Membership
Lupa password?
Tips

Menyimpan nutrisi sayur pasca dimasak.
Cara Terbaik Memasak Sayur
Senin, 12 Oktober 2009
sayur

Foto: Dok.Nova

Phytochemical dan antioksidan yang ada di dalam sayur, telah terbukti dapat menyelamatkan kita dari kanker, penuaan dini, memperkuat tulang, dan menajamkan daya ingat. Tapi zat ini sangat mudah hilang apabila kita memasaknya dengan tidak tepat.

Contohnya vitamin B dan C yang dengan mudah terserap ketika direndam dalam air yang terlalu panas. Tapi tidak semuanya rusak ketika dimasaik, contohnya wortel dan toman yang justru lebih mudah diserap tubuh ketika dipanaskan.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris pada 2007, menemukan fakta bahwa sayur brokoli dan kembang kol akan kehilangan antioksidannya ketika dimasak dengan metode rebus. Sayuran jenis ini, lebih baik dimasak dengan cara dikukus untuk menyimpan zat pelawan radikal bebas tersebut. Hal yang sama juga terjadi ketika peneliti di Portugis mencoba memasak kedua sayuran tersebut dalam microwave. Tidak hanya antioksidan yang raib, tapi vitamin E dan beta karotin yang ada di dalamnya ikut rusak karena gelombang panas yang dikeluarga microwave.

Dan University of Kentucky – College of Agriculture, membagikan panduan memasak sayur yang sehat.
1. Jangan terlalu lama memasak sayur, karena semakin lama dipanaskan maka nutrisi di dalamnya akan terbuang percuma. Patokannya adalah, sayur menjadi lembut bukan lembek dan layu.

2. Metode masak yang paling dianjurkan adalah dengan dikukus . Tapi kalau kita terpaksa harus menumisnya, pastikan minyak yang digunakan tidak banyak dan jangan biarkan sayur dimasak dalam wajan terlalu lama. Sebab minyak sangat cepat membuat wajan panas yang kemudian melumatkan nutrisi dalam sayur.

3. Untuk sayuran dengan lapisan kulit yang dapat dimakan, sebaiknya tidak perlu dikupas . Sebab di dalam kulit itulah terdapat phytochemical paling banyak.

4. Sayur yang sudah dimasak, usahakan tidak dipanaskan berkali-kali . Jika memang terpaksa, satu kali pemanasan adalah yang disarankan karena semakin sering sayur bersentuhan dengan panas akan menghapuskan enzim-enzim dalam sayur. Padahal enzim inilah yang diperlukan tubuh untuk memperlancar proses pencernaan.

5. Jika kuah sayur yang kita masak masih bersisa, kreasikan untuk diolah menjadi sup agar nutrisi dan mineral yang larut dalam air tersebut dapat kita manfaatkan kembali. (Siagian Priska)

Sumber: Prevention Indonesia


blog comments powered by Disqus