Selasa, 9 Maret 2010

House of Risoles, Risoles Eropa Ala Indonesia

Foto: Ester Sondang/Nova

Suasana Eropa begitu kental terasa saat Anda memasuki House of Risoles (HoR). Tidak hanya terlihat dari menu yang disajikan, tapi juga furniturnya. Gedung, kursi yang dilapisi kain perca aneka warna, gorden berbahan lace, dan jendela dua pintu, semuanya didominasi warna putih.

Sesuai dengan namanya, sudah tentu menu utama yang dijual di sini adalah risoles. “Selama ini orang berpikir, risoles itu jajanan pasar biasa. Di sini kebalikannya, kami membuatnya dengan konsep yang berbeda. Kalau biasanya risoles di pasaran dijual dengan isi sayuran, kami mengisinya dengan daging ayam, telur, smooked beef, mayonaise, keju, dan sebagainya. Ya, sesuai dengan risoles yang ada di Eropa, negara asal makanan ini. Kulitnya juga tidak crispy, tapi lembut sekali karena menggunakan tepung panir yang sangat halus. Risoles yang benar memang seperti itu,” ujar Eva Santrianita (23), Supervisor HoR.

Awalnya, HoR yang dibangun pada 18 Desember 2009 ini, dibuat dengan konsep take away. Namun, agar konsumen bisa lebih merasakan nuansa Eropanya, risoles ini bisa juga disajikan dine in (makan di tempat). “Ukuran risoles HoR sangat besar. Untuk take away, kami hargai Rp 10 ribu per buah, sedangkan untuk dine in Rp 16 ribu per porsi. Memang lebih mahal karena kami menyajikannya dengan kentang goreng dan salad.”

Foto: Ester Sondang/Nova

Ada 9 jenis risoles yang disajikan di sini. Yaitu cordon bleu, sosis black pepper, pizza, egg mayo, tuna mayo, lasagna, béchamel chicken, béchamel beef, dan chicken fiorentine (isi utamanya bayam). Uniknya risoles di tempat ini, semuanya menggunakan keju.

Selanjutnya, HoR berencana akan mengeluarkan rasa baru. Namanya One Bite Hot, yaitu risoles dengan paduan rasa super pedas (cabe gendot), daging, keju,sayur, dan mayonaise.
“Selain risoles, HoR juga menyajikan aneka lumpia dan makanan lain seperti nasi goreng, tenderloin steak, sirloin steak, lumpia, juga sop buntut.”

Foto: Ester Sondang/Nova

Eva mengaku, meski mengadaptasi dari Eropa, risoles yang disajikan HoR tetap disesuaikan dengan lidah Indonesia. “Kami tidak bisa menampik kalau lidah orang Indonesia dengan orang Eropa itu berbeda. Makanya, kami mengombinasikan rasanya."

Satu lagi keunikan tempat ini, semua tanaman yang menghiasi ruangannya adalah tanaman hidup. “Enggak cuma itu, tanaman yang tumbuh di halaman belakang juga ada buahnya, lho. Ada durian, cabai rawit, peterseli, lengkeng, cabai gendot, jeruk nipis, dan masih banyak lagi. Jadi, kalau perlu apa-apa (yang berhubungan dengan menu) kami tinggal petik saja di kebun.”

House of Risoles
Jl Setiabudi No.312, Bandung
(100 meter dari Terminal Ledeng)
Tlp. 022-2011237

Ester Sondang

Dilihat : 2366 orang
  • Rating :
  • 0/5 (0 votes)
blog comments powered by Disqus