Membership
Lupa password?
Wanita

Waspadai Gangguan Haid (2)
Jumat, 18 Februari 2011
KSHT

Haid Pada Anak

Pada usia berapa seorang perempuan mulai memperoleh haid? Dewasa ini, karena faktor asupan gizi yang jauh lebih baik, rata-rata anak perempuan mulai memperoleh haid pada usia 10-11 tahun. Dan, pada 1-2 tahun pertama, normalnya haid memang masih belum begitu teratur karena hormon pada anak belum begitu seimbang. “Jadi, kalau pada awal-awal haid tidak teratur, ya masih normal. Misalnya haid 2 bulan sekali. Baru setelah 1-2 tahun, siklusnya mulai stabil,” kata Edihan.

Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, baik oleh anak maupun orang tua. Oleh karena fungsi hormonal anak yang belum stabil, maka bisa terjadi perdarahan masif. Misalnya, jika normalnya darah haid yang keluar sekitar 80 cc (3-4 kali ganti pembalut sehari), kemudian karena fungsi hormonalnya yang belum stabil tiba-tiba menjadi lebih banyak dari biasanya. "Sebaiknya segera ke dokter untuk diperiksa apakah ada gangguan perdarahan, pembekuan darah, atau gangguan hormonal biasa. Biasanya, ada beberapa kasus, anak mengalami perdarahan hebat. Ini harus segera ditangani, karena perdarahannya sendiri bisa fatal akibatnya.”

Untuk mengantisipasi supaya anak tidak syok, yang paling penting adalah komunikasi orang tua dengan anak. Pada beberapa kasus, anak terkejut pada saat mengalami haid pertama karena kurang komunikasi. “Jadi, kalau anak sudah mendekati usia itu, sebaiknya orang tua menjelaskan secara gamblang,” saran Edihan

Jelang Menopause

Bagaimana jika pada perempuan usia menjelang menopause, tiba-tiba terjadi perdarahan atau haid lebih banyak dari biasanya? Ada 2 kemungkinan penyebab, yaitu karena gangguan hormonal yang tidak seimbang menjelang menopause, atau kemungkinan adanya kanker dinding rahim. “Harus dilihat dengan pemeriksaan USG, bahkan dilakukan biopsi dinding rahim untuk memastikan. Bisa juga karena adanya mioma, karena perdarahan tiba-tiba pada perempuan yang sudah mulai menopause sebagian besar karena keganasan (kanker),” jelas Edihan

 Hasto Prianggoro


blog comments powered by Disqus