Membership
Lupa password?
Wanita

Salon Khusus 'Kewanitaan'
Selasa, 05 April 2011

D ijamin bisa mengembalikan kepercayaan diri Anda. Sekaligus membuat suami tersenyum puas.

 

Wanita mana yang tak ingin dirinya cantik? Apalagi di mata suami. Memang sudah kewajiban seorang istri bisa memberi kebahagiaan buat suaminya. Salah satunya dengan penampilan yang selalu sedap dipandang. Tapi, bagi suami tak cuma penampilan luar saja yang diperhatikan. Urusan "dalam" pun menjadi satu tuntutan.

Tak heran banyak wanita kalang kabut kalau kemudian timbul masalah dengan urusan "dalam" ini. Salah satunya, timbulnya penyakit keputihan. Dan pada kenyataannya lebih dari 70 persen wanita Indonesia mengalami masalah keputihan. "Keputihan ini bisa menimbulkan gangguan pada hubungan intim," tutur dr. Asri , yang mengelola beberapa "salon" vagina.

KEADAAN BAHAYA

Secara alamiah, setiap bagian tubuh yang berongga dan berhubungan dengan dunia luar akan mengeluarkan semacam getah atau lendir. Demikian pula dengan saluran kelamin wanita (vagina).

Dalam keadaan normal, lendir vagina adalah cairan bening yang tidak berbau, jumlahnya tak terlalu banyak, dan tanpa rasa gatal atau nyeri di vagina dan sekitar kemaluan luar. Memang, pada waktu-waktu tertentu jumlah lendir dapat meningkat lebih banyak. "Biasanya pada saat menjelang menstruasi, stres, atau lelah fisik," tutur dr. Asri yang aktif di Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI).

Lendir yang jumlahnya meningkat tersebut dapat menjadi awal timbulnya cairan vagina yang tak normal. Kondisi tersebut dibarengi dengan cairan berwarna putih seperti susu atau kuning kehijauan. Bahkan mengeluarkan bau amis atau busuk.

Jika Anda mengalami hal seperti itu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan ahlinya. Ke mana?

RAHASIA TERJAMIN

Sekarang ini sudah banyak klinik yang membuka "salon" khusus buat vagina. Dikatakan "salon" karena bukan cuma menyembuhkan berbagai penyakit seputar vagina, juga membuatnya lebih "cantik".

Karena urusannya sangat pribadi, tak heran bila "salon" vagina yang dimiliki Tugu Medical Centre (TMC) di kawasan Kebayoran Baru ini memiliki pelayanan yang sangat menjaga privacy. Salah satunya dengan sentuhan one stop care. Dimulai dengan konseling, tindakan, apotik, sampai pada pemeriksaan laboratorium tersedia lengkap di TMC. "Sehingga si ibu tak perlu merasa sungkan atau malu," tutur dr. Asri.

Umumnya para ibu merasa risih jika pelayanan diberikan terpisah. Misalnya, laboratorium tak tersedia. "Apalagi buat ibu bekerja. Dari segi waktu tidak praktis. Juga ada rasa risih ketika akan memeriksakan cairannya," papar dr. Asri.

Untuk memberikan kenyamanan, para ibu yang datang berobat akan memperoleh pelayanan spesial. Misalnya diberikan pakaian pemeriksaan sekali pakai. Pakaian klinik yang dikenakan saat pemeriksaan ini terjamin kebersihannya. Sementara pakaiannya sendiri disimpan di locker  pada ruangan terpisah. Sehingga ketika pemeriksaan selesai, si ibu tak perlu khawatir dengan penampilannya. "Kami menyediakan ruang ganti dan ruang berdandan," kata dr. Asri.

Suasana ruang pemeriksaan yang didominasi warna merah muda ini menunjang kenyamanan pemeriksaan. Ditambah lagi keramahan para suster dan dokternya akan membantu si ibu. "Karena pengobatan ini bagian yang paling pribadi, jadi perlu pelayanan yang spesial," alasan dr. Asri.

BAHAYA BERLANJUT

Yang perlu diketahui oleh para ibu adalah jangan membiarkan keputihan ini berlanjut terus-menerus. Pengobatan yang tepat akan meminimalkan risiko yang lebih parah.

Lendir vagina ini muncul oleh berbagai hal, misalnya jamur, parasit, atau bakteri. Bisa juga karena kelainan lokal di vagina, mulut rahim, atau bahkan rongga rahim. Bila penyebab tersebut tak diobati maka penyakit yang mungkin awalnya hanya terjadi di sekitar vagina akan berlanjut menjadi infeksi di daerah rongga rahim, saluran telur, serta rongga panggul. Bahkan bisa jadi berlanjut menjadi kanker. Lantaran itu pemeriksaan harus dilakukan untuk memastikan penyebabnya. "Supaya bisa diberikan obat yang tepat," terang dr. Asri.

Di salon vagina yang dikelola dr. Asri ini, sementara cairan vagina diperiksa di laboratorium secara mikroskopis, terhadap pasien akan dilakukan pengurasan vagina (vaginal toilet) dengan larutan antijamur dan antiseptik, sehingga lendir dapat dibersihkan. "Tindakan ini perlu dilakukan agar bersih sampai ke bagian dalam," jelasnya. Barangkali itulah yang membedakan pengobatan di salon vagina dengan mengobati sendiri di rumah. Pemberian obat pun akan diberikan sesuai dengan penyebabnya. "Tak akan sembuh, kalau penyebabnya bakteri tapi diberi obat antijamur," kata dr. Asri.

Untuk sekali kunjungan, dengan pengobatan lengkap, dari konseling, laboratorium, obat, sampai pengurasan cairan, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 150.000. Relatif murah dibandingkan dengan hasil yang diperoleh. Dengan pengurasan rutin, dijamin para ibu akan merasa muda kembali.

"Kalau sudah begitu, saya jadi percaya diri melayani suami," aku Ibu Salim, yang secara rutin melakukan toilet vagina. "Dan suami juga merasa puas," tambahnya. Nah, kenapa Anda tidak ikutan cara ini?

Iis

Views : 6825

blog comments powered by Disqus