Membership
Lupa password?
Peristiwa

3 Toko Legendaris di Jember, Jadi Favorit Presiden & Banyak Artis (1)
Selasa, 06 September 2011
Sian Kie

Sian Kie meneruskan usaha almarhum sang ayah, dan tetap mengandalkan roti tawar dan roti manis sebagai jualan utama Wina Bakery (Foto: Laili Damayanti)

Bukan hanya warisan Gua Jepang yang terdapat di Jember, di beberapa sudut kota ternyata masih berdiri toko-toko yang masih berjaya sejak zaman dahulu. Ada toko kain yang sudah dipegang oleh generasi ketiga pemiliknya, juga ada toko roti dan oleh-oleh khas yang mampu bertahan puluhan tahun.

WINA BAKERY Roti Tawar Jadi Andalan

Di ruas Jalan Diponegoro, belokan ke dua dari Jalan Trunojoyo menuju Department Store Matahari, terdapat sebuah toko yang berdiri memanjang selebar 20 meter dengan atap bercat merah kuning. Tampak dari arah depan, toko ini memiliki jendela kaca yang memperlihatkan dengan jelas isi toko yang dipenuhi aneka roti.

Meski tanpa papan nama, warga Jember sudah mengenal toko roti yang bermerek Wina Bakery itu. Maklum, toko yang dibesarkan oleh (alm.) Hari Satronegoro itu memang sudah melayani banyak orang maupun hotel dalam menyediakan roti dan cake sejak lama.

Toko Wina Bakery

Sebanyak 35-an varian roti tersedia di Wina Bakery (Foto: Laili Damayanti)

Pada tahun 1980, toko ini merupakan toko roti kecil yang berada di sisi kiri Jalan Imam Syafii (sekarang Jl. Diponegoro). Sejak dulu toko ini sudah dikenal karena menjual aneka roti manis dan roti tawar yang lezat dan selalu baru. Dan kini, toko yang sudah berpindah ke seberang bangunan lamanya ini, masih tetap laris seperti dulu. Tak sedikit orang yang datang bahkan dari Banyuwangi, Bondowoso, Lumajang juga Situbondo bertandang ke sini hanya sekadar untuk membeli roti tawar dan roti manisnya.

“Dulu, kami punya sekitar 70-an macam roti manis yang ditawarkan di gerai. Sekarang, kami cuma memajang 35-an varian roti manis, setelah melihat selera pelanggan,” ungkap Sian Kie (43) putra sang pemilik yang kini meneruskan usaha almarhum ayahandanya.

Setiap hari, Wina Bakery memproduksi ratusan roti, jajanan tradisional juga cake . Di samping itu, juga membuat roti kering dan membuka depot khusus hamburger, pizza, dan hotdog.

“Khusus hamburger, pizza dan hotdog kami pisahkan di gerai kecil di samping toko karena konsep penyajiannya kurang cocok bila di dalam toko yang ber-AC. Tadinya, sih, sempat menjadi satu,” papar Sian Kie menjelaskan perluasan usaha Wina Bakery.

Meski bermunculan usaha serupa, pelanggan setia Wina tetap saja berdatangan mencari roti tawar kupas yang dihargai Rp 8.000. Termasuk mantan Putri Indonesia, Nadine Chandrawinata dan Presiden SBY ketika berkunjung ke Jember, pasti mampir ke WIna Bakery.

“Rahasia produk kami, hanya bahan baku yang tidak pernah berubah, dan proses pembuatan yang higienis,” ungkap Sian Kie yang merasa puas karena pelanggan setianya tak pernah meninggalkannya.

Toko Sumber Madu

Ratusan macam oleh-oleh Jawa Timur ada di Toko Sumber Madu. Pembeli punya banyak pilihan saat membeli oleh-oleh (Foto: Laili Damayanti)

TOKO OLEH-OLEH SUMBER MADU Favorit Krisdayanti

Di antara jajaran toko oleh-oleh yang marak di Jalan Gajah Mada, Jember, terdapat satu toko oleh-oleh yang sudah beroperasi sejak tahun 1986. Toko yang tadinya dikelola Yap Yin Thong (78) ini, sudah mengalami beberapa kali pindah lokasi dan akhirnya menetap di tikungan Jalan Gajah Mada.

Dari yang awalnya hanya menjual oleh-oleh khas Jember produksi sendiri dan buatan lokal, kini di toko ini menjual ratusan oleh-oleh khas Jember dan daerah lain (Banyuwangi, Malang, dan Bali). Bisa dibilang, oleh-oleh yang dipajang cukup lengkap dan berkualitas. “Tadinya kami cuma menjual suwar-suwir, proll tape dan tape singkong kuning buatan sendiri. Kebetulan Mama senang membuat penganan khas Jember,” ungkap Susi (38) yang kini diserahi tanggung jawab mengelola toko milik mertuanya itu.

Meski banyak usaha sejenis yang berjejer di sepanjang Jalan Gajah Mada, usaha toko oleh-oleh yang dikelola Susi ini tak kalah ramai oleh pembeli. Setiap hari selalu ada pelanggan datang berbelanja ke toko oleh-olehnya. “Orang datang ke sini terutama mencari suwar-suwir dan terasi panggang khas Puger (salah satu wilayah di Jember, Red .),” Susi lalu mengatakan, pelanggan setianya yang masih selalu datang biasanya khusus untuk membeli terasi panggangnya.

Susi

Ibunda Susi khusus membuat makanan khas Jember balung kuwok, yang diproduksi hanya 50-60 bungkus perhari (Foto: Laili Damayanti)

Tak jarang pembeli juga datang berombongan, berasal dari kota-kota yang jauh. Namun, diakui Susi, pelanggan tokonya kebanyakan pelancong domestik yang mencari oleh-oleh khas Jember.

Menjadi toko oleh-oleh legendaris juga membuat toko oleh-oleh ini kerap dikunjungi sejumlah selebriti. Mulai dari Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Pujiastuti, Uya Kuya, hingga diva Krisdayanti. “Favoritnya Krisdayanti itu keripik singkong panggang dan balung kuwok buatan Mama. Kebetulan kami memang tidak memproduksi banyak, hanya sekitar 50-60 bungkus dan itu pasti habis setiap hari,” ungkap Susi bangga.

Laili Damayanti / bersambung

Views : 3914

blog comments powered by Disqus