Rabu, 10 Maret 2010
Maudy Koesnaedy Senewen
Setelah sukses memproduseri Cinta Dasima, Maudy Koesnaedi kembali menjajal kemampuannya sebagai produser lewat pertunjukan teater bertajuk Si Doel, Antara Roti Buaya dan Burung Merpati Ada Kembang Parung Nunggu Dipetik . Sebuah karya yang diadaptasi dari salah satu film lawas Benyamin S, Si Doel Anak Modern .
Mengapa kisah ini yang diangkat ke panggung teater, Maudy punya alasan khusus. Pertama, menurut Maudy kebudayaan Betawi bisa digali lewat berbagai sisi, salah satunya lewat film yang berlatar belakang kehidupan masyarakat Betawi. Seperti yang tercermin di film si Doel.
Selain itu, Maudy punya 'ikatan emosionil' dengan cerita yang juga diangkat ke layar kaca lewat sinetron Si Doel Anak Sekolah . Anda tentu masih ingat peran Maudy sebagai Zaenab di sinetron kondang tersebut.
"Si Doel itu pintu gerbang yang membuka pengalaman saya sampai sekarang. Pertunjukan teater ini adalah bentuk terima kasih saya," ujar Maudy saat ditemui di kawasan Kuningan, Selasa, (9/3).
Kesuksesan Cinta Dasima tahun lalu rupanya tak serta merta membuat Maudy lebih tenang menggarap Si Doel. Selain karena kali ini lebih banyak 'anak baru' dalam tim produksi, masa persiapan pun lebih singkat dibanding tahun lalu. Kalau Cinta Dasima memakan waktu sembilan bulan, Si Doel hanya mendapat jatah lima bulan persiapan sebelum pementasan tanggal 14-15 Mei 2010.
Ditambah lagi, Maudy mendapat 'amanat' langsung dari Gubernur DKI Fauzi Bowo. "Waktu aku menghubungi Bang Foke, dia bilang, 'Kalau yang bikin Maudy pasti sukses'. Nah, senewen gak lo dibilang begitu?" ujar Maudy sambil tertawa.
Astri

