Membership
Lupa password?
Peristiwa

Model Berhijab yang Makin Dicari
Senin, 20 Agustus 2012
Hijmi Models

Foto: Noverita / NOVA

Kian maraknya label busana muslim di masa kini, kebutuhan akan model berjilbab juga bertambah. Pilihan karier sebagai model pun makin terbuka luas bagi mereka yang berhijab.

Hijmi Models jaLAn Syiar

Beberapa tahun lalu, model yang menggunakan jilbab harus menghadapi diskriminasi ketika masuk ke agen model biasa. “Posisi kami biasanya ditaruh di paling belakang. Jika tak ada model yang tersedia, baru kami dikontak. Bagaimana bisa maju?” kisah Ulida Yuliani , Direktur Hijmi Models. Berangkat dari pengalaman itu, “Terpikir membuat wadah khusus bagi model muslimah pada Desember 2011.”

Ternyata, mengumpulkan model berjilbab bukan pekerjaan mudah, “Banyak perempuan posturnya tinggi, tapi tidak berjilbab. Justru ini jadi tantangan tersendiri,” ujar Ulida yang mencari model berjilbab dengan tinggi minimal 176 sentimeter. Syarat lain yang diajukan Hijmi Models adalah usia 17-29 tahun dengan berat badan ideal 50-55 kg. “Di luar usia tadi, kami harus banyak memoles lagi. Kecuali jika sebelumnya sudah terbiasa jadi model,” ujar Ulida yang sudah memiliki 18 model di agennya.

Ada beberapa keunggulan model berjilbab bila dibandingkan dengan model biasa, terlebih Hijmi Models memang sudah menjalin kerjasama dengan sejumlah brand milik desainer busana muslim. “Kami punya ikatan batin yang lebih kuat karena sama-sama punya tujuan syiar. Chemistry  antara model dengan brand  juga lebih dapat,” kata Ulida lagi.

Sayang, lanjut Ulida, keberadaan agen model berjilbab yang terbilang baru ini belum bisa menembus ajang modelling  yang lebih menasional. “Kami belum bisa masuk ke Jakarta Fashion Week, misalnya. Mereka memang mencari model umum karena bisa memakai semua jenis baju.”

Hijab Models

Kendati begitu, jangkauan pekerjaan bagi para model di Hijmi Models tetap luas. Selain membawakan busana muslim di sejumlah fashion show , baru-baru ini Ulida juga mengerahkan modelnya untuk menjadi model berbagai buku seperti Hijab in Style: Kasual, Kerja, Pesta dan Gaya Berjilbab Kerudung Segiempat .

Pada November nanti, Ulida juga akan melakukan pemotretan di Turki. “Pada April dan Mei lalu, kami ke Beijing untuk membawakan koleksi Lavieta, Unique, Rumod, dan Rumah Mode Humaira,” papar Ulida yang juga tengah menggarap hijmi.store.com, bekerja sama dengan beberapa desainer yang sudah jadi kliennya.

Bagi Ulida, mendirikan agen model khusus perempuan berjilbab memang tak hanya bisnis semata. Remaja saat ini, tuturnya, membutuhkan figur yang berbeda. “Jika dunia model dikonotasikan dengan rok mini atau tank top , ya, itulah yang akan diserap mereka. Padahal cantik tak harus serba terbuka, tertutup dan berjilbab juga bisa menarik. Ini jalan syiar, semoga jadi ibadah buat saya.”

Jika tertarik bergabung dengan Hijmi Models, lanjut Ulida, klik saja www.ulida-hijmi.blogspot.com atau tengok laman Facebook dan Twitter Hijmi. “Nanti akan ada tes lebih lanjut. Antara lain cara berjalan, make up , baca Al Quran, dan memakai jilbab.”

Zaura Models

Foto: Ahmad Fadilah/NOVA

Zaura Models Majukan Fashion Islam

Nama Zaura Models yang didirikan oleh Ashfi Qomara (26) bersama lima temannya diambil dari nama pedang Rasulullah SAW. Ide mendirikan agen yang khusus menyediakan model berjilbab ini sesungguhnya sudah ada sejak lama, “Namun baru terealisasi pada 2011. Zaura jadi wadahnya perempuan berjilbab yang ingin jadi model,” tukas Ashfi.

Agen model, lanjut Ashfi, kebanyakan tidak menerima perempuan berjilbab. Alasannya, “Mungkin jangkauannya yang terbatas membuat agen memandang, menerima perempuan berjilbab jadi kurang menguntungkan.” Padahal, kini fashion muslimah di Indonesia sedang berkembang pesat. Indonesia juga menjadi salah satu kiblat fashion dunia untuk baju muslim. Alhasil, “Zaura hadir untuk memajukan fashion Islam di Indonesia.”

Toh, meskipun mayoritas model yang bergabung di Zaura berjilbab, Ashfi juga menerima mereka yang tidak mengenakan kerudung. Yang jelas, semua modelnya hanya memenuhi pekerjaan yang berkaitan dengan kegiatan modelling yang islami. “Yang tidak berjilbab, kan, tidak tahu bagaimana memakai jilbab. Sementara yang berjilbab bisa membantu yang tidak berjilbab. Saat manggung , kan, ganti bajunya cepat sekali,” tutur Ashfi.

Perempuan yang juga berkecimpung sebagai model ini juga menambahkan, baju-baju muslim yang diperagakan oleh model berjilbab akan tampak berbeda ketimbang diperagakan oleh model biasa. “Ini sangat penting untuk membangun citra sebuah produk, juga penting bagi model itu sendiri,” lanjut wanita yang menjabat sebagai creative director  di Inascarf.

Agar tetap memenuhi standar dunia fashion , Zaura membuat syarat tertentu bagi mereka yang ingin bergabung. Antara lain, “Harus fotogenic , bisa jalan di catwalk , dan tinggi badan minimum 172 sentimeter.” Di luar dugaan Ashfi, ternyata banyak sekali perempuan berjilbab yang berhasrat masuk dunia modelling .

Selain membuka pendaftaran lewat alamat email hello@zauramodels.com, Ashfi juga tak jarang mencari bakat langsung di lapangan. “Kadang sambil jalan-jalan, kalau melihat ada yang berpotensi jadi model langsung saya tanya. Biasanya feeling  itu muncul setelah melihat postur badannya,” papar Ashfi.

Namun jangan harap kehidupan dunia modelling itu udah. Sama seperti model pada umumnya, “Mereka harus pintar-pintar membawa diri dan kepribadian agar terus dipakai klien. Mereka juga harus mau menerima kritikan dan masukan,” ujar Ashfi yang kini sudah memiliki 20 orang model.

Models Zaura

Foto: Dok Pribadi

Underwraps Agency

Tren agen khusus model berjilbab tak hanya menjangkiti Indonesia. Di New York, Nailah Lymus mendirikan Underwraps Agency, sebuah agen model yang ramah untuk muslimah.

Lymus yang keturunan Afrika-Amerika ini adalah muslim yang lahir di Amerika Serikat. Orangtuanya yang beragama muslim mengajarkan, berbusana islami yang baik artinya mengenakan busana cukup panjang untuk menutupi aurat. Lymus yang seorang desainer lantas menerjemahkan busana muslimnya dalam desain berwarna cerah dan model berlapis ala Harajuku. Koleksi Lymus sudah pernah dipamerkan di ajang bergengsi New York Fashion Week, September 2011 lalu. Berbagai desain berlabel Amirah Creations ini terlihat modern  dan sangat stylish .

Lama berkecimpung di dunia fashion , Lymus menyadari, keberadaan model muslimah nyaris tidak ada. Ia pun lantas membuat agen model khusus muslimah, tempat para muslimah tak harus melepaskan identitas mereka sebagai muslim untuk bekerja di industri fashion .

Noverita K Waldan


blog comments powered by Disqus