Membership
Lupa password?
Wanita

Serba-Serbi Kehamilan, USG Cukup Tiga Kali
Sabtu, 24 November 2012
USG

Foto: Getty Images

Banyak hal yang harus diperhatikan saat hamil, dari mulai rajin melakukan pemeriksaan ke dokter hingga menghindari aktivitas yang “membahayakan” kandungan.

Ketika istri dinyatakan positif hamil, semua upaya pun dilakukan untuk menjaga agar kondisi kehamilan tetap terjaga baik serta bayi yang dilahirkan pun berkualitas.Dari pemeriksaan kehamilan rutin, mengatur pola makan hingga menjaga aktivitas sehari-hari supaya tidak membahayakan kehamilan. Contohnya, jika biasanya wanita gemar mengecat rambut, kebiasaan ini sebaiknya ditinggalkan saat hamil karena bisa berdampak buruk bagi janin di kandungan.

Pemeriksaan “Wajib”

Menurut Prof. Dr. dr. med. Ali Baziad, Sp.OG (K)., dari Brawijaya Women and Children Clinic , secara umum, pemeriksaan berkala yang harus dilakukan selama kehamilan adalah pada saat kehamilan berusia 0 – 28 minggu, 28 – 36 minggu, dan 36 – 40 minggu.

“Pemeriksaan kehamilan pada saat usia kehamilan 0 – 28 minggu dilakukan sebulan sekali, usia kehamilan 28 – 36 minggu dilakukan 2 minggu sekali, dan ketika usia kehamilan 36 – 40 minggu dilakukan seminggu sekali,” jelasnya.

Beberapa pemeriksaan yang “wajib” dilakukan pada saat hamil antara lain pemeriksaan laboratorium pada trimester I dan trimester III. Tujuan pemeriksaan ini adalah memantau kesehatan ibu hamil, serta melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan komplikasi yang mungkin terjadi selama kehamilan. Pemeriksaan laboratorium tersebut meliputi profil darah, golongan darah/RH, HbsAg, gula darah, urine lengkap, IgM dan TORCH.

Deteksi Dini dengan USG

USG (ultrasonography ) merupakan salah satu pemeriksaan yang penting dilakukan saat hamil. Pemeriksaan USG bertujuan memantau kesehatan ibu hamil dan melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan komplikasi selama masa kehamilan.

Pemeriksaan USG, lanjut Ali, dilakukan untuk mengetahui letak janin, hamil di luar atau di dalam kandungan, letak plasenta, untuk mengetahui ukuran bayi, lingkar kepala, dan lain-lain, apakah sesuai dengan usia kehamilan. Selain itu, mengevaluasi pertumbuhan janin, melakukan evaluasi terhadap detak jantung, serta deteksi secara dini kelainan kongenital yang mungkin terjadi.

Kini, tersedia pula USG 4D yang hasilnya lebih akurat, berwarna, dan lebih detail. “Sebetulnya, pemeriksaan USG 4D tidak diharuskan karena hasil USG tergantung pada keahlian orang yang mengerjakan dan dapat membacanya,” lanjut Ali.

Ia juga menambahkan bahwa selama kehamilan, sebaiknya pemeriksaan USG tidak dilakukan terus-menerus. Ali menganjurkan agar USG dilakukan hanya 2 sampai 3 kali.

Cat Rambut

Meski hamil, merawat kecantikan serta menjaga penampilan biasanya tetap dilakukan para wanita. Misalnya mengecat rambut, memakai krim malam, dan sebagainya.

Tapi, Ali menganjurkan agar wanita hamil tidak melakukan perawatan kecantikan tadi. “Perwarnaan rambut, perwarnaan kuku, penggunaan krim malam, dan jenis perawatan lain selama kehamilan sebaiknya tidak dilakukan karena dikhawatirkan mengandung zat kimia berbahaya yang bisa berdampak pada kesehatan janin di kandungan. Kecuali perawatan kecantikan berupa cuci rambut dan creambath yang diperbolehkan,” urai Ali.

Vitamin & Susu

Mengatur asupan makanan akan menjaga tubuh tetap sehat selama hamil. Vitamin dan susu sepertinya merupakan asupan “wajib” bagi wanita hamil. Hal ini dibenarkan oleh Ali, “Minum vitamin dan susu selama kehamilan itu penting untuk pertumbuhan janin dalam kandungan.”

Vitamin yang sangat diperlukan selama kehamilan antara lain asam folat, zat besi, dan kalsium. Namun, apabila calon ibu memiliki pola makan yang sehat dan seimbang, sebenarnya nutrisi sudah dapat terpenuhi sehingga tidak diperlukan adanya tambahan vitamin yang berlebihan.

Tetap Berolahraga

Berolahraga rutin akan membantu wanita hamil tetap sehat dan fit. Selain itu, olahraga juga menjaga postur tubuh dan mencegah gangguan umum yang kerap muncul selama hamil, seperti sakit di bagian belakang (backache) serta kelelahan. Menurut situs WebMD, olah raga selama hamil juga bisa mencegah diabetes gestational yang muncul selama hamil membuang stres membangun stamina yang dibutuhkan saat melahirkan.

Prinsip olahraga selama hamil adalah tidak berlebihan alias jangan mengikuti porsi sebelum hamil, serta memilij jenis olahraga yang aman. The American College of Obstetrics and Gynecology merekomendasikan olahraga yang tidak berlebihan selama paling lama sekitar 30 menit setiap hari, kecuali jika wanita hamil memilikinya masalahnya dengan kehamilannya. Ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan olahraga, termasuk jenis olahraga mana yang boleh dilakukan.

Hasto Prianggoro


blog comments powered by Disqus