Jumat, 13 Januari 2012

Dina Hanif Mufidah Wakili Indonesia Lewat Dongeng

Foto: Gandhi Wasono M

Berkat kepiawaiannya mendogeng menggunakan Bahasa Inggris, Dina Hanif Mufidah  (37), guru SD Muhammadiyah Gersik Kota Baru (GKB), akhirnya terpilih mewakili Indonesia di ajang internasional, Amazing Mind, di Da Nang, Vietnam, Februari mendatang. Seperti apa kisah hidup Bu Guru ini?

Bagaimana bisa terpilih ikut Amazing Mind?

Beberapa bulan lalu saya ikut seleski yang diadakan oleh Pearson, lembaga pendidikan yang bermarkas di Inggris. Pearson mengadakan seleski ini dengan tujuan mencari guru Bahasa Inggris terbaik dari tiap negara untuk bertemu dalam sebuah konferensi di tiap wilayah, misalnya ASEAN.

Untuk wilayah Asia Tenggara, Pearson memiliki cabang di Singapura, dan setiap tahunnya mengadakan kegiatan di berbagai negara yang diberi nama Amazing Mind. Kegiatannya semacam konferensi bagi guru-guru Bahasa Inggris. Secara kebetulan, pada 2012 Amazing Mind diadakan di Da Nang, Vietnam.

Untuk bisa hadir di konferensi itu tak bisa ikut begitu saja, tapi harus melalui seleksi cukup ketat. Selain pihak Pearson mencari sendiri, peserta juga bisa mengirim karya. Untuk Indonesia, seleksinya diadakan di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta. Seleksi bagi guru SD lombanya bernama Story Telling for Primary Teacher. Beda lagi untuk guru SMP dan SMA. Tim penyeleksinya dari Universitas Indonesia.

Pada seleksi di Surabaya, terjaring 24 kontestan, 12 guru SD dan 12 lainnya guru SMA. Para guru SD menyerahkan naskah dogeng dan guru SMA berupa materi soal teknik pengajaran. Alhamdulillah, selama seleksi di Surabaya terpilih dua orang, saya dan seorang guru SMA dari Malang, sementara untuk seluruh Indonesia diambil 8 peserta.

Apa yang dipresentasikan saat itu?

Tentang naskah dongeng Bahasa Inggris yang saya beri judul “Winnie the Witch and the Burglar”, cerita tentang penyihir baik hati. Winnie berusaha mempelajari trik sihir baru, namun selalu gagal. Kegagalan itu tak membuat Winnie putus asa, ia terus berusaha mencoba hingga berhasil. Sebenarnya pesan yang ingin saya sampaikan yaitu soal semangat belajar dan jangan pernah putus asa karena suatu saat pasti akan membuahkan hasil.

Saat presentasi apakah sekadar membacakan karya?

Tidak. Cerita itu saya sampaikan dengan gaya bertutur layaknya mendongeng, diimbangi gaya teatrikal. Kadang suara dan intonasi saya juga berubah sesuai karakter yang ada di cerita. Semua itu dilakukan agar pesan yang disampaikan bisa diterima pendengar dengan baik.

Lalu ?

Mungkin karena saya bisa mendongeng dengan baik dan hidup, para juri terhanyut dengan cerita yang saya bawakan. Bahkan seusai acara jurinya masih terus menanyakan kelanjutan dongeng saya. Sampai saya tertawa sendiri karena dongeng, kan, seolah-olah terjadi betulan padahal cuma fiksi. Ha ha ha…

“Dengan mendongeng, pelajaran Bahasa Inggris jadi lebih cepat diserap anak-anak,” kata Dina. (Foto: Dok Pri)

Di Vietnam nanti Anda diminta mendongeng juga?

Tidak. Mendongeng hanya teknik seleksi saja. Nanti di sana peserta saling presentasi dengan peserta dari negara lain tentang metode pembelajaran Bahasa Inggris yang paling tepat yang dimiliki. Sehingga bila memang itu dianggap tepat, bisa digunakan peserta lain di negaranya masing-masing. Tujuan Pearson mengadakan acara ini, untuk mencari teknik pengajaran Bahasa Inggris yang tepat bagi siswa.

Oh ya, omong-omong mengapa suka mendogeng?

Saya memang hobi dan sejak dulu suka mendongeng. Cara ini juga saya terapkan saat mengajar anak didik saya di SD Muhammadiyah, Gresik Kota Baru (GKB) Gresik.

Mengapa?

Menjelaskan Bahasa Inggris dengan teknik mendogeng akan jauh lebih bisa diserap anak. Kami tahu, untuk membuat anak berkonsentrasi penuh mendengarkan guru itu tidak mudah. Nah, mendongeng menjadi salah satu upaya. Sementara teknik mengejar yang lama, kan, sekadar menghafal. Lewat doongeng, emosi anak bisa ikut terbangun, pelajaran lebih mudah terserap, sekaligus menyenangkan.

Dengan cara mendogeng pula secara tak langsung akan lebih banyak manfaat buat anak. Misalnya, anak jadi tahu cara pengucapan Bahasa Inggris yang benar, termasuk jumlah kosa kata akan lebih banyak yang diterima.

Ketiga buah hati Dina pun selalu didongengi oleh cerita-cerita yang memiliki nilai kebaikan. (Foto: Okki)

Si Kecil di rumah juga selalu didongengi, ya?  

Ya. Saya senang mendongeng untuk ketiga anak saya. Tapi di rumah tidak hanya mendongeng dalam Bahasa Inggris saja, cerita-cerita lokal yang memiliki nilai kebaikan juga selalu saya dongengi. Kadang sampai kehabisan bahan buat mendongengi anak-anak, ha ha ha... Kegemaran ini mungkin karena kebiasaan yang saya terima dari Ibu ketika saya masih kanak-kanak.

Apa syarat mendongeng yang baik?

Di antaranya sebisa mungkin memiliki vokal yang bagus sehingga saat mendongeng bisa membangun suasana cerita menjadi lebih hidup. Misalnya saat bercerita seorang raksasa, suaranya harus besar dan menggelegar. Juga harus bisa meyakinkan pendengar bahwa yang didogengkan adalah cerita yang benar-benar terjadi, bukan bohongan.

Sebelumnya pernah ikut lomba acara serupa?

Pernah. Bahkan saya dua kali meraih juara pertama lomba mendogeng tingkat Kabupaten Gresik.

Apa latar belakang pendidikan Anda?

Saya tamatan Jurusan Bahasa Inggris IKIP Surabaya (kini Universitas Surabaya). Setelah lulus, saya sempat mengajar di SD Al-Azhar Surabaya, kemudian pindah ke Rembang (Jateng) ikut suami. Di sana mengajar di SD Islam setempat selama setahun. Lalu kembali ke Gresik dan sejak 2001 sampai sekarang mengajar di SD Mummadiyah GKB. Di SD ini selain menjadi wakil kepala sekolah, saya juga jadi koordinator guru Bahasa Inggris.

Gandhi Wasono M.

Dilihat : 750 orang
  • Rating :
  • 2/5 (102 votes)
blog comments powered by Disqus