Membership
Lupa password?
Peristiwa

Penjualan Bayi untuk Diambil Organ Tubuhnya?
Rabu, 06 Februari 2013
406898-baby

Ilustrasi

Lagi-lagi kasus penjualan bayi mencuat (sebelumnya sebuah situs jual beli online juga sempat terjerat kasus serupa karena ada iklan menjual bayi) menarik perhatian massa. Di Kedoya-Jakarta Barat, seorang ibu nekat hendak menjual bayinya karena kekurangan materi.Kondisi ini menyulut keprihatinan KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia). Dihubungi secara terpisah, M Ihsan , Ketua Divisi Pengawasan KPAI, menngaku sangat prihatin akan situasi lingkungan yang tidak aman bagi anak-anak. "Angka penculikan bayi memang menurun 3 tahun terakhir karena modus penculikan telah bergeser pada upaya meminta bayi secara baik-baik dari orangtua. Mereka tak segan mengiming-iming jika anak tersebut akan diasuh dan dibesarkan dengan baik sampai sukses. Disamping juga diberi uang pengganti biaya persalinan dan pemulihan," tuding Ihsan.

Cara baik-baik ini menyebabkan kasus jual-beli bayi tak terendus oleh kepolisian karena tidak ada yang keberatan maupun memperkarakan. Masih menurut Ihsan, masyarakat sebaiknya waspada akan kejahatan ini. "Biasanya trafiker berkeliling klinik (juga lingkungan) mengidentifikasi ibu miskin yang sedang hamil. Mereka menawarkan bantuan seolah-olah sangat peduli layaknya seorang saudara,"tandasnya.

Selain itu, mereka juga berkeliling ke panti asuhan pura-pura mencari anak untuk diasuh. Begitu pula mendatangi daerah padat, kumuh, dan miskin untuk membujuk orangtua menjual anaknya."Setelah didapat, mereka bekerja sama dengan bidan atau calo membuat surat keterangan lahir (sekaligus mencantumkan nama orangtua yang ditunjuk) berikut akte dan paspor sang anak. "Padahal di luar negeri anak tersebut  dijual dengan harga mahal untuk pengasuhan, eksploitasi ekonomi, seksual, pornografi, sampai penjualan organ tubuh yang bernilai ratusan juta rupiah," cecar Ihsan.

Atas kenyataan ini, KPAI menghimbau agar orangtua waspada terhadap orang yang tidak dikenal dan menawarkan untuk menjual bayi.
Laili

Views : 1958

blog comments powered by Disqus