Membership
Lupa password?
Varia Warta

Kontes Dangdut TPI (KDI) 6, Audisi Digelar Di 8 Kota
Selasa, 10 Maret 2009

Tak dipungkiri, industri musik dangdut, menurut tokoh dangdut, seperti Mansyur S memang tengah terpuruk. Banyak para musisi dangdut ‘menganggur' lantaran minimnya proyek musik dangdut, baik di dunia rekaman, mau pun acara-acara off air. ‘'Tidak bisa disalahkan siapa-siapa, memang, setiap musim , istilahnya ada gilirannya.

Pernah kan beberapa dekade, musik dangdut bertahan cukup lama di jagat pertelevisian mau pun acara-acara off air. Sekarang, memang giliran band-band anak muda yang mendapat tempat di hati pemirsa televisi,'' papar Masnyur S di acara Ulta TPI bulan silam, saat dimintai komentar, tentang keterpurukanya musik dangdut oleh Nova.
Sang raja dangdut, Rhoma Irama ditempat terpisah, sempat juga melontarkan pernyataan soal keterpurukan dunia dangdut di tanah air, dari pertanyaan wartawan. Ayah dari Ridho Rhoma ini, merasa perlu untuk menjaga eksistensi dangdut, menurutnya dari orang-orang dangut itu sendiri. Penggagas karya,pelaku bisnis dan penikmat dangdut harusnya mampu menciptakan karya-karya yang lebih baik, ‘'Untuk itu, anggota PAMMI ke depanya akan banyak membuat album rekaman musik dangdut, ‘' papar Rhoma.
Nampaknya, TPI justru lebih sigap menyikapi apa yang disebut keterpurukan dunia musik dangdut di tanah air. Lewat ajang pencarian pedangdut muda berbakat, via Kontes Dangdut TPI (KDI) yang ke-6. TPI ingin membuktikan, broadcaster satu-satunya di negeri ini yang sangat amat peduli bagi perkembangan, kelestarian musik yang di lahirkan dari rakyat Indonesia sendiri., ya dangdut!
Selain itu, TPI sebagai broadcaster, memang membutuhkan wajah-wajah dan bakat-bakat baru untuk menghiasi layar kacanya sebagai pendukung program. Bukan hanya itu saja, TPI juga yakin masih banyak bakat-bakat terpendam di seluruh penjuru nusantara yang belum tergali dengan maksimal. Oleh sebab itu, TPI pun memberikan jalan bagi mereka yang ingin menjadi bintang dangdut masa depan melalui ajang KDI.
Kiprah KDI sebagai ajang pencarian pedangdut muda berbakat yang menggali potensi terpendam yang dimiliki oleh kaum muda calon ‘Bintang Dangdut Masa Depan', memang tidak disangsikan lagi. KDI juga telah terbukti mampu memberikan kesempatan bagi mereka untuk meraih prestasi yang membanggakan di dunia hiburan serta memperoleh karir dan kehidupan yang lebih baik.
Selain itu, kontribusi KDI dalam meneruskan regenerasi musik dangdut juga tidak diragukan lagi. KDI telah mencetak para pedangdut muda yang berkualitas baik dari segi vokal, penampilan maupun kepribadian. Sebut saja nama Siti, Nassar, Maya, Gita, Lola, Nurdin, Vita dan Dewi, jebolan KDI yang telah menjadi bintang yang digemari oleh masyarakat umum. Nama-nama bintang KDI lainnya pun terbukti mampu memberikan warna berbeda terhadap perkembangan industri musik dangdut tanah air sehingga memperkaya khazanah musik dangdut.
Menurut Artine S. Utomo, Chief Executive Officer TPI, Kesungguhan TPI dalam memajukan musik dangdut tanah air, kembali di wujudkan melalui KDI-6. Dengan mengusung konsep baru yang lebih menarik ‘'TPI berharap, kelak dapat menjaring bakat-bakat baru yang nantinya mampu memberikan sentuhan baru bagi dunia musik dangdut itu sendiri, ‘'urainya.
Audisi KDI-6 akan dilaksanakan di 8 kota, yakni Bandung (7-9 Februari 2009), Makassar (14-16 Februari 2009), Medan (21-23 Februari 2009), Banjarmasin (28 Februari-2 Maret 2009), Surabaya (7-9 Maret 2009), Palembang (14-16 Maret 2009), Yogyakarta (21-23 Maret 2009)dan Jakarta (28-30 Maret 2009). Adapun persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon peserta adalah pria atau wania, berusia 16-25 tahun dan belum pernah menikah. Formulir pendaftaran bisa didapatkan di surat kabar dan radio yang telah ditunjuk serta di lokasi audisi. Untuk mengikuti audisi ini, peserta tidak dipungut biaya alias gratis.
Guna memenuhi keinginan pemirsa dan mendapatkan talenta yang terbaik, tahapan audisi KDI-6 pun mengalami penyempurnaan. Di antaranya pada salah satu tahapan audisi KDI-6, peserta diminta untuk tampil di suatu tempat umum yang dapat disaksikan oleh masyarakat, misalnya di mal. Hal ini bertujuan untuk menguji mental serta kehandalan peserta dalam menghadapi audience.
Dalam proses penyelenggaraan audisi KDI-6 tetap diberlakukan sistem berlapis dengan urutan tahapan pra audisi, audisi, show case, dan audisi final. Tahap awal yang harus dihadapi oleh para peserta adalah pra audisi, babak ini dilakukan guna menyaring ribuan peserta menjadi ratusan peserta. Selanjutnya, ratusan peserta yang telah lolos dari pra audisi akan mengikuti tahap audisi. Dalam tahap ini, akan terpilih 40 peserta untuk maju ke tahapan audisi ke-2 yang diadakan di hari selanjutnya.
Pada tahap audisi hari ke-2 akan dipilih 10-15 orang yang kemudian akan tampil di muka umum dalam babak show case. Tahapan yang harus dilalui tidak hanya sampai di sana karena 10-15 peserta tersebut harus mengikuti sesi wawancara sebagai tahapan seleksi terakhir sebelum akhirnya terpilih 5 peserta terbaik yang akan berangkat ke Jakarta mengikuti ‘Gerbang KDI-6'.
Penyelenggaraan audisi KDI-6 Bandung sendiri akan digelar tanggal 08-10 Februari 2009 di Bandung Piset Convention Center, Bandung. Kota Bandung terpilih sebagai pembuka rangkaian audisi KDI-6, mengingat animo masyarakat Bandung yang amat tinggi terhadap penyelenggaraan KDI-6. Peserta audisi di Bandung dapat mengambil formulir pendaftaran di tempat-tempat yang telah ditentukan, yakni di RDTPI Bandung, Radio Cosmo, Radio Rama, Radio Dahlia, Radio Garuda, Radio Ciung Wanara, Radio Galuh Surya Kencana, Radio Mentari Fm dan Radio Tamala. Formulir juga bisa didapatkan di Harian Seputar Indonesia, Harian Galamedia serta website TPI di alamat www.tpi.tv. Pendaftaran audisi masih dibuka pada hari pertama audisi tanggal 07 Februari 2009 di Bandung Piset Convention Center.
Kota Bandung memang dikenal banyak melahirkan bintang-bintang kenamaan. Tak terkecuali bintang-bintang dangdut muda yang lahir melalui audisi KDI di kota tersebut. Memang patut diakui bahwa para peserta audisi di kota Bandung memiliki kemampuan di atas rata-rata dan keunikan tersendiri, tidak heran jika peserta dari Bandung mendominasi sebagai juara di hampir semua ajang adu bakat yang diadakan TPI, termasuk di KDI. Sebut saja nama Siti, Nassar, Gita, Genta dan Dewi. Para juara KDI asal kota audisi Bandung yang telah menjelma menjadi idola-idola baru. Tak hanya tawaran bernyanyi saja yang melimpah ruah, tawaran untuk mencoba bidang hiburan lainnya juga terus berdatangan, seperti bermain sinetron, iklan, dll. Tawaran bernyanyi baik on air maupun off air juga datang kepada kontestan yang tidak menjadi juara, bahkan sampai ke pelosok nusantara dan mancanegara.
zar

Views : 3839

blog comments powered by Disqus