Jumat, 5 Maret 2010

Teapot, Butik Dengan Desain Trendy

Foto: Sita Dewi/Nova

Jodoh memang sulit ditebak kapan datangnya. Seperti Meldi Octaviani (24) yang tiba-tiba berjodoh dengan sebuah ruangan kosong berukuran 6 x 7 m di pusat distro (distribution store) di jalan Trunojoyo, Bandung. Niat awalnya untuk membuka butik online terpaksa ditunda. “Soalnya, jarang sekali dapat tempat di lokasi strategis, jadi kenapa enggak membuka butik sekalian,” katanya.

Persiapan dan perombakan butik dilakukan hanya dalam dua bulan. Oktober 2009 sebuah butik pun siap beroperasi. Agar lebih mudah bersaing, sang ibu menyarankan untuk membuat konsep butik yang khas. “Mama melontarkan ide butik khusus baju berukuran besar. Ya sudah, dijalankan saja.”

Pemilihan nama Teapot, bukan tak punya makna. Bentuk teko yang bulat dianggap Meldi mewakili bentuk tubuh perempuan-perempuan berukuran Extra Large alias XL. Selain itu, karakter Mrs. Potts dalam film animasi keluaran Disney, Beauty and The Beast (1991) juga menjadi inspirasi.

Karena terbilang mendadak, untuk memasok barang ke butiknya, Meldi memilih untuk mendatangkan barang dari luar negeri, seperti Hongkong. “Sementara ini hanya cardigan yang saya desain sendiri. Ke depan, saya ingin semua baju yang ada di butik Teapot adalah rancangan saya sendiri,” ujar lulusan Esmod Jakarta ini. Promosi awal pun hanya dilakukan melalui mulut ke mulut dan lewat situs jejaring sosial. Beruntung, karena Teapot berlokasi di titik strategis, jadi tak perlu repot-repot menarik pengunjung.

Warna-warna ceria tak lagi tabu bagi wanita bertubuh besar (Foto: Sita Dewi/Nova)

Tanggapan konsumen rupanya cukup bagus. Apalagi, persaingan butik yang khusus menyediakan baju berukuran besar di Bandung masih rendah. “Kompetitornya hanya factory outlet.” Soal harga, Meldi mengakui harga yang dibanderol sedikit lebih tinggi, terutama karena barang-barangnya didatangkan dari luar negeri. “Tapi, kalau nanti sudah mulai merancang sendiri, harga bisa diturunkan,” tutur Meldi yang memasang harga berkisar antara Rp 100 – Rp 650 ribu.

Desain yang eksklusif dan trendi sengaja dipilih Meldi agar perempuan-perempuan berukuran besar juga bisa tampil tak kalah modisnya dengan perempuan bertubuh langsing. “Bagi saya, asal percaya diri sebenarnya perempuan berukuran besar pun bisa tampil fashionable.” Makanya, baju dengan warna-warni ceria yang selama ini tabu bagi perempuan berukuran besar, menghiasi gantungan baju butik Teapot.

Meski ditujukan untuk perempuan berukuran besar, butik yang buka setiap hari mulai pukul 10.00 – 20.00 (Minggu sampai 22.00) itu juga menarik perhatian perempuan-perempuan langsing. Tren baju-baju longgar diyakini menjadi salah satu faktor penentu. Untuk itu, Meldi juga menyediakan baju-baju yang berukuran kecil. “Tapi enggak ekstrim kecil juga, ya ukuran medium lah.”

Foto: Sita Dewi/Nova

Jenis barang yang dijual di Teapot beragam, mulai dari aksesoris, sepatu, sampai beragam atasan. “Paling banyak memang atasan. Tapi, rencananya celana berukuran besar akan saya desain sendiri. Ada juga sepatu yang ukurannya disesuaikan dengan kaki perempuan bertubuh besar yang biasanya lebih lebar,” jabar Meldi.

Untuk memperlebar bisnis, Meldi bercita-cita membuka cabang butiknya di Bali. Kenapa Bali? “Karena pasarnya cocok, banyak orang asing yang biasanya memang berukuran di atas rata-rata orang Indonesia,” katanya memberi alasan.

Selain membuka cabang, peluncuran situs web resmi Teapot sebagai ajang promosi dan distribusi online juga akan segera dilakukan.

Sita Dewi

Dilihat : 1430 orang
  • Rating :
  • 2/5 (10 votes)
blog comments powered by Disqus