Membership
Lupa password?
Wanita

Kenapa Tak Kunjung Hamil? (2)
Jumat, 08 Juli 2011
Check 2

Foto: Getty Images

Check up Kesuburan

Perlukah check up kesuburan, baik pranikah maupun setelah nikah? “Sangat penting, tapi yang perlu dipahami adalah bahwa ada persyaratan untuk bisa hamil, yakni adanya ovulasi yang normal atau salah satunya ditandai dengan haid teratur yang menandakan wanita memiliki rahim (uterus), endometrium, serta saluran telur yang normal. Dan yang lebih penting, pemeriksaan analisa sperma suami,” lanjut Mufti.

Tahapan-tahapan pemeriksaan dimulai dari riwayat klinik, termasuk merokok, minum alkohol, konseling sebelum hamil, pemeriksaan fisik termasuk ukuran tinggi badan, berat badan, juga pemeriksaan rutin infertilitas dengan melakukan deteksi ovulasi, penilaian fungsi saluran telur dan analisa sperma. “Harus ada riwayat, pernah enggak suami diperiksa analisa spermanya. Kalau sudah diperiksa dan ternyata negatif, baru konsentrasi ke yang perempuan.”

Taoge Bikin Subur?

Taoge memang bisa menambah kesuburan, karena merupakan kecambah yang berasal dari biji-bijian. Seperti halnya kacang hijau yang memiliki bagian putih dengan panjang hingga tiga cm atau sayuran tunas kacang hijau (phaseolus aureus) yang banyak mengandung vitamin E, C, dan B. “Nah, antioksidan yang terdapat dalam vitamin E dapat melindungi sel-sel telur (spermatozoa) dari berbagai kerusakan akibat serangan radikal bebas,” jelas dr. Mufti Yunus, Sp.OG.

Sementara vitamin C sangat penting untuk kesuburan (fertilitas). Kekurangan konsumsi vitamin C dapat mengakibatkan sel sperma menjadi lengket. Akibatnya sel sperma sulit mencapai sel telur. Bagaimana dengan Vitamin B? Kadar vitamin B akan meningkat 2,5 sampai 3 kali lipat, yang dapat membantu proses pencernaan glukosa. Ketika glukosa telah dihasilkan, maka dia akan memberi masukan pada sel-sel saraf, termasuk sel saraf pada organ-organ kesuburan pria.

Cegah Sejak Dini

Untuk mendeteksi infertilitas sejak dini, perhatikan tips berikut:

Ikuti gaya hidup sehat.

Jangan menunggu sampai setahun untuk melakukan cek kehamilan. Kuncinya, lihat usia. Kalau sudah cukup, sebaiknya langsung diperiksa begitu menikah. Pemeriksaan pranikah sebaiknya dilakukan.

Faktor-faktor infeksi juga perlu dicek, seperti infeksi pada mulut rahim, CMV (cytomegalovirus) dan rubella.

Catat riwayat haid dan dianalisa, apalagi kalau sudah muncul gangguan haid.

Hasto Prianggoro

Views : 6567

blog comments powered by Disqus