Membership
Lupa password?
Peristiwa

Mencicipi Roti Bakar Kelas Restoran (1)
Rabu, 11 Mei 2011
Roppan

Pengunjung bisa melihat langsung proses pembakaran roti (Foto: Ahmad Fadilah)

Sarapan roti bakar ditemani secangkir teh atau kopi, sudah biasa di luar negeri. Kini, kebiasaan itu menjadi tren di Jakarta. Tengok saja, kedai roti bakar aneka topping kian menjamur. Tak hanya untuk sarapan, sebagai teman makan siang pun dirasa pas-pas saja.

ROPPAN: Roti ala Roppongi

“Konichiwa, selamat datang di Roppan,” demikian sambutan para pramusaji di Roppan Gandaria City, Ground Floor Jakarta. Meski baru buka awal tahun ini, Roppan mampu menarik pengunjung. Banyak orang menyangka, Roppan adalah singkatan dari roti panggang. Padahal, menurut Valerie Roeroe Kaligis , Public Relations J.CO Donuts & Coffee, kata Roppan berasal dari daerah di Jepang bernama Roppongi.

Daerah ini terkenal dengan berbagai restoran yang menjual beragam makanan, di antaranya pan atau roti. “Makanya pemiliknya, Jhoni Andrean, menamainya Roppan, kepanjangan dari Roppongi Pan,” jelas Valerie.

Tempat dan suasana nyaman sengaja diciptakan sesuai dengan slogannya, toast to happiness . Yang jadi unggulan di Roppan adalah Japanese Honey Toast, roti tebal yang lembut di dalam dan renyah di luar. Lalu, disiram madu dan topping ice cream  dengan berbagai pilihan rasa seperti vanilla, ogura, dan matcha. “Ada juga Roppan Toast, gaya Japanese pizza toast  yang dikreasikan menjadi 20 variasi unik dengan rasa manis dan asin. Atau Ike Banana, Japanese pizza toast dengan topping keju, pisang, dan cokelat. Dan Godzilla Burger, Japanese pizza toast  dengan topping beef burger dan fresh vegetable . Topping bisa diminta sesuai pesanan.”

Menariknya, pembeli bisa melihat langsung proses pembakaran roti karena dapurnya ada di depan. “Kami punya chef dari Prancis yang tinggal di Jepang selama 10 tahun.” Bagi yang ingin mencicipi berbagai makanan di Roppan, bisa ramai-ramai memesan karena ukuran rotinya cukup besar. “Yang ukurannya besar, masaknya agak lama, sekitar 30 menit. Sementara roti ukuran kecil cukup 10 menit.” Valerie menambahkan, karyawannya kerap kewalahan di akhir pekan. “Pengunjungnya banyak banget.”

Ya Kun Kaya Toast

Sarikaya manis bisa dinikmati di setiap lembar rotinya (Foto: Nove)

YA KUN KAYA TOAST: Sensasi Rasa Sarikaya

Ya Kun Kaya Toast adalah kedai waralaba dari Singapura. Di Negeri Singa, kedai milik Loi Ah Koon ini, konon, sudah ada sejak 1944. Dengan motto, “roti bakar yang enak bisa untuk memulai persahabatan hari ini,” pembeli tak hanya merasakan kenikmatan roti bakar dengan kopi atau teh, tapi juga bisa mengobrol mulai dari yang ringan sampai urusan bisnis.

Di Indonesia, Ya Kun Kaya Toast dibuka pertama kali di Kelapa Gading sejak 2003. Sampai saat ini sudah ada 14 outlet  di Jakarta, sementara franchise -nya sudah tersebar di berbagai daerah Indonesia. Keunggulan Ya Kun Kaya, roti kering di luar tapi renyah di dalam.

“Yang jadi favorit, Traditional Kaya Toast (roti karamel warna cokelat yang diisi sarikaya dan butter ), French Toast with Kaya, dan Cheese Toast with Kaya isi keju. Atau roti yang dicelupkan ke telur, lalu digoreng, lalu diisi sarikaya,” jelas Andreas Susanto , Operational Manager Ya Kun Kaya.

Selain roti, Ya Kun Kaya juga dikenal karena minuman Teh Ping (es teh tarik) , Yuanyang Ping (teh, kopi ditambah susu lalu dicampur), dan Ice Barlen (sari biji jali-jali). “Harga roti berkisar mulai dari Rp 13 ribu sementara minuman dari Rp 15 ribu. Meski franchise , bahan dasar roti dibuat di Jakarta. Sementara selai sarikayanya masih didatangkan dari Singapura. “Bagi yang berminat membeli, kami jual per botol.”

Sarikaya memang jadi ciri khas yaitu campuran kelapa, telur, santan, gula yang dikocok halus lalu diberi aroma pandan. “Sebenarnya bisa saja membuat sarikaya sendiri tapi kontrolnya masih harus dari sana,” tutur Andreas. Olesannya pun bisa disesuaikan dengan selera. “Rata-rata, sih, sarikayanya minta ditambah karena enak dan manis.”

Nove / bersambung

Views : 2835

blog comments powered by Disqus