Print

Senin, 15 Februari 2010

Tanaman yang Pas di Patio

Foto: Romy Palar/NOVA

P atio saat ini menjadi alternatif lain bagi rumah yang tak memiliki cukup lahan untuk membuat taman di depan rumah.

Taman kering alias patio ini juga bisa dilengkapi dengan furnitur seperti meja dan kursi taman atau patung-patung air mancur. Bahkan, untuk patio yang lebih luas bisa dilengkapi dengan alat barbeque , kolam ikan, hingga kolam renang.

Di Pot Atau Di Tanah
Jika menginginkan kreasi patio yang paling murah dan sederhana, cukup letakkan pot tanaman atau pot air mancur mini yang sudah jadi pada area yang diinginkan.

Selain tanaman air seperti Papyrus , Melati Air, Typha , tanaman tropis yang mudah perawatannya, juga bisa dijadikan pilihan. Antara lain, Kuping Gajah atau sejenis Caladium (salah satu yang paling populer di antara tanaman tropis lain).

Jenis dari genus Alocasia ini memiliki daun besar dan berbentuk mirip hati atau kuping gajah. Tanaman ini kuat di daerah tropis dan memiliki bentuk daun yang indah. Kelebihan lainnya, tanaman ini dapat diletakkan di dalam pot pada taman kering dan mudah dipindah-pindahkan lokasinya, sehingga tidak monoton. Tanaman lainnya? Anthurium , Aglaonema , atau jenis Palem.

Ingin yang lebih alami? Letakkan tanaman langsung pada tanah (tertanam) di patio . Sebut saja Calathea , Heliconia , Pandan Bali, Sanseviera , Bromelia , dan lainnya.

Alternatif lain yang tak kalah menarik, jika groundcover (permukaan) tak ditanami rumput, pasang saja batu-batu koral atau kerikil dan batu alam sejenis batu candi acak.

Perhatikan Harmoni
Caranya, susun bebatuan secara harmonis. Bisa dengan tanaman atau dibentuk sedemikian rupa dengan pola yang tak monoton.

Yang juga perlu diperhatikan, sumber cahaya matahari harus bisa masuk ke dalam area patio, serta adanya pengaliran air yang baik. Sehingga aliran air hujan tak menggenangi area patio agar tidak banjir, apalagi sampai merusak pemandangan (view ) yang indah.

Agar terlihat makin indah, tanaman harus diatur sesuai konsep desain. Tanaman yang lebih tinggi diletakkan di posisi paling belakang. Misalnya, tanaman Heliconia bunga merah, Walisongo, dan Calathea .

Lalu, tanaman berukuran medium diletakkan di tengah-tengah, misalnya Sansiviera , Monstera , Marantha, atau Diffenbachia . Dan, yang kecil diletakkan di paling depan, misalnya Sirih Gading, Kucai Mini, dan Krokot. Nah, cantik, bukan?

Referensi Asri
Merasa perlu panduan nyata untuk membuat patio ? Taman kering yang dibuat langsung oleh Virlyta dan Ekky ini bisa dijadikan referensi.

Pasangan ini membangun patio di teras belakang rumah yang menyatu dengan ruangan lain di dalam rumah. Hasilnya, halaman belakang yang lebih luas daripada halaman depan membuat penghuni rumah lebih bebas bereksplorasi.

Taman belakang menyatu dengan ruang makan yang memang terletak di teras belakang. Keberadaan pintu dan jendela kaca berukuran besar memungkinkan si penghuni leluasa menikmati view di belakang rumah dari ruang keluarga.

Taman ini pun dapat dinikmati dari ruang tidur utama dan ruang tidur anak, karena jendela kedua ruangan tadi menghadap ke halaman belakang rumah.

Taman yang indah menjadi pemandangan yang segar bagi penghuni rumah, sehingga mampu menyejukan mata dan hati yang memandangnya. “Cahaya matahari masuk cukup banyak, karena halaman belakang rumah ini menghadap ke Timur,” tutur Virly yang juga berprofesi sebagai Arsitek Lansekap.

Pemilihan jenis tanaman pun lebih mudah, karena letaknya yang tak terlalu panas juga tak terlalu lembap, sehingga tanaman pun dapat tumbuh subur.

Pada bagian yang dekat dengan teras dibuat awning sepanjang 5 meter dan lebar 2 meter yang terbuat dari fibreglass . Agar lebih teduh dan tak terkena percikan air hujan.

Selain itu, di kala sedang panas terik, pada area rumput dapat dimanfaatkan anak-anak untuk bermain bola di taman.

LUCY MAULANA

Dilihat : 2275 orang
  • Rating :
  • 1.5/5 (90 votes)
blog comments powered by Disqus




Copyright © Tabloid Nova , All Rights Reserved 2012