Membership
Lupa password?
Tips

Kiat Mengatasi Tabiat Buruk Si Kecil
Senin, 15 Juni 2009
kiat

Foto: Dok.Nova

Kalau saja ada sekolah untuk menjadi orang tua yang baik dan bijak, alangkah menyenangkannya. Sayangnya, tak ada sekolah khusus untuk itu dan banyak hal harus kita pelajari justru dari pengalaman sehari-hari. Kadang kita juga mendapat informasi dari orang tua kita, teman, dan berbagai sumber lainnya.

Misalnya saja, menghadapi anak dengan tabiat yang sulit. Hanya dengan melihat perilakunya sehari-hari dan mencoba berbagai cara, akhirnya kita akan tahu, bagaimana cara menghadapi si kecil jika sedang ngambek, rewel, melawan, dan lainnya.

Nah, berikut ini ada sejumlah tips berdasar pengalaman para orang tua yang mungkin bisa diterapkan untuk buah hati tercinta.

1. Peraturan
Buat aturan yang sederhana untuk anak-anak. Mulailah dengan yang boleh dikerjakan dan yang tidak. Sebelum aturan dibuat dan ditetapkan, sebaiknya ajak anak bicara, diskusikan, dan sepakati bersama.

2. Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati
Jika merasa bahwa tingkah laku si kecil sudah mulai tak bisa dikendalikan, segera hentikan dengan cara mengalihkan perhatiannya. Beri anak aktivitas yang positif.

3. Pahami
Berusahalah untuk mengerti secara sederhana dan jelas setiap perilaku "jelek"nya. Buat catatan, apa saja kira-kira pemicu tingkah laku buruknya dan apa tindakan selanjutnya. Misalnya, ia selalu ngambek ketika diminta tidur siang atau marah kalau dilarang menonton teve.

Dari semua ini, perhatikan, apakah dia memiliki pola tertentu. Apa pemicu dan akibatnya apabila hal tersebut didiamkan. Lihat pula sisi positifnya. Yang penting, jangan buru-buru menyalahkan diri sendiri karena menganggap tak becus jadi orang tua yang baik. Lebih baik dari solusinya.

4. Disiplin
Disiplin bisa diterapkan dengan berbagai cara. Misalnya, jika melanggar peraturan rumah, anak tidak diperbolehkan main sepeda di sore hari selama beberapa waktu. Biarkan ia sendirian tidak mengerjakan apa-apa. Jika perilakunya masih dalam batas wajar, cukup ingatkan si kecil.

5. Istirahat 5 menit
Jika tekanan darah Anda naik, timbul rasa marah, segera "istirahat" 5 menit. Gunakan waktu 5 menit itu untuk menenangkan diri dan bertanya pada diri sendiri, "Mengapa saya menjadi begitu marah?" Coba cari apa sebenarnya masalahnya dan berusahalah menemukan jalan keluarnya.

6. Jangan Pernah Memukul
Sudah begitu banyak penelitian yang membuktikan, memukul anak tidak akan menolong memecahkan masalah. Justru sebaliknya, akan lebih merusak. Hindari benar memukul, apa pun situasinya. Ingat, memukul tidak akan mengubah perilaku yang tidak diharapkan dari anak, bahkan mengajarkan kepada anak perilaku yang tidak baik.

7. Tak Perlu Teriak atau Membentak
Bukan cuma pukulan secara fisik yang menyakitkan. Kata-kata pun demikian. Cobalah menghindari kemarahan dengan cara membentak atau berteriak. Jangan buat anak jadi tersudut. Jika dia menyalahi aturan, katakan padanya, dia telah berbuat salah dan hal itu membuat Anda marah. Tapi ingat, marah pada perilakunya dan BUKAN pada diri si kecil.

8. Pergi
Jika Anda merasa frustrasi atau marah, jauhkan perasaan ini dari anak-anak. Telepon teman atau tinggalkan mereka untuk sesaat. biarkan mereka dijaga oleh seseorang yang Anda percayai.

Sebaiknya, pergi keluar rumah atau berolahraga dan jangan bersama anak saat Anda dalam keadaan marah besar. Soalnya, dalam situasi seperti itu, Anda bisa melakukan hal-hal yang seharusnya tidak Anda lakukan.

Dok.Nova


blog comments powered by Disqus