Selasa, 14 September 2010
Nge-Tweet Aman di Kantor (2)
Jauhi urusan politik
Hindari komentar bernada politis atau yang berbau SARA. Anda tak pernah tahu bagaimana pandangan politik bos Anda, bukan? Bisa jadi, ternyata ia punya pandangan politik yang berlawanan dengan pandangan politik Anda, dan sangat tidak suka comment Anda.
Hal yang sama juga berlaku untuk urusan politik kantor. Jika terjadi kisruh antara Si A dengan bos, atau malah pada diri Anda, hindari mengumbarnya di dunia maya.
Hindari mengeluh soal pekerjaan
Seorang supervisor mendadak dipindahtugaskan ke bagian yang kurang nyaman buatnya. Selidik punya selidik, ternyata pemindahannya itu berkaitan dengan komentarnya di Facebook yang mengeluhkan kondisi di divisi tempatnya bekerja. Jadi, sekali lagi, tak perlulah "curhat" soal kerjaan di Facebook atau Twitter. Kalau mau curhat, langsung tatap muka saja dengan orang yang Anda percaya.
Update saat makan siang
Pasti ada di antara Anda yang sangat hobi meng-update status, bukan? Tapi, sebaiknya jangan terlalu sering meng-update status atau tweet . Atasan pasti akan bertanya-tanya, apa sebetulnya yang Anda lakukan sehingga setiap 10 menit sekali meng-update status? Kapan bekerjanya? Meng-update status sehari sekali rasanya cukup, misalnya pada saat makan siang, di mana jam-jam tersebut memang waktu bebas Anda.
Hati-hati membuat komen
Banyak hal sepele yang ternyata bisa berbuntut panjang manakala di-share
ke jejaring sosial. Jadi, ada baiknya Anda tak merespon status orang lain sembarangan. Menjadi pembaca setia rasanya cukup, ketimbang menerima risiko akibat komen Anda yang “salah.”
Ingat, Twitter dan Facebook bukanlah warung kopi, di mana Anda bisa mengeluarkan komentar seenak hati. Ya, sekalipun Anda berdalih jika situs-situs tadi adalah tempat “nyampah“ Anda. Masih banyak orang lain yang hidup di jejaring Anda dan mengamati setiap post yang Anda posting . Jangan sampai orang salah menilai Anda.
Hati-hati saat posting
Pertimbangkan matang-matang setiap kali Anda hendak memposting gambar atau komen. Pastikan juga siapa saja yang bisa mengakses apa yang Anda posting, karena mungkin saja apa yang Anda pajang menjadi konsumsi publik. Mungkin saja baik untuk saat ini, tapi bisa jadi buruk di kemudian hari. Berhati-hatilah juga saat berbagi gambar atau video. Jangan posting gambar dan video yang sifatnya pribadi kalau tak mau rugi di kemudian hari.
Hasto Prianggoro/berbagai sumber
