Rabu, 2 Juni 2010
Ade F. Meyliala: Sentuhan Wanita untuk TMII (2)
Kabarnya, tahun depan akan ada proyek besar yang dihadirkan TMII, ya?
Benar. Rencananya tahun 2011 mendatang kami akan membangun fasilitas baru, namanya Discovery World. Rencananya akan dibangun di atas lahan seluas 2,5 ha. Kami bekerjasama dengan Discovery Channel. Semoga bisa menarik lebih banyak minat pengunjung.
Kami juga akan merenovasi Taman Burung yang lama. Ada perbaikan juga di Taman Reptil agar lebih nyaman. Koleksi reptil juga akan ditambah. Rencananya, kami juga akan membangun pusat kuliner nusantara. Kami ingin semua masakan dari seluruh Indonesia ada di sana. Mungkin itu ya, sentuhan perempuan yang paling nyata. Makanan dan masakan. Ha ha ha.
Di tengah banyaknya aktifitas dan tanggung jawab Anda sebagai Direktur Operasional, bagaimana membagi waktu dengan keluarga?
Itu masalahnya. Di TMII, justru kalau libur saya harus masuk. Soalnya justru di saat hari libur adalah saat dimana pengunjung membludak. Otomatis, saya enggak bisa liburan. Tapi di weekdays
, saya bisa libur, kok. Jadi cukup dimengerti oleh keluarga. Itu, kan, risiko pekerjaan. Toh, liburan bisa di mana saja. Ketika saya harus melakukan kunjungan dinas ke daerah misalnya, ya sudah termasuk liburan juga.
Di luar pekerjaan, apa hobi Anda?
Saya paling suka golf. Kalau saya sedang suntuk, pasti main golf. Paling enggak, seminggu sekali saya pasti main golf. Mungkin terpengaruh lingkungan yang kebanyakan bapak-bapak, ya? Ha ha ha. Di lapangan golf pun, perempuan yang main hanya saya sendiri. Kalaupun ada, pasti di lapangan yang berbeda. Jadi saya yang paling cantik di lapangan. Ha ha ha.
Bagi saya, golf itu hiburan sekaligus olahraga. Walaupun
permainan saya belum sehebat Tiger Wood, tapi saya menikmati setiap kali bermain golf. Selain golf, saya juga suka traveling . Saya ingin sekali keliling Indonesia dengan backpack, bukan dengan seremonial dan protokoler. Beberapa bulan lalu saya ke Malinau, Kalimantan Timur. Saya masuk hutan, melihat air terjun terbesar di dalamnya. Itu salah satu obsesi saya, bukan sekadar mengunjungi, tapi juga mempelajari kearifan lokal Indonesia. Dari dulu saya sudah senang traveling dengan model backpacker. Keliling dunia juga senangnya backpacker .
Omong-omong, Anda asalnya dari mana?
Latar belakang saya Indonesia sekali, lho. Saya lahir di Payakumbuh, tapi besar di Jakarta. Saya punya dua marga. Dari ibu, marga saya Chaniago, dari bapak marga saya Sembiring Meliala. Jadi saya blasteran Batak-Padang. Keuntungannya, saya dapat warisan dari dua belah pihak. Ha ha ha. Kalau saya ke Padang, dianggap sebagai pewaris keluarga, sementara kalau ke keluarga bapak, juga cukup dipandang. Makanya, mungkin karena itu saya berjodoh bekerja di TMII.
Yetta Angelina
Foto-Foto: Dok. Pribadi

