Minggu, 24 April 2011
Si Penunda Pekerjaan (2)
Perfeksionis Rentan Prokastinasi
Yang mengejutkan, pribadi perfeksionis, umumnya lebih mudah terjerat sindroma prokrastinasi. Pasalnya ia kerap merasa pekerjaan kurang baik atau kurang bernilai sehingga memilih untuk tidak menyelesaikan pekerjaan tersebut. Dengan reaksi negatif dari lingkungan kerja, semakin meningkat pula kecenderungan menunda pekerjaan.
Jika Anda seorang yang perfeksionis, mulailah tanamkan pada diri Anda jika pekerjaan tak harus diselesaikan dengan sempurna. Tetapi, akan lebih baik jika pekerjaan selesai sesuai deadline. Dan ingat, tidak perlu memaksakan diri menyelesaikan pekerjaan yang sulit, jika hanya akan menyita waktu terlalu banyak.
Ambil Cuti
Sindroma prokrastinasi bisa disebabkan perasaan “tidak bisa” sebelum melakukan sehingga pekerjaan tidak pernah selesai. Jika Anda kerap dihinggapi perasaan tersebut akhir-akhir ini, mulailah mengambil jatah istirahat. “Kadangkala, cuti itu memang harus diambil demi meningkatkan produktivitas!” tandas Himawan
Ya, cuti memang kadang perlu diambil bukan hanya untuk mengistirahatkan badan tetapi juga untuk me-refresh dan meng-reorganize jadwal.
Selain itu, cuti bisa membuat orang bersemangat menyelesaikan pekerjaan sebelum deadline. Tak mau diganggu pekerjaan saat cuti, kan?
Konseling
Jika masalah penundaan pekerjaan membuat Anda kerap dihantu rasa cemas dan perusahaan yang menilai Anda kurang produktif, pertimbangkan untuk mencari bantuan ahli seperti psikolog atau konsultan karir.
JIka di perusahaan tempat Anda bekerja menyediakan jasa konseling, ajukan keinginan Anda sebelum terlambat. Umumnya konselor akan melakukan wawancara mendalam terhadap Anda untuk mencari sumber permasalahan. Permasalahan in bisa dari luar pekerjaan, seperti masalah rumah tangga dan sebagainya.
Dari wawancara tersebut, seseorang di arahkan untuk mengenali dan menyadari apa sumber permasalahan penundaan pekerjaan. Setelah permasalahan dirumuskan, baru dicari solusi bersama.
Laili Damayanti
Foto: Agus Dwianto
