Membership
Lupa password?
Profil Selebriti

Hanny R. Saputra, Sutradara Laris yang Ingin Bahagiakan Ibu
Senin, 10 Maret 2008
LEAD-Hanny R Saputraj-romy_resize

Romy

Sutradara kelahiran Salatiga, 11 Mei 1965 ini semula memegang teguh idealismenya dalam menghasilkan sebuah film. Belakangan ia memilih berdamai, namun tetap mempertahankan kualitas.
Lahirlah film-film yang tergolong laris di pasaran, seperti Virgin, Mirror, Heart, dan Love is Cinta. Bagaimana perjuangannya?
Bagaimana ceritanya Anda menceburkan diri ke dunia film?
Dari kecil, saya sudah tertarik dengan kesenian. Hal itu membuat saya memutuskan masuk IKJ tahun 1985 dan mengambil jurusan penyutradaraan.
Kapan Anda mulai mengerjakan proyek film pertama?
Tahun 1997, saya membuat film Sepanjang Jalan Kenangan, film itu berhasil meraih penghargaan sebagai Film Terbaik Festival Sinetron Indonesia dan meraih 8 Piala Vidia. Sayangnya, tidak sempat beredar karena enggak bisa diterima oleh pihak stasiun teve, mungkin dianggap terlalu berat. Idealisme saya masih sangat kuat saat itu.
Bagaimana tanggapan keluarga dengan idealisme yang Anda pegang teguh?
Saya belum berkeluarga. Selama ini saya tinggal bersama ibu saya, Andriyani (74).
Terus, bagaimana Anda mencari jalan tengah untuk mengatasi masalah ini?
Beruntung saya bertemu Leo Sutanto yang bisa menerima sisi idealisme saya. Salah satu kerjasama kami adalah Lo Fen Koei yang mendapat sambutan bagus serta meraih Best Cinematographi, Editor & Nominator Best Director Asian Television Technical & Creative Award 2001.
Setelah itu, apakah Anda menjadi lebih produktif dalam membuat film?
Saya banyak menghasilkan film-film cerita lepas. Kemudian ada suatu masa di mana saya merasa sangat lelah bekerja dengan sebuah idealisme.
Lalu, langkah apa yang Anda ambil?
Saya mulai beralih ke film-film komersial. Meski demikian, saya berusaha membuat sebuah film ringan dan enak ditonton namun tetap bergizi seperti Virgin yang akhirnya laris di pasaran.
Setelah meraih sukses, apa yang ingin Anda lakukan sekarang?
Saya ingin membahagiakan Ibu. Beliau yang menemani perjuangan saya selama ini.
Bagaimana tanggapan teman-teman memandang kesuksesan Anda?
Menurut mereka, mencetak sebuah film box office seperti yang saya lakukan adalah sebuah keberhasilan yang luar biasa. Mereka ikut senang dan bangga.

Dian Desilia Widyasari

Views : 639

blog comments powered by Disqus

Baca Juga

Siti "KDI" Nyanyi untuk Kuliah

Siti "KDI" Nyanyi untuk Kuliah

Read More »
Nabila Syakieb Rela Menunggu

Nabila Syakieb Rela Menunggu

Read More »