Print

Kamis, 5 Januari 2012

Rumah Hijau di Iklim Tropis

Sesuaikan rancangan hunian dengan iklim setempat agar penghuni merasakan manfaat yang lebih maksimal.

Prinsip menyesuaikan hunian dengan iklim kerap diabaikan. Namun tidak demikian dengan Tan Tjiang Ay. Saat arsitek ini membangun sebuah hunian di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, dengan cermat ia menerapkan metode konstruksi yang efektif, alami, dan bersahaja. Tujuannya agar iklim tropis dapat diolah sebaik mungkin dan bermanfaat bagi penghuninya. Kelihaian Tan Tjiang Ay dalam mengolah lahan dan ruang di bangunan tropis ini layak menjadi inspirasi bagi rumah impian Anda. Terlebih ketika hunian ini juga menerapkan konsep green design .

Ramah Lingkungan

Aplikasikan dinding semen acian atau dinding kamprot tanpa cat untuk meminimalkan biaya bahan pada fasad bangunan. Dengan tujuan penghematan pula, rancangan jendela dan pintu dengan cermat dalam ukuran, bahan kusen, dan model yang sama. Tepi dinding, garis lantai, kusen-kusen pintu dan jendela diletakkan sejajar dalam satu garis lurus dari berbagai sudut pandang. Penempatan ini akan memaksimalkan aliran udara dari dalam ke luar atau sebaliknya (cross ventilation ).

Sementara di bagian teras, overstek sengaja didesain lebar dengan kemiringan lebar agar sesuai dengan titik jatuhnya air hujan ke rumput atau tempat penampungan air untuk meminimalkan tampias. Hunian ini juga memiliki jalur lintasan air hujan pada tepi bangunan dengan kemiringan yang memadai sehingga air mengalir lancar ke dalam tanah.

Lahan Hijau

Berapapun ukuran lahan yang Anda miliki, usahakan setidaknya 60 persen dari total lahan diperuntukkan bagi ruang terbuka hijau. Misalnya membuat taman atap atau green wall  bila tidak memungkinkan membuat taman horizontal. Penghijauan berlapis-lapis sebagai buffer  akan meredam hawa panas jika hunian menggunakan dinding kaca atau dinding solid yang tebal.

Apabila luas lahan mencukupi, tanami pohon-pohon besar dan kombinasikan dengan tumbuhan tropis atau tumbuhan berkarakter rimbun. Kanopi pada tumbuhan tropis berfungsi sebagai stabilator kelandaian tanah, menyaring cahaya matahari, dan menjadi paru-paru tambahan untuk memberikan oksigen bagi kesehatan paru-paru

Bila menggunakan lantai semen, beton atau paving block , selingi dengan tanah berumput. Atau gunakan paving block  yang bisa dimasukkan tanah dan rumput agar memudahkan penyerapan air hujan.

Ruang yang Efisien

Usahakan kamar tidur mendapatkan sirkulasi udara yang cukup dengan menempatkan jendela atau pintu mengarah ke ruang terbuka hijau. Kamar tidur sengaja dirancang secara efisien dengan ukuran secukupnya karena digunakan sesuai fungsinya yaitu untuk tidur. Sisa lahan dapat dimanfaatkan untuk penghijauan.

Untuk ruang keluarga, tempatkan pada area void  dengan ketinggian plafon di atas 3 meter dan maksimalkan penggunaan lantai mezanine . Jangan lupa untuk merancang banyak bukaan di area inti ini agar kumpul keluarga lebih nyaman dilakukan. Agar ruang tetap lapang, gunakan furnitur dan perangkat interior yang fungsional saja. Pastikan pula, furnitur tidak menutupi atau menghalangi bukaan. Sementara ruang makan sebaiknya diletakkan dekat dengan bukaan agar mendapatkan cahaya matahari dan udara segar.

Yuli Andyono, desainer interior & produk, Penulis buku jakarta furnishing guide (0818 894 849)  Lokasi: Kediaman di Kemang, Jakarta Selatan Foto: A. Putranto

Dilihat : 2684 orang
  • Rating :
  • 3/5 (132 votes)
blog comments powered by Disqus




Copyright © Tabloid Nova , All Rights Reserved 2012