Membership
Lupa password?
Peristiwa

Kisah Sukses Roemah Pastry Wahyu Austin (2)
Sabtu, 04 Juni 2011
Iwan

Foto: Swita

SANDINGKAN bisnis & kegiatan sosial

Hasil kerja keras yang kini dicapai Agus dan Tutik, tak cuma dinikmati keluarganya saja. Pasangan ini juga memiliki sejumlah anak angkat yang berhasil mandiri. Sejumlah anak putus sekolah dibantu Agus dan Tutik, bahkan ada yang berhasil bekerja di sebuah hotel di Dubai, Uni Emirat Arab.

“Saya kurang tahu mereka dapat informasi dari mana tentang Roemah Pastry. Yang jelas, mereka datang dan minta bantuan kami. Sebenarnya kami cukup selektif memilih karyawan. Tapi melihat niat dan kejujuran mereka serta hasil kerjanya, kami terima mereka bekerja dengan kami. Alhamdulillah, ada yang sudah bisa punya lahan pekerjaan sendiri,” papar Tutik.

Salah atu karyawan Roemah Pastry yang sudah berhasil mandiri adalah Iwan Priantono (25). Ia menceritakan, “Saya dikenalkan senior saya yang pernah bekerja di Wahyu Austin Roemah Pastry. Saya lalu membantu bikin aksesori kemasan kotak pastry dan dapat upah,” papar Iwan.

Dua tahun yang lalu, kenang Iwan, ia mendapat informasi dari salah satu seniornya jika Agus tengah membutuhkan tenaga bantu membuat kemasan kotak menjelang bulan puasa. “Saya lalu mengajukan diri bersama teman untuk membantu. Selesai membantu, saya tidak kerja lagi,” ujarnya.

Setahun belakangan, Iwan kembali mengunjungi Agus dan Tutik. Kemudian kembali membantu membuat kemasan cake Roemah Pastry. “Akhirnya, membuat kemasan kue malah jadi usaha saya sendiri, bukan lagi sekadar membantu Pak Agus,” tutur Iwan bangga.

Saat ini, Iwan memang masih cenderung menunggu pesanan yang datang, namun ia menyadari potensinya menjual kemasan kue dinilai cukup bagus, sebab kue akan terlihat semakin bernilai bila dikemas dalam kemasan yang cantik dan menarik, seperti buatannya.

Kemasan buatan Iwan cukup variatif dengan kualitas karton lebih tebal, namun harga cukup murah. Hal ini menjadi andalan untuk memasarkan berbagai kotak kemasan yang dibuatnya.

“Saya cuma lihat contoh lalu mencoba membuat berbagai bentuk yang unik dengan warna-warna yang elegan tapi fungsional, agar kotak buatan saya banyak dilirik konsumen. Sementara ini, sih, pelanggan tetapnya masih Roemah Pastry, tapi saya berharap ke depan bisa menggaet lebih banyak pelanggan. Jadi, saya bisa punya penghasilan yang lebih tetap,” harap Iwan.

Tentu saja Iwan sangat terbantu oleh keberadaan Agus dan Tutik. Sehingga Iwan masih memiliki harapan untuk dapat menyambung kuliahnya lewat menjual kemasan kotak kue. Sebab Iwan memiliki cita-cita ingin hidup lebih baik.

Gege

Foto: Swita

SECOND MOTHER

Gege Meinar Arianto (32), mengaku beruntung bisa bertemu Tutik. Ia berkenalan dengan Tutik pada 2001 ketika sedang megikuti training di Hotel Novotel Jogja. “Beliau mengajak saya bergabung mengerjakan proyek Hotel Hilton, di bagian opening team atau bagian kitchen di Jeddah, Saudi Arabia. Senang dan bersyukur bisa bertemu Ibu Tutik. She is like my second mother, beliau ibu kedua saya. Dengan ikut jadi bagian opening team, saya akhirnya bisa berkenalan dengan sejumlah chef dan beberapa teman. Hasilnya, saya bisa bekerja di Dubai,” kisah pria kelahiran Kebumen ini.

Kesempatan yang didapatkannya ini tentu tak disia-siakannya. Gege yang memang memiliki cukup pengalaman bekerja di sejumlah hotel akhirnya bisa diterima bekerja di Dubai sebagai pastry chef. “Spesialisasi saya memang membuat pastry. Di Dubai, saya juga selalu mengikuti kompetisi mewakili hotel tempat saya bekerja, The Address Hotel Dubai Mall.”

Diakui Gege, pastry sudah menjadi passion-nya sejak lama. Menurutnya pastry adalah seni. Gege yang tengah berlibur ke tanah air selama dua minggu ini kemudian mulai terpikir untuk membuat usaha sedniri di kampung halamannya, Kebumen. “Saya sangat terinspirasi oleh Pak Agus dan Ibu Tutik. Tentu saja, setelah selesai bekerja di Dubai, saya ingin seperti mereka, punya usaha sendiri. Seperti yang Bu Tutik bilang, kalau memberi kebaikan jangan dikembalikan tapi berikan lagi kebaikan itu untuk orang lain. Mudah-mudahan saya bisa sesukses mereka,” harap Gege penuh keyakinan.

 Swita A Hapsari

Views : 1409

blog comments powered by Disqus