Membership
Lupa password?
Umum

Waspadai Gejala Medis Serius
Senin, 01 Oktober 2012
ksht

Foto: Getty Images

Benarkah bengkak di daerah betis yang tidak jelas penyebabnya atau darah dalam air seni merupakan pertanda gangguan serius yang mengancam kehidupan?

Sakit kepala memang bisa disebabkan stres, gangguan mata, kurang tidur, dehidrasi, atau terlalu banyak minum kopi. Tapi, serangan sakit kepala mendadak dan sakitnya benar-benar tak tertahankan merupakan pertanda adanya perdarahan di otak. Yuk, kenali tanda-tanda serius tadi dan segera ke UGD (Unit Gawat Darurat) untuk meminta bantuan ahlinya karena tindakan ini berpeluang menyelamatkan nyawa Anda.

Kelumpuhan di tangan atau kaki, rasa geli, mati rasa, bingung, pening, pandangan kabur, lidah terasa kelu, sulit menemukan kata-kata, dan perasaan lemah lunglai, terutama pada salah satu sisi wajah atau tubuh.

Semua tanda tersebut merupakan gejala stroke akibat pecahnya atau terblokirnya pembuluh-pembuluh darah di otak. Akibatnya, suplai oksigen ke otak terhambat dan bisa menyebabkan kematian.

Seberapa parah gejala yang ditunjukkan tentu tergantung dari bagian otak yang terkena. Kalau pembuluh darah utama, yang bersangkutan mungkin akan mengalami kelumpuhan di salah satu sisi tubuhnya dan kehilangan fungsi tubuh seperti berbicara dan memahami. Bila pembuluh darah kecil mengalami penyumbatan, mungkin hanya bagian tangan atau kaki yang mengalami kelumpuhan.

Jadi, begitu Anda mengalami gejala-gejala tadi, segera ke UGD yang memungkinkan Anda mendapat terapi untuk menangani stroke akibat penggumpalan atau penyumbatan pembuluh darah. Agar tak menimbulkan kecacatan permanen, penanganan terhadap penyumbatan pembuluh darah ini harus diberikan dalam tiga jam pertama setelah gejala muncul. Tapi, pengobatan terbaru kabarnya bisa diberikan dalam tenggang waktu yang lebih lama.

Dalam hal ini, penderita memang harus berpacu melawan waktu. Penanganan yang cepat berpotensi mencegah matinya saraf-saraf otak yang bisa berlanjut menjadi kecacatan otak secara permanen. Sementara untuk bisa pulih seperti sedia kala tentu butuh waktu yang tidak singkat.

Rasa sakit atau tak nyaman di dada; rasa sakit di lengan, rahang atau leher; keringat dingin; lemah lunglai; mual; gemetar; serasa mau pingsan atau hanya bisa bernapas pendek-pendek.

 Tanda-tanda tersebut memang merupakan terjadinya serangan jantung. Kalau Anda mengalami beberapa gejala tadi, segera panggil ambulans dan minta langsung diantar ke UGD.

Sayangnya, tidak semua orang yang mengalami serangan jantung merasakan sakit hebat serasa ada sesuatu yang menekan dadanya maupun keluhan seolah mengalami gangguan pencernaan. Beberapa orang di antaranya, yakni wanita, para lansia, dan penderita diabetes, boleh jadi mengalami serangan jantung “tanpa” keluhan rasa sakit. Gejala-gejala yang umumnya terjadi adalah perasaan lemah lunglai, mendadak pusing, jantung serasa dipukuli palu besi, napas tersengal-sengal, banjir keringat dingin, mual, dan gemetar.

Mencermati tanda-tanda serangan jantung memang penting, tapi cobalah pahami sesuai kondisi individu. Setiap orang bisa saja mengalami sesak di bagian dadanya, tapi Anda tidak lantas berlari-lari sambil mengatakan, “Saya kena serangan jantung, nih!” Namun kalau disertai gejala-gejala yang telah disebutkan di atas, di antaranya keringat dingin, berarti memang ada gangguan serius yang membutuhkan penanganan lebih lanjut sesegera mungkin.

Betis terasa begitu lunak namun sakit, nyeri di daerah dada, napas tersengal-sengal, ataupun batuk mengeluarkan darah.

Itu semua merupakan tanda adanya penggumpalan darah yang membahayakan di kaki. Terlebih bila muncul setelah duduk untuk jangka waktu lama, seperti naik pesawat atau berkendara jarak jauh. Tanda-tanda ini juga bisa muncul jika terbaring lama setelah operasi.

Darah pasti akan tertahan di kaki saat Anda duduk atau berbaring untuk jangka waktu lama. Kalau darah yang tertahan tadi membentuk gumpalan sehingga terdapat bekuan di kaki, betis pun mengalami pembengkakan, sakit dan terasa empuk ketika disentuh, maka kondisi Anda patut dievaluasi.

Kalau Anda mendadak sakit di bagian dada dan napas jadi tersengal-sengal, mungkin saja gumpalan darah tersebut sudah pecah kemudian ikut dalam peredaran darah menuju paru-paru. Kondisi seperti ini jelas amat membahayakan, jadi jangan menunda-nunda untuk segera ke UGD.

Ada darah di dalam air seni namun tanpa disertai keluhan sakit.

Batu ginjal, infeksi kandung kemih atau prostat merupakan penyebab adanya darah dalam air seni. Jadi, kapanpun Anda melihat ada darah dalam air kencing, segeralah ke dokter. Hal ini juga berlaku meski Anda tak merasakan keluhan sakit sama sekali.

Kanker ginjal, saluran kemih, kandung kemih atau prostat juga dapat menyebabkan perdarahan dalam sitem perkemihan. Kalau kanker di tempat-tempat tadi masih relatif kecil dan bisa diobati, boleh jadi memang tidak menyebabkan rasa sakit. Jadi, jangan abaikan gejala penting tadi. Adanya darah dalam air seni mungkin saja hanya merupakan gejala awal mengenai gangguan serius yang perlu didiagnosis segera.

Gejala asma yang tidak membaik maupun memburuk.

Serangan asma biasanya ditandai bunyi mengi atau kesulitan bernapas. Kalau serangan asma tak memperlihatkan kemajuan atau kemunduran, pasien sebaiknya segera dilarikan ke UGD untuk mendapat penanganan semestinya.

Serangan asma yang dibiarkan tidak tertangani akan melumpuhkan otot-otot pernapasan dada atau setidaknya mengalami kelelahan. Apalagi dalam keadaan seperti itu, penderita sebetulnya perlu pelega pernapasan dalam dosis lebih tinggi. Fungsi paru-paru yang menurun juga membutuhkan pengukuran tepat menggunakan peralatan cangggih untuk mengetahui seberapa baik kemampuan paru-parunya menjalankan tugas memasukkan dan mengeluarkan udara.

Asma juga menyebabkan penderita sulit bernapas, otot-otot pernapasan pun berpeluang mengalami keletihan sehingga volume pertukaran udara di paru-paru akan menurun. Akibatnya, kadar oksigen menurun sementara kadar CO2 dalam darah justru meningkat. Padahal terbentuknya CO2 dalam darah memiliki efek menenangkan pada otak yang membuat Anda merasa mengantuk. Anda juga mungkin akan kehilangan motivasi atau energi untuk bernapas.

Makanya, seseorang dengan gangguan asma bisa jadi kelihatan lebih santai dan tak bersusah payah bernapas meskipun sebenarnya dalam tenggang waktu 6 – 8 jam kondisi ini akan memburuk. Boleh jadi itulah salah satu tanda adanya keletihan sistem pernapasan. Bukan tidak mungkin, lho, yang bersangkutan benar-benar berhenti bernapas. Di titik inilah sebetulnya yang bersangkutan dalam keadaan kritis yang membahayakan jiwanya.

Menurut ahli, salah satu pertimbangan terpenting adalah sudah berapa lama serangan asma bertahan. Jika Anda terlahir dengan gangguan pernapasan, jangan menunggu sampai berjam-jam, meskipun Anda mungkin kelihatannya baik-baik saja. Jadi, jangan tunda-tunda lagi untuk segera ke UGD.

Depresi dan keinginan bunuh diri

Saat mengalami depresi, ada sebagian orang yang mengalami sakit dada yang tidak tertahankan atau napasnya sedemikian tersengal-sengal. Tentu saja kondisi seperti ini pun bisa berujung pada kematian.

Depresi juga bisa menjadi masalah yang sangat sangat serius karena tidak jarang penderitanya nekad bunuh diri. Cukup banyak penderita yang enggan mencari pertolongan saat dilanda depresi karena mereka pikir mereka pasti akan dianggap gila, tak cukup tangguh atau bukan laki-laki sejati. Mereka dipaksa untuk memahami bahwa ada ketidakseimbangan kimiawi dalam otak mereka. Padahal depresi merupakan penyakit, sama halnya dengan penyakit lain.

Gejala-gejala depresi mencakup kesedihan dan keletihan yang luar biasa, cemas berlebih, perubahan pola tidur, dan hilangnya selera makan. Depresi dapat diatasi dengan obat-obatan dan terapi psikis. Kalau Anda punya pikiran untuk bunuh diri, jangan dipendam sendiri, segeralah curhat  ke seseorang yang bisa dipercaya atau berkonsultasilah kepada psikolog.

 Paskaria

Views : 6853

blog comments powered by Disqus