Membership
Lupa password?
Profil Selebriti

Nino Fernandez Si Tukang Jajal
Minggu, 08 Agustus 2010
Nino Fernandez

Foto: Agus Dwianto

Mengawali karier dengan menjadi video jockey, Nino justru dikenal masyarakat melalui peran yang dilakoninya sebagai gay di sebuah film. Dan kini, pria yang mengaku masih single ini sedang mencoba peruntungannya di dunia komedi.

Terowongan Casablanca (2007) merupakan film pertama Nino Fernandez. Pria blasteran Jerman-Solo ini terbilang nekat menerima film bergenre horor itu meski tak memiliki pengalaman akting sebelumnya.

"Aku memang berminat sekali untuk main film, makanya saya excited sekali saat dikasih peran utama di film ini. Waktu itu Ardina Rasti banyak membantu. Aku juga bilang ke bang Eko (sutradara), aku belum ada pengalaman. Beliau bilang, santai saja karena akting merupakan sebuah kejujuran. Jadi semua proses berjalan begitu saja."

Setelah itu, berturut-turut Nino membintangi film Claudia Jasmine , Coklat Strawberry (CS), Kangen , In the name of love ,Get Married 2 , dan terakhir Ruma Maida . Di film CS (disutradai Ardy Octaviano), nama Nino mulai dikenal masyarakat luas. Ini mungkin karena perannya yang dinilai ekstrim, yaitu sebagai mahasiswa penyuka sesama jenis. "Setelah main film, mulai ada tawaran untuk main di FTV dan sinetron."

Film Nino

Sejumlah film berbeda genre yang pernah dimainkan Nino (Foto:IST)

Berawal dari VJ

Ternyata, itu semua belum cukup bagi Nino. Ia masih penasaran ingin mencoba berakting di genre komedi. "Main komedi memang enggak mudah, tapi ini caraku untuk terus berlatih dalam dunia hiburan. Semua memang perlu latihan dan gimana caranya kita saja bisa mempelajari hal yang baru. Memiliki tampang serius mungkin cukup sulit bagiku, tapi ya itu tadi, semua bisa dipelajari."

Setelah mendapatkan peran lucu dalam program komedi di sebuah stasiun televisi swasta, selama 5 bulan ini, Nino kemudian mengasah kemampuannya di dunia presenter. "Awalnya, jadi presenter belum terlalu fokus, tapi sekarang ingin mencoba lebih serius ke arah itu. Ingin juga mencoba menjadi pembawa acara di radio."

Ya, ketika pada 2006 stasiun teve khusus musik, MTV, membuka ajang pemilihan video jockey (VJ) Hunt, Nino ikut serta. Menurutnya, jika ia bisa menang di ajang ini, akan menjadi pondasi baginya dalam meniti karier di dunia hiburan. Ternyata ia memang menang. Di sela-sela menjadi VJ, Nino juga menjajal kemampuannya sebagai model.

"Di modelling ternyata aku enggak suka. Tadinya, karena banyak yang nawarin lalu aku coba, tapi ternyata enggak sesuai dengan hati dan bertentangan dengan prinsipku." Akhirnya, Nino banting setir dan terjun ke dunia perfilman Indonesia.

Nino balita

Bersama sang Mama saat Nino masih balita (Foto:Repro Dok Pri, Agus Dwianto)

Numpang Lahir

Wajahnya yang kebule-bulean, tentu mengundang tanya banyak orang. Apalagi namanya pun terdengar asing. Menurutnya, "Di Jerman cuma numpang lahir saja," seloroh Nino Fernandez usai menjelaskan tempat kelahirannya, Hamburg, Jerman. Soalnya, tak berapa lama, Nino kecil langsung dibawa orangtuanya, Jeffrey Fernandez dan Marita, ke Indonesia.

Di Indonesia, aktor berwajah tampan ini sempat berpindah-pindah tempat tinggal hingga 8 kali. Namun, itu sama sekali tak memengaruhi pendidikannya. "Di sekolah, aku selalu juara kelas dan selalu masuk rangking 10 besar, lho."

Dulu, pria kelahiran 31 Januari 1984 ini pernah sekolah di SD Permata Bunda Dharma Karya UT. Ketika pindah ke Bogor, ia masuk SD Mardi Yuana 1 Sukasari. Ia di sana sampai kelas 3 SMP. Nino remaja sangat jago bermain basket.

Katanya, waktu di SMP dulu, ia pernah membawa sekolahnya menjadi juara pada sebuah kompetisi basket. "Dulu, sekolahku jarang diundang kompetisi. Akhirnya aku dan teman-teman mencoba daftar sendiri, eh juara. Akhirnya sekolah kami jadi dikenal sampai sekarang. Itu berkat kami, lho," ujarnya bangga.

Saat kerusuhan Jakarta terjadi pada 1998, Nino dan keluarga hijrah ke Jerman. Di sana Nino melanjutkan sekolah setara SMA di Gesamtschule Hamburg. Lulus SMA, ia melanjutkan pendidikannya di Technische Universitaet Hamburg Jurusan Bisnis. "Sebelumnya aku ambil jurusan perhotelan. Mungkin kalau di Indonesia D3-nya, lalu ambil S1-nya di bisnis."

Ketika usianya 18 tahun (2002), Nino mulai hidup mandiri dengan membiayai hidupnya sendiri. Ia bekerja di sebuah restoran Cina sebagai tenaga bersih-bersih. "Setelah lama, aku baru diberi kepercayaan untuk turun ke dapur dan mulai belajar motong-motong ," kenangnya.

Ia melakukan ini sampai pendidikannya di Jerman selesai dan mereka sekeluarga kembali pulang ke Indonesia. Sesampainya di Indonesia lagi, Nino tak mau membuang kesempatan untuk bisa traveling kebeberapa pulau yang ada di Indonesia. Toh, saat itu juga ia tidak sedang ada pekerjaan.

Film Coklat Stroberi

Sejumlah film berbeda genre yang pernah dimainkan Nino (Foto:IST)

Sayang Adik

Anak kedua dari tiga bersaudara ini mengaku, sangat protektif kepada Millane, adik perempuan satu-satunya. "Ya masih dalam batas kewajaran, sih. Cuma, karena aku sayang banget sama dia, jadi aku menjaga sekali. Kalau ada hal-hal yang aku pikir bisa merugikan masa depannya, pasti akan kularang."

Sikap ini ditunjukkan tak lain lantaran ia sangat menyayangi sang adik yang juga seorang VJ MTV. "Di keluarga, aku paling dekat sama Millane. Karena saya anak kedua, jadi aku yang menjaga adik karena aku juga dijaga oleh kakak (Marco) dan orangtua."

Dalam kesehariannya, Nino juga dikenal sangat religius, lho. Ia mengaku, membaca Alkitab dan saat teduh, setiap hari dilakukannya. "Aku memang bukan manusia sempurna, tapi Alkitab merupakan panutan hidupku. Walau ke gereja terkadang masih perlu ‘ditampar', tapi aku tak pernah melewatkan baca Alkitab. Dalam agamaku juga dikenal (yang namanya) perpuluhan. Aku pernah hampir setengah tahun tidak memberikan perpuluhan, sampai suatu saat terpikir untuk perpuluhan. Boleh percaya atau tidak, hanya lewat satu hari Tuhan tunjukkan kebesaran-Nya kepadaku, aku tiba-tiba mendapat banyak tawaran job ."

Ya, begitulah cara Nino membalas setiap kebaikan yang Tuhan berikan kepadanya. Dekat dan hidup dalam Tuhan membuatnya mampu menghindari kehidupan selebritas yang serba glamor dan bebas. Dengan apa yang sudah diraihnya, Nino tidak khawatir jika nanti kehadirannya tergeser bintang-bintang baru. Ia mengaku, justru senang dengan kehadiran mereka karena, katanya, dengan begitu perfilman Indonesia bisa berkembang pesat. Soal masa depannya, ia menyerahkan seutuhnya kepada Tuhan. "Aku jalanin saja apa yang Tuhan kasih. Jadi aku enggak terlalu takut dengan kehidupanku nantinya."

Selanjutnya, ia ingin mengimplementasikan pendidikan bisnisnya dengan membangun usaha food & beverages (F & B). "Aku mau bisnis di bidang F & B, seperti perhotelan atau restoran. Dulu, di Jerman aku juga selalu masak untuk keluarga, jadi rasanya tidak salah kalau aku juga buka semacam kafe gitu ," ungkapnya sambil tersenyum.

Lalu, bagaimana soal pacar? "Aku masih single . Belum ada yang klik, nih."

Caroline Pramantie


blog comments powered by Disqus

Baca Juga

Alexandra-Griffit, Duo Italia di "Tanah Air Beta"

Alexandra-Griffit, Duo Italia di "Tanah Air Beta"

Read More »
Oppie Andaresta: "Perempuan Harus Berani Wujudkan Mimpi"

Oppie Andaresta: "Perempuan Harus Berani Wujudkan Mimpi"

Read More »