntutan kerja yang ada. Masih kurangkah? Cukupkah? Atau, sudah memenuhi bahkan melewati tuntutan perusahaan? Jika sudah memenuhi, langkah selanjutnya adalah membuat strategi permohonan kenaikan gaji kepada atasan Anda.

5. Cari saat yang tepat

Carilah waktu yang tepat untuk datang ke atasan dan membicarakan permohonan kenaikan gaji, sekaligus mintalah feedback terhadap hasil kinerja Anda. Karena ini sesuatu yang serius, sebaiknya jangan membicarakannya sambil lalu, seperti di telepon, via e-mail atau saat istirahat. Buatlah janji pada saat atasan tidak sedang sibuk dikejar tenggat waktu untuk laporan kerja. Juga, tunggulah sampai masa kerja cukup dapat dinilai atasan (minimal 6 bulan).

 Hasto Prianggoro

Dilihat : 1454 orang
  • Rating :
  • 3/5 (13 votes)
blog comments powered by Disqus




Copyright © Tabloid Nova , All Rights Reserved 2012