Print

Rabu, 18 Januari 2012

Pergola Rindang dan Menyejukan (1)

Pengertian pergola sudah bergeser menjadi semacam pelindung dari sinar matahari, baik dengan tanaman rambat ataupun tidak (Foto: Adrianus Adrianto)

Pergola bisa membuat Anda tetap bisa menikmati hijau atau teduhnya tanaman di lahan yang terbatas. Kehadirannya juga akan menciptakan keindahan tersendiri.

Kata pergola berasal dari bahasa Italia, pergere , yang artinya berjalan atau melanjutkan, yang diwujudkan sebagai lorong panjang tembus pandang. “Pergola merupakan bagian rumah atau berdiri sendiri, dan biasanya berfungsi sebagai peneduh dengan ditumbuhi tanaman rambatan. Pergola biasa dibuat sebagai pelengkap dan pelindung dari panas matahari dengan menggunakan tanaman rambat untuk mengurangi panas,” jelas Probo Hindarto , arsitek dari astudio. Ya, meski tak selalu ada, pergola memang identik dengan kehadiran tanaman hias, khususnya yang merambat.

Pergola sebetulnya bukan merupakan bagian penting dari rumah, namun merupakan bagian tambahan yang bisa menambah estetika dan kekayaan suasana ruang di sekitar rumah. Pergola bisa berada di semua bagian rumah yang berupa taman, baik di depan, di samping, ataupun  di belakang rumah. Pergola juga bisa ditempatkan di lantai atas, misalnya sebagai perpanjangan teras atau balkon atas, sebagai tempat duduk-duduk di dak atas, dan sebagainya. Pergola bisa menjadi area bersantai yang nyaman. Di area itu bisa ditempatkan kursi untuk duduk sembari minum teh di sore hari, misalnya.

Lantas, apa sebetulnya fungsi utama dari sebuah pergola? Fungsi utama pergola, menurut Probo, adalah memberikan bayangan yang teduh di area rumah atau bangunan. Tujuannya untuk meneduhkan area berjalan atau area duduk outdoor . Pergola memberikan kesan alami, karena material yang digunakan biasanya dari kayu, meski material lain juga kerap dipakai. “Tapi, meskipun dibuat dari metal atau beton, pergola tetap memberikan kesan alami berkat tanaman rambat dan setidaknya kisi-kisi pembayangan yang menahan sinar matahari,” lanjut penulis buku 22 Ide dan Konsep Rumah Tinggal  ini.

Beda Dengan Kanopi

Banyak orang yang juga menyebut pergola dengan kanopi. Padahal, pergola berbeda dengan kanopi. Perbedaan pergola dengan kanopi terletak pada ide dasarnya. “Pergola merupakan atap tanaman rambat yang saat ini sudah agak bergeser pengertiannya menjadi semacam pelindung dari sinar matahari, baik dengan tanaman rambat ataupun tidak. Satu lagi, pergola seringkali merupakan pelindung dari panas matahari, namun tidak dari hujan, karena tidak memiliki penutup atap,” ujar Probo.

Sementara kanopi merupakan bagian bangunan yang menempel atau berdiri sendiri, biasanya tanpa lantai, dan berfungsi untuk melindungi dari panas dan hujan. Namun, saat ini, pergola seringkali juga dipakai untuk menyebut salah satu jenis kanopi. Jenis ini biasanya merupakan atap dengan kisi-kisi kayu atau besi dan tanaman rambat, tak jarang juga memakai atap polycarbonate .

Pergola sangat sesuai digunakan di Indonesia karena iklim negeri kita yang tropis dengan musim kemaraunya yang panas, sehingga sangat menyenangkan bila memiliki pergola sebagai bagian dari rumah. Desain pergola terutama adalah struktur yang dibuat dari kayu, logam atau beton dengan bagian yang bisa dirambati tanaman rambat. Pergola sesuai untuk area rumah yang berhubungan dengan ruang luar seperti perpanjangan teras depan, samping dan belakang, maupun pergola yang berdiri sendiri memayungi area duduk luar.

Pergola bisa melengkapi rumah dengan elemen estetis yang memperkuat kesan rumah tropis yang sejuk dan rindang. Pada dasarnya, material baik kayu, logam atau beton dibentuk sedemikian rupa untuk memberikan perlindungan transparan semacam atap, namun tidak tertutup dengan harapan sinar matahari masih bisa menembus disela selanya.

Kesan alami pergola muncul karena material yang digunakan biasanya dari kayu (Foto: Adrianus Adrianto)

Kayu Lebih Disuka

Pergola bisa dibuat dari struktur kayu, logam atau beton. Bila dibuat dari kayu biasanya merupakan pergola model tropis yang terlihat lebih alami daripada dibuat dari logam atau beton. “Desain dari material kayu biasanya juga digemari, karena bisa disesuaikan dengan kayu-kayu kusen pintu jendela rumah,” jelas arsitek yang juga pengasuh www.astudioarchitect.com .

Material kayu memiliki kelebihan, misalnya terlihat alami. Kekurangannya, harus benar-benar dipilih jenis kayu yang tahan cuaca seperti jati, merbau, ulin, dan sebagainya, sehingga tidak cepat lapuk mengingat pergola berada di luar ruangan dan terkena panas dan hujan. Material logam seperti besi hollow  dan stainless steel  memiliki kekuatan berupa kesan ramping, sehingga tidak perlu terlihat terlalu besar. Namun material logam harus dipilih dari yang tahan cuaca, setidaknya diberi finishing  cat dan pelapis yang tahan cuaca.

Material beton biasanya dipakai sebagai kolom-kolom yang bisa memberi kesan kokoh serta kesan ruang yang lebih kuat, namun kadang terlihat lebih membosankan dan biasa saja. Material lain seperti batu tempel, palimanan, batu candi bisa ditambahkan untuk kesan estetika yang lebih kuat pada dinding beton atau tembok pergola. Pergola bisa dibuat juga dengan kombinasi berbagai bahan, misalnya untuk kolom-kolom menggunakan beton, rangka kisi kisi bagian atasnya menggunakan kayu, serta ditambahkan kawat ram untuk rambatan tanaman.

 Hasto Prianggoro / bersambung

Dilihat : 2339 orang
  • Rating :
  • 3/5 (132 votes)
blog comments powered by Disqus




Copyright © Tabloid Nova , All Rights Reserved 2012