Selasa, 7 Februari 2012
Indonesia Fashion Week 2012 Fashion Untuk Semua Orang
Ini adalah event fashion terbesar dan Anda semua diundang!
Sepuluh tahun yang lalu dunia fashion hanya dinikmati oleh segelintir orang; apakah itu selebriti, pejabat maupun kaum sosialita. Para desainer cenderung membuat koleksi adibusana yang berharga mahal. Fashion pun tidak beranjak tetap sebagai usaha rumahan yang hanya menghidupi segelintir orang. Kini setelah para desainer membuka diri dan mulai membuat koleksi ready to wear , industri fashion pun mulai bangkit. Kehadiran para desainer muda yang mayoritas menyasar pasar ready to wear yang berdaya pakai dan berdaya jual, turut membuat fashion menjadi lebih terjangkau. Pelan tapi pasti fashion merengkuh lebih banyak orang.
Ketika ide membuat Indonesia Fashion Week (IFW) terlontar, ide ini bukanlah hanya untuk membuat “pekan mode lainnya”. Sebaliknya, acara yang diadakan APPMI (Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia) dan ACT ini bertujuan menghimpun semua potensi acara fashion yang ada. IFW bukanlah bertindak sebagai perayaan yang menonjolkan kemewahan semata, namun hadir lebih membumi yaitu membuat fashion menjadi industri; fashion is business !
Acara yang akan digelar tanggal 23-26 Februari 2012 di Jakarta Convention Center, Jakarta ini, berniat membimbing para pelaku fashion untuk melahirkan produk fashion berciri khas Indonesia yang berdaya pakai, berdaya jual dan berkualitas internasional. Melalui IFW, Anda akan menyaksikan sebuah pameran dagang fashion produk-produk lokal terbaik berskala internasional (dari busana dewasa hingga anak-anak), fashion show bertema ready to wear , seminar untuk memaksimalkan potensi produk lokal hingga kompetisi yang memberi kesempatan bagi desainer muda untuk memasuki pentas fashion global.
IFW berusaha menyatukan berbagai elemen untuk menjadikan fashion sebagai industri yang kuat, yang mampu berdiri sendiri dengan kokoh. Dengan dukungan penuh dari berbagai elemen pendukung dunia fashion; industri, kreator/ desainer, asosiasi, akademis, bisnis hingga pemerintahan, IFW berusaha mengangkat konten lokal berdesain global sebagai kekuatan. IFW diikuti 400 peserta, 200 desainer dengan target pengunjung sebanyak 30.000 orang dalam 4 hari.
Lalu, apakah ini berarti IFW adalah pesaing baru dalam kancah “fashion week” di Indonesia? Sebaliknya, perhelatan ini diciptakan sebagai sebuah payung alias pemersatu semua event fashion yang ada di Indonesia. Ketika event lain fokus hanya pada perayaan, sementara yang satunya hanya pada perdagangan atau pada pendidikan, IFW menghimpun semua elemen dalam satu wadah. Ke depannya acara ini berencana menjadi gerbang bagi dunia fashion lokal, sehingga para buyer akan mendapatkan semua info tentang fashion Indonesia melalui event ini. Sebaliknya, melalui IFW, para pelaku fashion Indonesia diharapkan dapat bersama-sama membuat pernyataan yang lantang ke pentas global melalui kreasi fashion berkonten lokal dengan kualitas dan selera yang memenuhi standar internasional.
Franka
