Rabu, 11 Januari 2012
Kebangkitan Lurik di Panggung Fashion
Desainer Jogja Ninik Darmawan kembali mempertontonkan karya-karya terbarunya dalam sebuah peragaan busana bertajuk Lurik Jawa “Perjalanan Kesederhanaan” yang digelar di Ballroom Ambarukmo Palace Hotel Yogyakarta, pada 21 Desember 2011 lalu. Ninik yang juga anggota Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Yogyakarta menampilkan secara tunggal 60 karyanya, yang mengangkat kesederhanaan kain tenun lurik menjadi busana bergaris dinamis dengan konstruksi penuh inovasi dan eksklusif.
Dalam acara ini juga diadakan pemutaran film dokumenter berdurasi sekitar 10 menit mengenai lurik, serta pameran foto lurik, selain tentunya pameran aneka kain bermotif lurik dari Pasar Tiban Lurik. Lurik di kenal sebagai tenun tradisional yang lekat dengan budaya Jawa. Tak hanya berfungsi sebagai bahan sandang, lurik melalui beragam motifnya yang khas juga sarat akan nilai budaya, bahkan memiliki peran dalam aspek sosial maupun ekonomi bagi masyarakatnya. Sayangnya, dalam perjalanannya lurik sebagai salah satu produk industri kreatif yang bisa menguatkan identitas budaya serta memiliki nilai dan karakter khas kesulitan mendapatkan tempat di daerahnya sendiri.
Oleh karena itu, Ninik yang telah lama menaruh perhatian pada lurik didukung Dinas Kebudayaan Propinsi DIY melakukan berbagai upaya nyata demi pelestarian dan pemberdayaan lurik melalui serangkaian proses kreatif yang terangkum dalam perhelatan Lurik Jawa “Perjalanan Kesederhanaan”.
Siswanto

