Membership
Lupa password?
Wanita

Langsung Langsing Usai Operasi Caesar (1)
Rabu, 27 Januari 2010
Langsing foto agus

Foto: Agus Dwianto

Agar perut langsung langsing usai melahirkan, beberapa wanita memilih jalan pintas. Operasi caesar sekaligus operasi pengambilan lemak, alias tummy tuc. Benarkah cara ini tidak dianjurkan oleh dokter? Kenapa?

Perut melar usai melahirkan selalu membuat rasa percaya diri wanita berkurang. Padahal, sudah menjadi rahasia umum bila tubuh wanita setelah melahirkan tidak mungkin kembali seperti gadis. Apalagi bila pernah melahirkan anak dengan berat badan besar, kehamilan kembar, maupun anak ketiga dan seterusnya. Boro-boro kembali langsing, yang ada perut makin tak keruan bentuknya.

Jalan pintas pun kemudian dicari, di antaranya merencanakan menjalani operasi caesar (sectio caesarea ) sekaligus melakukan operasi tummy tuc . Tummy tuc , atau abdominoplasti, tak lain adalah sebutan untuk operasi membuang sebagian kulit dan lemak perut untuk menyusutkan dan memperindah perut. Tummy tuc merupakan bagian dari body contouring untuk mendapatkan bentuk perut yang lebih harmonis dan indah, sekaligus meremajakannya kembali (rejuvenate ). Sayangnya, caesar plus semacam ini dari sudut pandang medis maupun estetika tidak dianjurkan.

Risiko Meningkat

Siapapun tahu, operasi caesar merupakan tindakan operasi yang cukup berisiko bagi seorang ibu. Saat dilakukan operasi, kondisi kehamilan dengan berbagai perubahan pada kondisi tubuh dan gejala-gejala persalinan membuat risiko pasca operasi meningkat. Jika harus dikombinasikan dengan operasi besar lain, seperti tummy tuc , tentu akan semakin meningkatkan risiko pasca operasi.

Dari sudut pandang kebidanan, hal ini secara tegas sangat tidak dianjurkan. Menurut dr. Febriansyah Darus, Sp.OG , spesialis obstetri dan ginekologi RS Hermina, Jatinegara, Jakarta, ada beberapa pertimbangan medis yang menyebabkan hal ini sangat tidak dianjurkan. Pertama, di bawah pengaruh hormon kehamilan (terutama progesteron), pembuluh-pembuluh darah mengalami dilatasi (pelebaran) di seluruh bagian tubuh. Kondisi ini menyebabkan risiko perdarahan pasca operasi caesar meningkat. Pada saat dilakukan tindakan kedua operasi ini, dapat membuat perdarahan yang berlebihan. Ini bisa mengancam nyawa ibu.

Selain itu, tidak semua persalinan dengan operasi caesar dilakukan dengan bersih. Pada kasus tertentu seperti kasus ketuban bocor atau terlambat lahir, risiko infeksi dari ketuban yang sudah terkontaminasi meningkat. Akibat lanjutan dari risiko infeksi, terjadi luka pasca penyembuhan yang tidak sempurna atau luka parut (scar ). Dibutuhkan tindakan operasi korektif lanjutan untuk memperbaikinya.

Ketiga, risiko tindakan pasca operasi juga meningkatkan risiko terjadinya perdarahan di bawah jaringan kulit akibat pembuluh darah yang tidak terjepit sempurna. Ini akan mengakibatkan terjadinya hematoma (gumpalan darah bawah jaringan). Bila berlangsung parah, diperlukan operasi lanjutan untuk mengangkat hematoma dari bawah jaringan.
Laili Damayanti/bersambung


blog comments powered by Disqus