Rabu, 13 Februari 2008
Nabila Syakieb Rela Menunggu
Tak seperti kebanyakan artis lain, wanita berdarah Arab ini langgeng membina hubungan dengan Yuri Kemal Mahendra. Mengaku enggan bertunangan dulu, Nabila rela menunggu dinikahi, setelah Yuri bergelar master.
Di sinetron Kasih sedang tayang, peran Nabila Syakieb (23) sebagai Kasih sungguh malang. Ia dan buah hatinya disia-siakan oleh pria yang dicintai dengan sepenuh hati. Dalam kehidupan nyata, mungkin banyak pria yang harus berpikir seribu kali untuk meninggalkan wanita secantik Nabila.
Tapi, sebagai aktris, justru peran seperti itulah yang menjadi tantangan buat Nabila, yang selama ini sering berperan sebagai gadis remaja. "Aku menerima tawaran sinetron Kasih karena kebagian peran menjadi wanita dewasa, bahkan punya anak. Selama ini kan sinetronku tentang remaja," tutur gadis yang pertama kali main di sinetron Cinta SMU.
Nabila senang, pada akhirnya banyak orang yang menyapanya dengan Kasih. Bahkan ada yang menanyakan Angga, tokoh anak kecil yang menjadi anaknya. Itu berarti banyak orang yang menyaksikan Kasih.
Mengasuh anak kecil juga menjadi pengalaman baru gadis kelahiran Bogor ini dalam berakting. Untunglah Nabila penyuka anak-anak. "Sejak kecil aku memang senang anak kecil. Termasuk dengan adik-adikku. Selain itu Angga yang menjadi anakku adalah anak yang manis , enggak rewel dan mau bergaul dengan siapa saja."
Karena sering bersama, Nabila gampang berkomunikasi dengan Angga, walaupun dengan bahasa isyarat. Malah Nabila sering rindu jika tidak bertemu Angga di lokasi syuting. "Seolah dia adalah anakku betulan," cetus Nabila sambil tersenyum.
Demi Kasih pula, mahasiswi public relations semester 7 ini harus sering bolos kuliah. Pasalnya, jadwal sinetron tersebut kejar tayang, sehingga banyak menyita waktunya. "Tak mudah bisa sukses kedua-duanya. Syuting Kasih setiap hari. Tiap hari pulang pagi. Yang ada nih, kalau di kelas malah ngantuk dan enggak konsentrasi untuk belajar. Yang paling enggak kuat menahan rasa kantuk itu, loh. Ya, apa boleh buat, pasti ada yang dikorbankan. Yang kalah, jadwal kuliahku amburadul. Tapi aku enggak cuti. Yah, semampuku saja," ujar Nabila yang kadang kurang sehat di lokasi syuting.
Walau telah mengorbankan kuliah, Nabila siap mengulang beberapa mata kuliah di tahun depan. "Karena nilaiku kurang memenuhi standar. Sebab, bagaimanapun, kuliahku harus selesai. Begitu pesan orangtuaku," jelas Nabila yang harus pulang pergi Bogor-Jakarta setiap hari.

