Rabu, 10 Maret 2010

Ketika Miss V Terjerat Masalah (2)

Foto : Eng Naftali/Nova

Otot Vagina Kendur

Kekenyalan dan kekencangan otot vagina memang sangat mempengaruhi kenikmatan seksual dalam berhubungan intim. Oleh karena itu, wanita kerap resah apabila merasa otot vaginanya mulai kendur. Namun, menurut dr. Suskhan, Sp.OG (K), konsultan uroginekologi RSIA Hermina Jatinegara , Jakarta, bila tidak mengalami kejadian yang berat, otot vagina tidak semudah itu menjadi kendur. Umumnya pada masa nifas (selepas melahirkan), kondisi rahim begitu juga otot vagina akan beradaptasi kembali ke semula.

Beberapa kondisi memang dapat membuat proses pengembalian otot vagina tidak optimal, di antaranya melahirkan lebih dari 3 kali apalagi dengan jarak kelahiran di bawah 2 tahun, melahirkan bayi dengan berat badan di atas 4 kilogram, melahirkan bayi dengan kepala besar, melahirkan dengan alat bantu seperti forceps dan vacuum , ditambah kondisi kehamilan, hormonal dan kelemahan ligamentum mempengaruhi otot-otot vagina sehingga kondisi otot vagina relatif kendur meski telah melewati masa nifas. Jika demikian yang terjadi, masih ada cara untuk memperbaikinya.

Melakukan senam kegel setelah kondisi pulih pasca melahirkan atau 2 minggu setelah operasi sesar dapat diupayakan untuk mengembalikan kekencangan otot vagina. Senam ini dapat dilakukan setiap hari dan umumnya akan menunjukkan hasil setelah 8 hingga 12 minggu terapi dilakukan.

Selain senam kegel, tindakan operasi juga bisa dilakukan sebagai pilihan lain. Vaginoplasty yang memodifikasi otot levator ani (liang vagina) dapat ditempuh dengan pertimbangan dokter Sub spesialis uroginekolog.

Operasi ini pada intinya bertujuan mendekatkan otot levator ani hingga membentuk liang seukuran dua jari (masuk). Dengan durasi tindakan sekitar 1 jam dan pemulihan semalam, operasi ini dapat mengencangkan kembali otot vagina yang longgar. Dan, setelah tidak terasa nyeri, pasien disarankan melakukan latihan kegel untuk mengoptimalkan pengencangan vagina. Setelah pulih (sekitar tiga bulan) aktivitas seksual sudah dapat dilakukan kembali seperti biasa.

Foto : Eng Naftali/Nova

Vagina Kering

Vagina kering dapat terjadi pada wanita yang sudah memasuki masa menopause. Ini disebabkan kadar ekstrogen yang diproduksi sudah jauh berkurang. “Akibatnya, produksi lendir di mulut rahim dan kelenjar di sekitar vagina menjadi lebih sedikit, sehingga menyebabkan kekeringan pada vagina,” kata dr. Sugi Suhandi Iskandar, Sp.OG . Akibatnya, hubungan seks menjadi tak nyaman dan terasa sakit. Untuk mengatasinya, bisa memanfaatkan jelly yang banyak dijual di pasaran.

Dilihat : 4074 orang
  • Rating :
  • 2.5/5 (38 votes)
blog comments powered by Disqus