Minggu, 13 Desember 2009
Sudah Menganggur, Tak Berjodoh Pula
Bu Rieny yang terhormat,
Dalam usia 25 tahun saya dapat menjadi insiyur dan kembali ke kota kelahiran setelah merantau 5 tahun untuk sekolah. Di kota asal saya dapati teman-teman yang saya kenal sudah tidak tinggal di sekitar saya lagi. Sementara yang masih ada juga sudah menjadi ibu beberapa anak. Kini saya dalam keadaan menganggur, belum dapat pekerjaan, saya juga tidak punya pacar,Bu.
Minta dicarikan jodoh pun rasanya gengsi benar sehingga saya lebih banyak memendam saja perasaan saya. Saya bukannya tidak berupaya mencari kerja, Bu. Tetapi belum ada panggilan untuk saya. Sementara saya mulai tak yakin tentang bagaimana cara agar saya mendapat jodoh. Kedua kakak sudah menikah, Bu. Sementara adik saya sudah bekerja dengan mapan sehingga punya uang sendiri. Bayangkan, bagaimana perasaan saya, Bu. Memang, sih, orang tua tak mengatakan apa-apa. Tetapi saya saja yang merasa tidak nyaman. Saya mohon saran dan pendapat Ibu. Terima kasih.
Nona Insiyur - di X
Nona Insiyur yang terhormat,
Saya hargai ketetapan hati Anda untuk tidak mau berpacaran. Tetapi dalam kaitan keinginan Anda untuk menikah, ini cukup menyulitkan, ya, karena saya yakin dalam keseharian Anda tentunya perilaku Anda “tidak menjurus” ke arah ini sehingga sukar diduga oleh lingkungan. Hemat saya, tidak apa-apa kalau Anda mulai bicara pada orang tua, Anda siap untuk menikah. Asalkan dengan pria yang seperti ini-itu, sesuai syarat yang Anda inginkan. Dengan demikian akan ada bantuan pula dari lingkungan untuk mencari pria yang juga sekeyakinan dengan Anda bahwa untuk menikah, tak perlu pacaran terlebih dahulu. Tanpa bantuan pihak ketiga (bisa orang tua, kakak, atau kerabat), saya kira Anda akan “sukar” menampilkan ini pada lingkungan, bukan?
Bila Anda menyampaikannya dengan lugas dan tidak menghiba-hiba atau malah “acuh-acuh butuh”, saya yakin lingkungan akan merasa senang dapat membantu Anda.
Pekerjaan? Sebaiknya memang jangan terlalu cepat putus asa dulu, ya, Non. Karena masalah Anda adalah masalah yang juga dialami oleh banyak angkatan kerja di Indonesia. Yang penting, jangan kurangi lingkup pergaulan Anda. Tetaplah keluar rumah dan berinteraksi dengan lingkungan. Walau itu berarti teman baru dan suasana baru! Dengan demikian dunia Anda sekaligus arah minta tak melulu berpusat pada diri sendiri. Anda pun akan tetap bersemangat menghadapi hidup ini. Salam hangat!
Oleh: Rieny Hasan
