Jumat, 27 Agustus 2010

Bisnis Lauk Kering Banyak Dicari (2)

Karyawan b'Man menunjukkan kering teri medan (Foto:Debbi Safinaz)

Teri Medan ke Jerman

Demam bisnis lauk kering menjelang Lebaran juga melanda Medan. Salah satu yang laris adalah keripik kentang sambal pedas dan pecal, serta kering teri kacang buatan H. Pariman Tampubolon . Pria yang kerap disapa b’Man ini telah mengemas produknya dalam bungkusan plastik takaran seperempat, setengah dan satu kilogram. Sehari-harinya, b’Man memang berbisnis lauk kering. Produknya sudah menyebar hingga ke luar Medan, bahkan sudah menyambangi Prancis, Belanda, Jerman, dan Arab Saudi. Maklum, sebagian konsumennya adalah calon jamaah haji. Menjelang Lebaran, bisnisnya makin dicari orang.

b’Man memulai bisnis lauk kering sejak tahun 90-an. Awalnya, ia berjualan lontong. Bisnis keripik kentang pedas sambal dan bumbu pecal menyusul kemudian. Kering kentang yang diiris tipis itu rupanya banyak diminati masyarakat, mulai dari wanita karier hingga anak-anak kost. Biasanya, untuk dikonsumsi sendiri atau sebagai oleh-oleh.

b'Man mengaku kepiawaiannya memasak lauk kering diperolehnya secara otodidak (Foto:Debbi Safinaz)

Kepiawiannya mengolah keripik kentang diakui b’Man dipelajari secara otodidak. Agar cita-rasanya sempurna, kata b’Man, “Saya selalu nerima saran pembeli,” Ketika memulai usahanya, kenang b’Man, ia hanya membuat 1 kg keripik kentang, lalu meningkat jadi 5 kg, dan akhirnya kini sudah mencapai puluhan kilogram kentang per hari. Semua produknya ia pasarkan sendiri di kios miliknya di Jl Cik Di Tiro. “Harga per kilogramnya Rp 90 ribu,” jelasnya.

Ramadan kali ini pun, b’Man kebanjiran pesanan. Selain keripik kentang pedas, juga sambal teri medan campur kacang. Khusus lauk sambal teri kacang b’Man mengaku membuat 100 kg teri per hari. “Jika mendekati Lebaran, bisa di atas 600 kg karena banyak warga Medan membeli untuk keluarganya di luar kota. Kata orang sih, sambal teri kacang saya renyah dan legit. Banyak yang ketagihan.”

Debbi safinaz

Dilihat : 1103 orang
  • Rating :
  • 3/5 (26 votes)
blog comments powered by Disqus