Membership
Lupa password?
Peristiwa

Sushi Tei
Sushi, Primadona Makanan Jepang (2)
Jumat, 29 Januari 2010
sushi tei 1

Jumbo dragon roll, menu terlaris di Sushi Tei (Foto: Dok.Sushi Tei)

Berbeda dengan yang lain, Sushi Tei berlokai di mal besar di Jakarta, Surabaya, Bandung, Bali, Medan. Bahkan di Jakarta, Sushi Tei sudah membuka 7 cabang di seluruh penjuru kota. “Biar orang-orang tidak perlu mencari tempat terlalu jauh, tinggal cari mal sekitar rumah,” papar Angela Lovenia, Marketing Manager Sushi Tei. Sushi Tei berdiri sejak 6 tahun lalu. Meski awalnya belum banyak peminatnya, kini tiap Sabtu Minggu orang antre ingin makan di tempat ini. “Dulu, kan, orang masih takut dan jijik makan ikan mentah. Barulah dari mulut ke mulut orang mulai mengenal sushi terutama masyarakat yang berpikiran modern. Buktinya kami akan terus membuka tempat baru.”

Salah satunya adalah gerai Sushi Tei yang berada di Senayan City. Tata ruangnya sangat indah dengan suasana Jepang modern. Harga sushi yang dipatok pun, sangat terjangkau masyarakat. Bayangkan, dengan harga Rp 7.500 sudah bisa menikmati makanan Jepang ini. Tentu saja dengan konsep a good deal of sushi, Sushi Tei mencoba memberikan yang terbaik bagi konsumen. “Konsepnya memang a good value, tapi bukan murah, lho. Salmon sushi yang dipakai untuk Makimono dalam satu piring ada 6 potong harganya Rp 11 ribu.”

sushi tei 3

"Koki langsung kami datangkan dari Jepang," tutur Angela (Foto: Noverita K.Waldan)

Lalu, apa kelebihan sushi di sini? “Lebih segar dan baru. Ikannya dikirim tiap hari dari supplier dalam kondisi benar-benar segar. Yang datang hari itu, itulah yang disajikan ke tamu. Jika ikannya tidak habis, tidak disajikan esoknya. Hampir 90 persen bahan bakunya import,” kata Angela sambil menyebutkan Jumbo Dragon Roll yang bentuknya seperti naga menjadi best seller. Bahkan pernah dibuat sepanjang 4,3 meter dan masuk ke MURI. “Harga makanan itu Rp 70 ribu berisi udang tempura, belut, telor ikan. Dari segi rasa, kualitas makanan boleh diadu dengan restoran lain. Koki kepalanya masih orang Jepang untuk menjaga mutu.”

sushi tei 2

Segar dan tidak berbau amis, kunci kesuksesan Sushi Tei (Foto: Dok. Sushi Tei)

Uniknya harga makanan ditandai dengan warna piring, misalnya biru, pink, merah, jadi orang lebih gampang memilih harga dan menu sesuai kemampuan. Mahasiswa, pelajar SMA dan pegawai kantoran di sekitar mal, banyak memilih sushi sebagai penganan. “Sekarang sushi sudah mulai merakyat, makanya kami memberi harga terjangkau dengan hasil terbaik.” Bagi yang tidak menyukai sushi, Angela menyediakan makanan lain seperti nasi goreng, mie. “Siapa pun bisa makan di sini, bahkan bagi yang enggak berani makan mentah.”

Angela memberi tips bagaimana cara makan sushi yang aman. “Biasanya di tempat kami ada penangkalnya, seperti jahe (gari), kecap asin (soyu), cabe bubuk (togarashi), yang bisa mematikan kuman. Jangan lupa, makanlah hanya ikan yang fresh. Kelihatan, kok, dari baunya, warnanya enggak pucat, kenyal, dan segar. Saat dibuat ikannya hanya dipotong, namun saat makan memakai penangkal tadi untuk menghilangkan bau amis. Bahkan tempat kami sudah dapat sertifikat CCP seperti pengakuan internasional tentang food safety.” Yang menarik, Sushi Tei menyediakan SMS berhadiah ke Jepang setiap pengirim kelipatan 50 yang bisa menjawab pertanyaan. Boleh juga dicoba, siapa tahu Anda bisa makan sushi di Jepang, kan?

Henry Ismono/Nova, Noverita K. Waldan/Nova


blog comments powered by Disqus