Membership
Lupa password?
Peristiwa

Rio Tulis Puisi Patah Hati Sebelum Gantung Diri
Selasa, 30 Juli 2013
gantung diri 02

ilustrasi

Diduga karena putus cinta, Mario Sangkaeng (16) mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dalam kamar, Senin (29/7/2013) sekitar pukul 10.30 WITA.

Warga Kelurahan Batu Kota Atas, Lingkungan V, Kecamatan Malalayang, Manado, Sulawesi Utara yang akrab disapa Rio, gantung diri menggunakan tali nilon kuning yang diikat di plafon rumahnya.

Di kamar korban ditemukan sebuah buku, yang di dalamnya tertulis ungkapan hati siswa kelas II SMKN 1 Manado, sebelum mengakhiri hidupnya.

Curahan hati pertama ia alamatkan kepada seseorang bernama Indah. Diduga, Indah adalah mantan pacar Rio. Berikut isi tulisan Rio kepada mantan kekasihnya:

"Sudah waktunya dirimu untuk pergi menjauh dari hidupku. Kau bodohi aku, persetan dengan kau, pergilah dan menghilang. Jangan tanyakan apaku mencintaimu .

Sudah waktunya untuk dirimu pergi menjauh dari hidupku. Kau bodohi aku, persetan denganmu, kau pergilah dan menghilang. Jangan tanyakan apa aku mencintaimu .

Jangan tanyakan apa aku menyayangimu, karena selama itu yang aku berikan, janji setia itulah yang aku janjikan, tapi yang kudapatkan tidak sesuai harapan janji yang diucapkan, sekarang kau lupakan .

Engkau ingkari diriku yang apa adanya bersamamu yang ada segalanya. Kini kau tidak lagi bersamaku. Sesak di dadaku, ku hanya bisa terdiam terpaku dengan egomu .

Mana janji yang dulu selalu. Yang ada kau pergi dengan lain pria, kau pilih dia buatku gila, kau bahagia kumenanggung derita ."

Almarhum juga sempat mengungkapkan permintaan maafnya kepada keluarga, terutama kepada kedua orang tuanya, atas keputusan yang ia ambil.

Rio pertama kali ditemukan oleh neneknya, Since Mumu (69). Kata Since, pagi-pagi ia melihat Mario menyapu dan membersihkan rumah. Ia tidak menyangka cucunya nekat mengakhiri hidup dengan cara tersebut.

"Kami pergi ke rumah sakit karena mamanya konsultasi. Kami pergi jam 10, jam 11 kami pulang memanggil dia. Kami lalu matikan kompor, panggil dia serta buka pintu, dia sudah tergantung," ungkap Since.

Hidung Rio mengeluarkan darah dan badannya sudah berubah pucat. Beberapa aparat Polsek Urban Malalayang dan Polresta Manado melakukan oleh tempat kejadian perkara. (*)

Sumber: Tribunnews

Views : 1398

blog comments powered by Disqus