Membership
Lupa password?
Peristiwa

Putu Indri Artini Arta, Bisnis Spa dengan Hati (1)
Selasa, 25 Oktober 2011
Putu Indri Artini Arta

Foto: Agus Dwianto

Perawatan tubuh saat ini sudah menjadi aktivitas rutin bagi banyak orang, terutama kaum Hawa. Itulah yang membuat tempat spa menjamur bak cendawan di musim hujan. Di tengah persaingan yang begitu kencang, Putu Indri Artini Arta, pemilik Sekar Jagat Boutique Spa & Salon, tetap bertahan. “Yang terpenting ketekunan dan mau belajar,” kata Indri yang ditemui di Bali.

Spa identik sebagai cara perempuan memanjakan dan merawat diri, selain juga dipercaya sebagai cara penyembuhan dan membebaskan rasa stres. Melihat hal itu, Indri, tergerak membuka spa, yang kini cukup terkenal di Pulau Dewata, Bali.

“Pola hidup orang zaman sekarang sungguh berbeda dengan orang zaman dulu. Dulu semuanya serba natural, sekarang sudah tidak bisa seperti itu. Padahal, pola hidup yang natural itu, kan, pasti lebih sehat,” ungkapnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Berbekal resep-resep tradisional dengan bahan-bahan natural, Indri mulai meracik bahan-bahan untuk usahanya. Keinginan mulianya, “Supaya orang lain juga lebih sehat. Spa bisa merelakskan pikiran dan tubuh, lho. Jadi tidak stres dengan persoalan yang mungkin sedang dialami.” Beruntung, Bali yang kaya dengan rempahnya membuat Indri tak kesulitan mencari bahan-bahan.

Tentu saja awalnya tak mudah merintis Sekar Jagat. Tadinya, Indri yang bekerja di sebuah hotel di Bali terlebih dulu punya usaha sampingan berupa restoran. Tak tahunya, “Bahan-bahan di dapur restoran bisa digunakan sebagai bahan spa.”

Namun inipun melewati proses coba-coba yang tak sebentar. Awalnya, Indri menggunakan rempah untuk pengobatan sederhana. “Kalau anak-anak sakit ringan, saya tak pergi ke dokter. Begitupun kalau saya yang sakit, pakai rempah saja,” ujarnya. Lama-lama, Indri keasyikan mengolah rempah jadi obat.

Merasa tak bisa mengeksplorasi diri karena masih bekerja pada orang lain, Indri pun membulatkan tekad untuk keluar dari pekerjaannya. “Akhirnya saya buka spa agar lebih bisa bereksplorasi. Biar sederhana yang penting menyenangkan,” ujarnya seraya tersenyum.

Lucunya, meski pengobatan dengan rempah sudah dilakukan turun-temurun di keluarganya, sejak ketika masih Indri tak pernah mau dilulur. “Saya anggap dilulur atau diboreh itu kotor, makanya saya tak pernah mau. Tapi lama-lama saya sadar, apa yang orangtua saya katakan itu benar. Perawatan secara natural itu sangat membantu.”

Nuansa Rumah

Foto: Agus Dwianto

Nuansa Rumah

Sepuluh tahun lalu, Indri akhirnya memberanikan diri membuka spa. Dengan modal yang relatif kecil untuk sebuah usaha salon spa, ia membuka spa miliknya di lahan seluas 1000 m2. Pegawainya pun belum banyak, hanya mengandalkan seorang manajer dan konsultan. Terlebih, saat itu masih banyak wisatawan lokal dan masyarakat Bali yang belum mengenal spa. Indri pun turun langsung menarik tamu ke tempatnya.

“Tapi saya optimis dan yakin bisnis ini akan berjalan karena saya bekerja dengan hati. Awalnya memang sulit sekali tapi saya tidak mau mundur. Pokoknya, tidak boleh berpikir materi dulu.”

Kesulitan lain ditemuinya saat beberapa waktu lalu bom mengguncang Bali. “Sulit sekali mendapatkan tamu.” Untungnya seiring berjalannya waktu, Sekar Jagat Spa makin dikenal masyarakat luas. Pelan-pelan mulai banyak tamu datang dan menjadi pelanggan tetap.Tempat yang awalnya kecil, akhirnya mulai direnovasi dan bertambah luas.

Meski bisnisnya mulai membesar, Indri sadar harus tetap menomorsatukan kualitas. “Saya harus membaca keinginan tamu seperti apa maunya. Lalu menciptakan atmosfer yang bagus untuk bangunan spa.”

Indri melakukan langkah yang cukup berani. Ia membuat Sekar Jagat Spa dengan desain bangunan bernuansa rumah. Tujuannya menciptakan suasana yang nyaman, ramah, tidak mewah dan yang paling penting, natural. “Komentar mereka, totally different!  Tempatnya berbeda dengan yang lain. Kalau bicara bangunan mewah, tentu banyak tamu yang sudah punya rumah lebih bagus dari tempat ini. Tapi karena saya menonjolkan tampilan natural dengan alam yang asri, itu malah yang dicari,” cerita Indri puas.

Setelah berhasil dengan konsep alam, Indri juga memperkuat armada. Ia melatih sendiri pegawai-pegawainya agar memenuhi standar. “Kami mengambil pegawai yang benar-benar plain  lalu mengikuti pelatihan. Mulai dari cara menerima tamu dengan sopan, bisa berbahasa Inggris, ahli masalah treatment , produk, sampai tekhnik massage .”

Produk Spa

Foto: Agus Dwianto

Produk Asli Bali

Sebenarnya, spa adalah hal baru bagi Indri. Sadar akan hal itu, Indri pun terus memperluas wawasannya. “Yang paling penting adalah mengerti pengetahuan dasar bahan-bahan yang akan dibuat. Oh ya, anatomi dan fisiologis rubuh manusia juga penting,” paparnya.

Untungnya, Indri memiliki orangtua yang memang mengerti rempah dan tak ragu berbagi ilmu. Ia juga rajin membaca ensiklopedia, majalah, dan menulusuri dunia maya. “Misalnya, kunyit manfaat dan kelemahannya apa saja. Agar lebih konsisten dan terjamin kualitasnya, saya bikin sendiri produknya,” tutur Indri lagi.

Semua produk yang ada di Sekar Jagat Spa merupakan hasil produksi sendiri. Benar-benar resep asli dan balinese . “Kami membuat banyak jenis produk, terutama minyak pijat.”

Selain itu, ada juga lulur, boreh, dan masker. “Bahan-bahan kami pilih yang memang berkualitas. Resepnya saya pelajari dari orangtua sambil melihat apa kelemahannya. Setelah dipelajari, rumus-rumus dari resep warisan dimodifikasi sampai benar-benar stabil dan dipakai terus sebagai produk unggulan.”

Selain menawarkan produk unggulan, Indri juga membuka Balinese Spa Short Course, yaitu kelas untuk para tamu yang ingin belajar balinese massage  dengan cara baik dan benar. Kursus ini juga terbilang sukses. Hampir setiap hari ada saja tamu yang belajar kepadanya. Bahkan ahli dari luar negeri pun belajar di Balinese Spa Short Course.

Caroline Pramantie / bersambung


blog comments powered by Disqus