Membership
Lupa password?
Peristiwa

Nasi Toel, Tahan Hingga 10 Jam
Minggu, 22 April 2012
Nasi Toel foto laili

Nasi Toel (Foto: Laili)

Nasi Toel, sebuah namanya yang terdengar unik, karena memang begitulah cara memakannya. Sekilas bentuknya kurang menarik karena hanya seperti nasi yang dicetak berbentuk segi empat.

Nasi segi empat ini ditempatkan dalam kardus siomay yang mungil tanpa lauk. Hanya berteman taburan bawang goreng saja.

Tapi coba saja toel bagian tengahnya, lalu aduk-aduk merata. Nasi yang tadinya putih tanpa lauk akan berubah jadi penuh warna. Ini disebabkan, lauk yang berupa suwiran aneka bahan disembunyikan di tengah nasi tadi.

Seusai diaduk, tercipta cita rasa yang lezat. Asin, pedas juga manis, berpadu nikmat dari nasi yang sudah di-toel dan diaduk.

Nasi yang diciptakan oleh Angella  Dumais ini berawal dari keprihatinan usai mengalami kekurang beruntungan dalam usaha. Angel yang tadinya seorang wirausahawati bidang furniture kayu Jepara mengalami kerugian akibat proyek yang menurun selama  kurang lebih 2 tahun belakangan.

“Waktu itu aku sampai rugi dan akhirnya nganggur di rumah,” ungkapnya sedih menerawang ke masa itu.

Merasa serba sulit dengan keadaan yang berubah drastis, Angel berniat untuk mendirikan usaha baru.

“Kebetulan aku nonton AFC (asian food channel), lalu aku rasa ‘kok sepertinya masak itu gampang’. Apalagi keluarga memang suka banget makan diluar,” kenangnya.

Mulailah Angel melirik usaha makanan, juga atas dorongan dari ibundanya yang memiliki usaha katering.

Usaha makanan yang dipilihnya waktu itu menjual bubur ayam. Hingga suatu ketika, ia melihat nasi yang tidak biasa di sebuah acara ibadah.

“Aku lihat, kami diberi nasi kotak yang isinya nasi uduk, tapi lauknya ditimbun,” ungkap Angel.

Mulailah sejak Oktober 2010 Angel menjajakan nasi inovasinya, nasi persegi empat yang di dalamnya terdapat lauk.

Proses menjualnya dimulai dari memberikan tester pada tetangga, menjajakan kepada teman-teman, serta menjual ke sesama wali murid di sekolah anak.

“Awal-awal sih, lauk yang disembunyikan hanya satu macam.Seperti teri, ayam atau ikan saja,” ungkap Angel yang mengumpulkan resep lauk dari menu keluarganya.

Setelah mendengar masukan dari teman-teman, Angel mulai berinovasi membuat nasi toel dengan aneka lauk dalam satu paket. Ada nasi toel campur berisikan ikan rica, ayam ungkep, teri goreng dan sambal hijau. Lalu toel remas berisi ayam bumbu kuning, sambal hati, udang goreng, sambal merah, telur dadar dan sayur buncis. Toel tarui yang berisi dendeng garing, lado merah, sayur singkong bumbu rendang, kacang goreng, teri goreng dan telur dadar, serta masih banyak lagi.

Harga yang dipatok Angel untuk seporsi nasi toel pun lumayan terjangkau, hanya Rp 7.000,- atau Rp 9.000,- seporsi kecil, dan Rp 13.000,- atau Rp 16.000,- seporsi besar. Nasi ini bisa dipesan via telepon mulai pukul 6 pagi hingga 2 siang.  Bila order di atas 100 boks, bisa dipesan paling tidak 2 hari sebelumnya. Ia membuka usaha di Jl. Kemanggisan Ilir III Gg H. Maula 35, Jakarta.

“Khusus di luar toel kasaar, campur dan remas, kami anjurkan pesan sehari sebelum karena diluar tiga nasi tersebut kami tidak produksi tiap hari,” Angel mengingatkan.

Kini, Angel sudah bisa menikmati hasil dari inovasi nasi unik buatannya. Dalam seminggu Angel mendapat order 400 hingga 600 boks nasi toel. Pelanggan nasi toel buatan Angel pun beragam, mulai stasiun televisi, rumah sakit, rumah duka, bank, juga perorangan dan masih banyak lagi.

“Anehnya, yang paling banyak pesan justru dari rumah duka. Hahaha...,” ungkap Angel sembari tertawa lepas.

Diakui Angel, nasi inovasinya banyak disuka karena bentuk yang unik serta cita rasa yang sesuai dengan selera pasar. Selain itu, nasi persegi empat unik milik Angel juga memiliki daya tahan yang baik hingga 10 jam.

“Kalau teman-teman juga beberapa pelanggan yang sering ambil banyak bilang, nasi ini pas untuk menu sarapan. Mereka pesan sekitar 10 boks lalu disimpan di lemari es bisa tahan sampai 10 hari. Nah, besok paginya tinggal dikukus atau di-microwave tanpa box,” papar Angel yang mengaku tak pernah mengiklankan nasi buatannya.
Laili

Views : 2520

blog comments powered by Disqus