Membership
Lupa password?
Aktual

Meyda Sefira Dekat dengan Dude Harlino
Rabu, 29 Agustus 2012
Meyda Sefira

Foto: Moonstar Simanjuntak/NOVA

Sejak suksesnya film Ketika Cinta Bertasbih  di tahun 2009, nama Meyda Sefira  (24) pun ikut melejit. Dikenal dengan paras ayu dan pembawaan yang tenang, Meyda kerap ditawari peran sebagai perempuan saleh, termasuk berperan sebagai Zizi di sinetron Dalam Mihrab Cinta . Kepada tabloidnova.com, Meyda mengaku semakin menikmati kariernya sebagai bintang sinetron.

Sibuk apa sekarang?

Sekarang lagi promosi film terbaru, Cinta Suci Zahrana , ke beberapa kota. Filmnya baru rilis tanggal 8 Agustus kemarin. Ramadan tahun ini jadwalnya malah lebih longgar dan lebih enak, tidak seperti tahun lalu yang full syuting. Alhamdulillah banget masih ada juga rezeki.

Sejak kapan terjun ke dunia akting?

Awalnya bermain sebagai Husna dalam film Ketika Cinta Bertasbih . Ceritanya, waktu itu ibu saya melihat di sebuah tabloid ada audisi untuk film religi ini. Kemudian saya di dukung oleh Ayah dan Ibu untuk bisa mengikutinya. Sebenarnya saya gadis yang pemalu. Tapi karena kata Ibu biar ada pengalaman, ya, sudah saya ikuti saja.

Kebetulan saya juga sudah berjilbab dan suka dengan karya-karya Kang Abik (penulis buku Ketika Cinta Bertasbih , Red. ) seperti Ayat-Ayat Cinta . Ikutlah saya mendaftar dan menjalani prosesnya. Ternyata niat baik ini belakangan berbuah manis. Selain saya senang di dunia ini, apa yang saya kerjakan sekarang juga membahagiakan orangtua saya. Alhamdulillah tawaran banyak datang hingga sekarang.

Sudah berakting di berapa judul film dan sinetron?

Total, saya sudah bermain di empat film religi, Ketika Cinta Bertasbih I  dan Ketika Cinta Bertasbih II , Dalam Mihrab Cinta,  dan Cinta Suci Zahrana . Sedangkan untuk sinetron kira-kira terlibat dalam lima sinetron, Ketika  Cinta Bertasbih Spesial Ramadan , Ketika Cinta Bertasbih Ridho Ilahi , Dari Sujud ke Sujud , Dia Jantung Hatiku,  dan Dalam Mihrab Cinta The Series . Semua karakternya beda-beda dan banyak menambah pengalaman saya dalam berakting.

Kenapa lebih tertarik berakting di genre religi?

Sudah sesuai mungkin, ya, dengan kondisi saya yang berjilbab. Tapi banyak juga, kok, kelebihannya. Enaknya berakting di jalur religi ini, kan, juga sekalian belajar agama. Jadi kaya akan kaidah ataupun ajaran yang pastinya bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Tujuannya juga bisa untuk berdakwah dan memberikan teladan yang baik. Rezeki itu enggak melulu soal materi tapi ilmu dan pengalaman dari bermain film ataupun sinetron.

Kalau disebut sebagai aktris spesialis religi, bagaimana?

Sebenarnya enggak juga, sih. Kalaupun ada tawaran lain juga tidak masalah. Tapi kebetulan saya dikontrak rumah produksi Sinemart yang banyak juga memproduksi sinetron dan film religi. Jadi tentu saja saya terlibat. Semua karakter yang diperankan juga berbeda-beda, kok. Jadi saya menerima dengan senang hati. Kalaupun nantinya ada tawaran di luar sinetron atau film religi, ya, enggak jadi masalah, asal tidak di luar batas kondisi saya yang sudah berjilbab.

Tidak pernah terpikir untuk berkarier di jalur lain?

Saya sedang melamar pekerjaan sebagai asisten dosen di almamater saya, kampus ITENAS Bandung, dan ingin segera melanjutkan pendidikan ke jenjang master. Saya memang sangat tertarik dan concern  pada dunia pendidikan, makanya ingin bisa terjun ke dunia ini. Tapi kalau bisa, sih, juga tetap berada di jalur entertainment . Keduanya bisa saling mendukung, kok. Apalagi figur publik, kan, mudah diingat. Jadi kalau pun memberikan informasi bisa lebih didengar, Insya Allah.

Apa obsesi di dunia akting?

Kalau berkesempatan dapat peran yang lebih serius dan ada konteks sejarahnya, saya mau banget. Misalnya berperan sebagai tokoh pejuang perepuan, Cut Nyak Dien, atau siapapun. Tapi tidak mematok juga harus seperti apa, selama saya bisa terus berkarya sekaligus berdakwah. Dan peran saya yang baik bisa ditiru dan menjadi kebaikan bagi orang lain.

Kalau begitu, rasanya ingin bisa terus berakting. Soal bermain dengan siapapun ataupun disutradai oleh siapa, bukan masalah yang utama untuk saya. Selain itu, saya juga masih punya banyak keinganan lainnya di bidang lain.

Bidang apa?

Sebenarnya saya juga tertarik untuk mengembangkan clothing  busana muslim. Saya juga suka mix and match  baju dan suka desain, tapi masih untuk diri sendiri. Respons yang didapat, sih, alhamdulillah komentarnya bagus. Walaupun saya hobi menggambar dan bukan fashion designer , tapi ingin juga akhirnya nanti bisa buka butik dan label sendiri. Nanti lah kalau sudah menemukan penjahit yang pas. Yang jelas tidak semua tren saya ikuti, kenyamanannya yang utama.

Bagaimana dengan soal asmara? Benarkah sedang “dekat” dengan Dude Herlino?

Sekarang memang sedang fokus ke pekerjaan dan karier. Dengan Aa Dude, karena sudah sering bermain dalam satu frame,  baik sinetron maupun film, jadinya dekat. Sering share  soal pengalaman berakting. Dia, kan, lebih senior, sering kasih masukan. Aa itu teman kerja yang baik. Kalau soal jodoh, semua diserahkan kepada Allah SWT. Dijalani saja sebaik mungkin. Apa yang menjadi jodoh saya, ya, diterima, saya hanya bisa berikhtiar. Insya Allah diberikan yang terbaik di manapun jodohnya berada dan siapapun itu.

Swita

Views : 10891

blog comments powered by Disqus

Baca Juga

Gairah Baru Rudi Soedjarwo

Gairah Baru Rudi Soedjarwo

Read More »
Sapto Sutarjo : Semua Orang Bisa Main Film

Sapto Sutarjo : Semua Orang Bisa Main Film

Read More »