Membership
Lupa password?
Peristiwa

Bisnis Barang Bekas: Sri Sultan Pun Titip Tas & Jas (2)
Jumat, 30 Oktober 2009
bekas 4.ok

Kualitas bagus dengan harga miring membuat dagangan Rustandi laris manis. (Foto: Henry Ismono/NOVA)

Kini, bapak 13 anak yang masih tampak segar ini menyiapkan anak-anaknya untuk meneruskan usahanya. “Separoh anak-anak saya sudah usaha sejenis, juga di kawasan Saharjo. Saya, kan, sudah tua. Di tangan anak-anak, semoga usaha ini tetap berjalan,” kata Rustandi yang sanggup membuatkan rumah untuk anak-anaknya.

Berkah Dari Sultan
Di Yogyakarta juga ada toko barang bekas, namanya Toko Barkas di Jalan Gejayan. Di sana banyak juga yang titip jual, termasuk para mahasiswa yang sudah lulus kuliah. “Biasanya kalau kuliahnya sudah selesai, para mahasiswa datang sendiri menitipkan harta bendanya. Daripada dibawa pulang ke daerah asal, kan, repot. Mending dijual. Kalau dijual teman sendiri, kan, jatuhnya murah,” jelas Tiwi, supervisor Toko Barkas.

Bahkan, Sri Sultan HB X dan permaisuri GKR Hemas juga titip barang di barkas, antara lain jas, kemeja batik, sepatu, tas, dan kebaya. “Awalnya, saya ditelepon asisten Pak Sultan. Katanya beliau ingin ketemu dengan saya dan Erwin, partner usaha saya di Barkas. Lalu saya datang ke kantor Gubernuran,” kata Jimmy Simarmata, pemilik Toko Barkas.

Jimmy mengaku seperti kejatuhan durian runtuh ketika Sultan

bekas 2.ok

beberapa siswa SMKN 5 Yogyakarta tengah meninati aneka gitar elektrik di Barkas. (Foto: Rini Sulistyati/NOVA)

mengungkapkan rasa bangganya ada Toko Barkas di Yogya. “Bahkan beliau mempersilakan kami mengiklankan usaha dengan memakai nama Pak Sultan. Bukan itu saja, Pak Sultan dan Ibu Hemas berkenan menitipkan sejumlah barang untuk dijual. Beliau katakan, bila ada barang masih bisa dijual, kenapa harus dibuang? Pak Sultan ingin mencontohkan agar masyarakat Yogya tidak perlu gengsi menjual barang yang tidak terpakai.”

Dua hari berikutnya, Sultan dan permaisuri benar-benar mengirimkan sejumlah barang ke Toko Barkas. “Langsung saya pasang iklan di harian tertua di Yogya. Saya bilang, siapa pun bisa mendapatkan barang pribadi Sultan hanya di Barkas. Eh, saya malah banyak terima telepon bernada marah dari warga Yogya. Mereka mengumpat dan mengatai saya gila karena membawa-bawa nama besar Sultan untuk menjual barang bekas.”

Henry Ismono, Rini Sulistyati

Views : 2197

blog comments powered by Disqus