Membership
Lupa password?
Tips

Ayo Bawa Bekal ! Anak Perlu Sarapan
Senin, 01 April 2013
tips

Foto: Getty Images

Tak sempat sarapan di rumah? Sertakan saja bekal untuk anak sebab sarapan akan membentuk pola hidup sehat dan membuat anak lebih cerdas.

Jika anak-anak memulai hari dengan sarapan yang sehat, maka mereka akan lebih siap, fokus dan penuh perhatian, serta kuat, baik mental maupun fisiknya. Studi yang dilakukan Child Psychiatry Service, General Hospital, Boston, Amerika Serikat, juga menunjukkan hasil serupa. Pergi ke sekolah dengan perut kosong alias tidak sarapan bisa memunculkan perilaku yang buruk dan menurunkan fungsi akademis anak.

Dari segi medis, sarapan akan membantu anak memulai hari dengan baik, membantu anak memperoleh nutrisi yang dibutuhkan, dan mengurangi kemungkinan anak tidak mendapatkan nutrisi penting seperti besi, kalsium, dan serat.

Tentu saja, menu sarapan tidak cukup hanya sebungkus biskuit dan segelas susu. Menu sarapan sebaiknya memenuhi 25 persen kebutuhan nutrisi dan bervariasi. Misalnya, sereal, buah-buahan, susu atau olahannya, telur atau sumber protein lain.

Kenapa Perlu?

Banyak bukti yang menunjukkan pentingnya sarapan bagi anak, entah di rumah atau sekolah. Studi yang dilakukan menunjukkan mereka yang melewatkan sarapan pagi ternyata tidak memperoleh nutrisi maksimal selama beraktivitas seharian.

Fakta lain menyebutkan, menjalani aktivitas tanpa sarapan bisa memicu perilaku yang kurang baik. Di lain sisi, anak yang rajin sarapan akan tampil sebagai pribadi yang lebih tenang, tak mudah cemas, lebih fokus, dan lebih cepat menyerap pelajaran. Sarapan pagi juga membantu anak mengelola waktu mereka, khususnya jika mereka sarapan di sekolah.

Menu Variatif 

Memang tidak mudah membiasakan anak untuk sarapan sebab hal ini membutuhkan upaya orangtua untuk menanamkan kebiasaan tersebut. Anak memang bisa saja memperoleh nutrisi yang mereka butuhkan di luar menu sarapan. Namun, sarapan adalah kesempatan terbaik untuk memperoleh nutrisi untuk beraktivitas seharian.

Tentu saja, orangtua harus pandai-pandai menyiapkan menu yang bervariasi. Anak-anak, terutama yang masih kecil, biasanya tidak mau sarapan kalau menu sarapannya tak bervariasi. Selain menu, orangtua juga harus kreatif mengatur waktu. Jika memang tak sempat sarapan di rumah, selalu berikan bekal sarapan untuk anak. Tujuannya, supaya anak bisa menyantapnya dalam perjalanan ke sekolah atau setibanya di sekolah.

Berpengaruh di Kelas

Perbedaan antara anak yang sarapan dan yang tidak sarapan akan terlihat jelas. Anak-anak yang sarapan, khususnya di sekolah, akan berperilaku lebih baik, lebih menonjol dalam beberapa bidang pelajaran, lebih jarang absen, serta lebih rajin. Para guru dan orangtua juga merasa bisa berinteraksi lebih baik dengan anak-anak tersebut. 

Sarapan dan Kegemukan

Memang belum ada studi yang secara langsung menunjukkan keterkaitan dua hal tersebut. Tapi, secara umum, jika anak dibiasakan hidup sehat, kemungkinan kelebihan berat badan atau obesitas akan lebih kecil.

Jika anak melewatkan sarapan dan malah menyantap menu tak sehat, mereka juga akan lebih tidak aktif. Misalnya, lebih banyak menghabiskan waktu menonton televisi atau bermain games , jarang makan bareng bersama keluarga, lebih sering makan fast food , atau lebih suka jajan di sekolah yang tinggi kalori. Inilah yang menyumbang kasus obesitas pada anak.

Sebagian orangtua yang memiliki anak overweight  mungkin berpikir sarapan tidak akan membantu menurunkan berat badan anak. Padahal, jika anak tidak terbiasa sarapan, maka tubuh pun akan terbiasa tidak menerima sarapan, sehingga metabolisme tubuh menurun. Sementara itu, sarapan yang sehat dapat memberikan anak energi yang seimbang sepanjang hari. 

Terbawa Hingga Dewasa

Anak-anak yang menyantap sarapan dengan menu sehat dan seimbang sejak usia dini akan melakukan kebiasaan sehat ini sampai mereka dewasa kelak. Kebiasaan makan bersama keluarga juga terbukti memberikan kesempatan bagi anak untuk meneruskan kebiasaan sehat tersebut sampai dewasa. Namun, selain sarapan, orangtua harus pula membiasakan gaya hidup sehat lainnya. Sebut saja, olahraga, mengurangi waktu anak menonton televisi, dan bermain games  atau komputer.

 Hasto Prianggoro/Dariberbagai sumber

Views : 730

blog comments powered by Disqus