Membership
Lupa password?
Tips

Toilet Bersih, Rumah Sehat
Rabu, 01 Juni 2011
Toilet Bersih

Foto: Eng Naftali

Manusia menghabiskan sepertiga hidupnya di toilet, namun tak pernah menyadari jika toilet yang tidak terawat justru tempat bersarang sumber penyakit. Bersihkan toilet dengan benar, yuk!

Apa arti rumah bagi Anda? Pastinya bukan sekadar tempat bernaung, tapi memiliki arti yang jauh lebih besar. Rumah adalah tempat berkumpul bersama keluarga tercinta di mana kehangatan dan keakraban terjalin, sekaligus pelindung bagi setiap anggota keluarganya agar senantiasa sehat dan bahagia. Karena itu, setiap ibu memiliki jadwal khusus untuk membersihkan rumahnya. Malah, tak sedikit juga yang membagi tugasnya bersama anak-anak dan pasangannya. Ingat, di rumah yang sehat, hangat, dan aman, setiap anggota keluarga pasti makin betah dan bahagia.

Toilet Paling Rentan

Omong-omong soal kebersihan rumah, ternyata hampir seluruh bagian rumah mudah sekali dihinggapi kuman-kuman. Dari mulai kamar tidur, wastafel, dapur, lantai, perabotan, sampai hewan peliharaan pun bisa. Namun tahukah Anda jika toilet (duduk maupun jongkok) merupakan area yang paling rentan dihinggapi kuman-kuman, sumber penyakit, hingga serangga? Apalagi jika dibiarkan kotor dengan permukaan yang tidak bersih dan mengeluarkan bau tak sedap, sudah pasti banyak kuman bersarang.

Sebuah penelitian menyebutkan, jumlah bakteri akan lebih banyak ditemukan pada area yang basah dan sering digunakan, seperti toilet. Fakta lain yang tak kalah mengerikan adalah bakteri memiliki kemampuan berkembang biak dengan cepat. Setiap 20 menit, bakteri berkembang biak sehingga dalam 24 jam, jumlahnya bisa sampai delapan juta sel!

Ternyata tak cuma satu jenis bakteri yang bersarang di toilet, lho. Sebut saja Salmonella , Listeria  dan Bacillus  yang bisa menyebabkan keracunan makanan, E.coli yang menyebabkan infeksi, dan Shigella  yang menyebabkan disentri. Ada juga virus, di antaranya adalah Rhinovirus  (penyakit flu), Rotavirus  (infeksi diare pada anak-anak), dan Respiratory Syncytial Virus  (infeksi pernafasan). Jamur atau kapang ternyata juga ‘hobi’ berdiam diri di toilet, seperti Candida  yang mengakibatkan penyakit yang berhubungan dengan daerah kelamin, dan Trichophyton  juga Microsporum  yang menyebabkan cacingan dan bau kaki. Malah parasit juga bersarang di toilet, yaitu Giardia  yang menyebabkan diare.

Gunakan Pembersih Khusus

Anda pasti bergidik membaca daftar bakteri hingga parasit yang bersarang di toilet tadi, kan? Nah, jangan sampai lupa membersihkan toilet, karena toilet wajib dibersihkan minimal seminggu dua kali. Jika tidak, berbagai penyakit sudah siap mengintai Anda dan keluarga. Cara membersihkan toilet pun tak sembarangan. Pertama, semprotkan pembersih toilet ke bagian dalam kloset. Kedua, biarkan cairannya menyebar ke seluruh dinding sisi dalam kloset, diamkan selama kurang lebih 30 menit. Terakhir, sikat kloset dengan sikat khusus WC lalu bilas dengan air bersih.

Sayangnya, kebiasaan membersihkan toilet di Indonesia masih sering salah kaprah. Misalnya, membersihkan toilet dengan detergen, pembersih lantai, hingga pembersih porselen. Meski sama-sama pembersih, bukan berarti bisa digunakan secara bebas pada toilet Anda, lho. Pertama, hasilnya tak optimal karena memang tidak berfungsi untuk membersihkan toilet. Kedua, kinclong  karena tiga pembersih tadi bukan berarti toilet bebas dari sumber penyakit. Ketiga, kebanyakan pembersih porselen tidak memiliki kekentalan yang optimal, sehingga tidak bisa melapisi secara merata permukaan dalam toilet, dan tidak mampu melekat sempurna untuk mengangkat kotoran dan kuman-kuman yang ada di dalam kloset toilet.

Mungkin Anda bertanya-tanya, kotoran apa saja, sih, yang terdapat dalam toilet hingga membutuhkan pembersih khusus? Selain noda air, ada juga noda urin dan noda kuning karat yang hanya bisa dihilangkan dengan pembersih khusus toilet. Lalu, dengan pembersih khusus toilet, kloset bebas dari licin, bersih mengilap, mematikan kuman-kuman, dan menghilangkan bau tak sedap. Nah, meski banyak sekali merk pembersih khusus toilet di pasaran, pastikan produk yang Anda pilih sudah aman. Di antaranya tidak akan merusak septic tank, cukup aman bagi kulit, tidak merusak lapisan email keramik, juga tidak memudarkan warna kloset. Jangan lupa, pilihlah pembersih kloset yang kemasan dan tutupnya tidak mudah dibuka oleh anak-anak, sehingga aman dari jangkauan anak. Yuk, rajin membersihkan toilet!


blog comments powered by Disqus