Membership
Lupa password?
Peristiwa

Bisnis Puding, Dua Bulan Sudah Balik Modal
Kamis, 21 Januari 2010
modal 1

FDibantu suami Imel Sukses mengelola chimelcake.com (oto: Agus Dwianto/Nova)

Menjual puding yang memakan biaya produksi murah namun berkualitas, terbukti menjadi salah satu calon primadona bisnis online.

Awalnya, Melinda tidak pernah terpikir untuk memulai bisnis online. Bahkan, Imel, begitu sapaan akrabnya, sudah bertekad untuk menjajal karier sebagai Flight Operation Officer di sebuah maskapai penerbangan Indonesia. Namun, karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan, Imel tidak bisa melanjutkan mimpinya tersebut.

Tak putus asa, Imel banting stir mencoba dunia usaha. Meski ini adalah pengalamannya yang pertama, Imel mengerjakannya dengan sepenuh hati. Bisnis makanan pun dipilihnya. Selama tiga bulan, Imel menekuni kursus memasak. Hasilnya, berbekal pengetahuan pas-pasan dan dibantu sang ibu yang memang lihai memasak, Imel merintis usaha pertamanya, Chimelcake.com.

Kebetulan, sang suami yang berprofesi sebagai web designer membantunya mengerjakan segala urusan teknis. Otomatis, biaya modal pun berkurang. “Saya cuma bagian masak-masak saja. Kalo yang ribet-ribet, suami yang menangani,” ujar wanita kelahiran 5 Maret 1984 ini.

Awalnya, Imel memang hanya menerima pesanan cake saja, terutama cake untuk ulang tahun. Namun, seiring bertambahnya jumlah pesanan dan peminat, Imel melebarkan sayap ke jenis kue lain. Sampai akhirnya, Imel menjajal pesanan puding dari pelanggannya. “Awalnya ada yang iseng nanya, ada puding apa enggak? Akhirnya, saya iyain aja. Saya juga suka buat puding, karena ringkas dan mudah,” ujar Imel.

Tak hanya menyajikan puding yang standar seperti Cokelat dan Strawberry, Imel juga mencoba untuk mengeksplor jenis-jenis racikan puding lain. Terciptalah Puding Karamel, Puding Biskuit Marie, Puding Lumut Pelangi, Puding Alpukat, Puding Pandan Kelapa Muda, dan Puding Pelangi Hantaran. Tak terbatas di menu, Imel pun bersedia melayani puding khusus, dengan rasa dan bentuk sesuai permintaan pelanggan.

Modal 3 Juta

modal 2

Puding karamel cokelat menjadi salah satu favorit pembeli (Foto: Agus Dwianto/Nova)

Sekarang, dalam sebulannya Imel bisa melayani belasan pesanan puding. Padahal usaha puding online nya belum berjalan setahun. Namun, karena usahanya belum tergolong besar, Imel memiliki kendala di urusan delivery. Karena belum memiliki kurir sendiri, Imel pun harus menggunakan jasa kurir makanan. “Itu yang membuat mahal. Jadi, saya hanya terima pesanan minimal 3 puding. Karena satu puding dengan tiga puding, biaya ongkos kirimnya sama,” jelas Imel.

Untungnya, jasa kurir yang digunakan Imel cukup profesional. Mereka menyediakan fasilitas perlakuan khusus untuk puding yang memang rentan. “Biasanya saya hanya ngasih puding dalam kemasan mika. Untuk vla nya saya pisahkan di wadah plastik padat. Nanti, kurirnya sudah tahu, dan memasukkan dalam ice box khusus. Jadi, semua pelanggan menerima dalam keadaan utuh.”

modal 3

Awalnya hanya iseng, sekarang imel malah kebanjiran order puding (Foto: Agus Dwianto/Nova)

Kata Imel, memulai bisnis online, khususnya puding, tidak memerlukan biaya besar. Apalagi, keuntungan Imel, ia memiliki suami seorang web designer. “Tapi, kalau pun harus bayar. Memulai membangun web (web hosting) itu enggak mahal kok. Sekarang ada paket yang include web hosting dan domain dari harga Rp 1 Juta.” Modal yang paling besar justru di perlengkapan memasak. Dari mulai loyang, hingga mesin pendingin. “Tapi, kalau untuk puding kan gampang. Toh, semua orang sudah pasti punya kulkas juga. Jadi, kuncinya cuma di kemauan,” saran Imel.

Untuk memulai Chimelcake.com sendiri, Imel hanya mengeluarkan total biaya Rp 3 Juta. Dengan mematok biaya Rp. 50 ribu per puding, Imel mengaku bisa menutupi seluruh biaya modalnya hanya dalam waktu dua bulan. “Sebenarnya, mungkin keuntungan bisa lebih banyak kalau punya kurir sendiri. Mungkin, nanti kalau usahanya lebih besar lagi,” tutup Imel.

Yetta Angelina


blog comments powered by Disqus